7 Kegiatan Penuh Makna yang Bisa Kamu Lakukan Selama Bulan Ramadan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Sabtu, 07 Mar 2026 12:30 WIB
6. Beramal & Meningkatkan Amal Baik
Beramal & Meningkatkan Amal Baik/Foto: Pexels.com/ Nurul Sakinah Ridwan

Ramadan, bulan suci yang selalu dinanti bagi umat Islam di seluruh dunia. Ramadan sering kali menjadi momen refleksi. Ramadan juga membawa tantangan. Energi yang menurun, jam tidur yang berubah, hingga tuntutan untuk tetap produktif. Di sini penting untuk mengingat bahwa kita tidak harus selalu sempurna.

Ada begitu banyak kegiatan bermakna yang bisa kamu lakukan selama Ramadan. Tentunya, kegiatan ini dapat menguatkan iman dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Lalu, apa saja kegiatan tersebut? Melansir dari Global Rahmah Foundation, berikut beberapa kegiatan bermakna yang bisa kamu lakukan selama Ramadan. 

1. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qura'an/Foto: Pexels.com/ Thirdman

Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadan pada malam Lailatul Qadar. Jika seseorang membaca hanya 1 Juz sehari, mereka dapat menyelesaikan seluruh Al-Qur'an selama bulan suci Ramadan. Membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya membawa banyak manfaat dan pahala, termasuk memperkuat hubungan seseorang dengan Allah SWT dan meningkatkan kesejahteraan, karena Al-Qur'an adalah sumber penyembuhan.

Ini adalah cara untuk menenangkan pikiran yang mungkin selama ini terlalu sibuk. Di tengah deadline, urusan rumah, dan notifikasi yang tak ada habisnya, membuka Al Qur'an dan membaca beberapa ayat bisa terasa seperti mengambil napas panjang yang menenangkan.

Tidak perlu langsung menargetkan khatam berkali-kali jika itu terasa berat. Mulailah dengan realistis. Satu atau dua halaman setelah salat, atau beberapa ayat sebelum tidur, yang penting konsisten. Ramadan bukan tentang siapa yang paling banyak, tapi siapa yang paling sungguh-sungguh menjaga niatnya.

2. Meningkatkan Salat

Meningkatkan Salat/Foto: Pexels.com/ Thirdman

Bulan suci Ramadan menawarkan banyak kesempatan agar doa diterima. Baik kamu meningkatkan doa dan ibadah lainnya pada salat Tahajud, selama 10 malam terakhir Ramadan atau sebelum sahur puasa, bulan yang diberkahi ini menawarkan kesempatan tanpa batas untuk memanjatkan doa dengan sepenuh hati.

Tahajud bukan hanya tentang jumlah rakaat atau panjangnya doa. Ini tentang kualitas kehadiran hati. Di waktu itu, kita bisa mencurahkan semuanya, rasa lelah karena pekerjaan, kekhawatiran tentang masa depan, doa untuk keluarga, atau bahkan hal-hal kecil yang mungkin terasa sepele tapi mengganggu pikiran.

3. Membaca Zikir

Membaca Zikir/Foto: Pexels.com/ Anastasia Shuraeva

Membaca zikir adalah cara yang bagus untuk mengingat Allah SWT dan membantu meningkatkan spiritualitas seseorang. Membaca zikir membersihkan hati, menghilangkan kekhawatiran, dan mencegah pembaca dari obrolan yang sia-sia. Membaca lebih banyak zikir selama Ramadan juga membantu mengembalikan fokus untuk mengingat Allah, berdoa, dan melakukan ibadah lainnya, alih-alih melakukan perbuatan buruk.

Zikir juga menjadi cara lembut untuk membersihkan hati. Istighfar yang diulang-ulang membuat kita lebih sadar akan kekurangan diri, tapi tanpa merasa putus asa. Ada rasa harapan bahwa setiap kesalahan bisa diperbaiki. Ramadan memang bulan ampunan, dan zikir membantu kita merasakannya lebih nyata.

4. Berpuasa Setiap Hari

Berpuasa Setiap Hari/Foto: Pexels.com/ PNW Production

Selama Ramadan, semua Muslim yang sehat dan telah mencapai usia baligh wajib berpuasa. Saat berpuasa, seseorang harus menahan diri dari makan dan minum. Mereka juga harus menjauhi perbuatan buruk lainnya. Seseorang yang melewatkan satu hari puasa di bulan Ramadan karena tidak mampu berpuasa, harus menggantinya di lain waktu. 

Jika mereka tidak dapat melakukan puasa misalnya, karena sakit jangka panjang, mereka harus membayar fidyah. Jika seseorang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang diterima, mereka harus berpuasa selama 60 hari untuk mengganti puasa tersebut. Jika mereka tidak dapat melakukan ini, mereka harus memberikan kaffarah untuk memberi makan 60 orang miskin.

5. Melaksanakan salat Tarawih

Melaksanakan salat Tarawih/Foto: Pexels.com/ Zeynep Sude Emek

Selama Ramadan, umat Islam dapat melaksanakan salat sunnah yang disebut Tarawih sebagai bagian dari salat malam mereka bersama dengan salat Isya. Tarawih adalah shalat khusus bagi umat Islam dan hanya dapat dilakukan selama Ramadan. Melaksanakan salat Tarawih merupakan kesempatan tambahan untuk mendapatkan berkah di bulan Ramadan. 

Tarawih juga membantu memperkuat konsistensi ibadah. Ramadan sering membuat kita lebih semangat berbuat baik. Dengan rutin tarawih, kita seperti menjaga api semangat itu agar tetap menyala. Tidak hanya fokus pada menahan lapar, tapi juga memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

6. Beramal & Meningkatkan Amal Baik

Beramal & Meningkatkan Amal Baik/Foto: Pexels.com/ Nurul Sakinah Ridwan

Sebagai salah satu bulan tersuci dalam kalender Islam, Ramadan menawarkan kesempatan ideal untuk beramal, baik secara finansial maupun melalui perbuatan baik. Beberapa cara dapat kamu lakukan untuk beramal antara lain tersenyum, membantu seseorang yang memiliki masalah, memberikan sedekah, dan zakat.

Memberikan sedekah yang dapat terus memberikan manfaat bagi orang lain, merupakan bentuk sedekah jariyah. Pemberi akan terus mendapatkan pahala selama orang lain mendapatkan manfaat dari sumbangan tersebut. Seseorang juga dapat memberikan sedekah jariyah atas nama orang lain, termasuk orang yang telah meninggal, sehingga mereka juga dapat memperoleh pahala.

7. Meningkatkan Ilmu

Meningkatkan Ilmu/Foto: Pexels.com/ Thirdman

Sambil fokus pada amal kebaikan, Ramadan juga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan ilmu tentang Islam. Umat ​​Islam hendaknya senantiasa mencari ilmu untuk benar-benar memahami agama dan ajaran Islam. Hal ini memungkinkan kita untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, mengembangkan spiritualitas, dan mempelajari cara-cara untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Meningkatkan ilmu selama Ramadan tidak harus selalu berat. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti mengikuti kajian singkat setelah Subuh atau sebelum berbuka. Sekarang banyak sekali kajian online yang bisa diakses dari rumah. Sambil menunggu waktu magrib, daripada hanya scrolling media sosial tanpa arah, kamu bisa mendengarkan ceramah yang menenangkan hati sekaligus menambah wawasan.

Pada akhirnya, Ramadan adalah perjalanan personal. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya ritme dan tantangannya masing-masing. Hal yang terpenting adalah niat untuk menjadikan bulan ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE