7 Kesalahan Solo Traveling yang Sering Dilakukan Traveler Pemula

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 28 Aug 2026 10:00 WIB
4. Waspadai Penipuan dan Risiko Keamanan di Destinasi
Tidak waspada terhadap penipuan lokal, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Magnific.com/magnific

Solo traveling menawarkan kebebasan untuk menentukan sendiri hampir seluruh perjalanan kamu. Namun, kebebasan ini membuat kamu harus mengambil keputusan dan menghadapi berbagai situasi tanpa bantuan teman seperjalanan. Tidak heran jika banyak kesalahan kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat melakukan solo traveling.

Persiapan pun menjadi bagian penting sebelum melakukan perjalanan seorang diri. Kalau kamu sedang menyiapkan solo trip pertama, berikut 7 kesalahan pemula saat melakukan solo traveling yang wajib kamu ketahui sebelum melakukan solo trip, sebagaimana telah dilansir dari Woke Waves.

1. Membuat Itinerari Terlalu Padat

Salah satu kesalahan solo traveling yang sering dilakukan pemula adalah membuat itinerari terlalu padat sehingga waktu istirahat berkurang dan perjalanan terasa terburu-buru.
Itinerari terlalu banyak, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Pexels.com/Vlada Karpovich

Saat menyusun itinerari, banyaknya tempat menarik yang ingin dikunjungi bisa membuat jadwal semakin penuh. Satu hari mungkin diisi dengan beberapa objek wisata, restoran, pusat perbelanjaan, dan aktivitas lain.

Padahal saat traveling sendirian, seluruh aktivitas harus dijalani dan diatur sendiri. Tidak ada teman seperjalanan yang bisa berbagi tanggung jawab atau membantu ketika tubuh kamu mulai kelelahan.

Cobalah memberikan ruang dalam jadwal untuk beristirahat atau melakukan aktivitas spontan. Jadwal yang terlalu padat justru bisa membuat kamu kelelahan dan tidak bisa menikmati pengalaman yang sudah direncanakan.

2. Tidak Melakukan Riset Destinasi secara Menyeluruh

Tidak melakukan cukup riset, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Pexels.com/Leeloo The First

Mengandalkan beberapa unggahan media sosial sebagai sumber informasi utama belum cukup untuk mempersiapkan solo trip. Setiap destinasi memiliki kebiasaan, aturan tidak tertulis, sistem transportasi, dan karakter kawasan yang berbeda.

Informasi seperti cara menuju penginapan, pilihan transportasi umum, kebiasaan masyarakat setempat, serta area yang sebaiknya dihindari perlu diketahui sebelum perjalanan dimulai. Itulah sebabnya kenapa kamu perlu melakukan riset mengenai kebiasaan lokal, pilihan transportasi, kawasan yang aman, dan perkiraan biaya hidup di destinasi.

Informasi ini dapat membantu kamu menghemat biaya sekaligus mengurangi risiko selama perjalanan. Semakin lengkap informasi yang kamu miliki sebelum berangkat, semakin mudah pula menentukan pilihan ketika sudah tiba di tempat tujuan.

3. Jangan Sampai Salah Hitung Budget Perjalanan

Salah menghitung budget perjalanan merupakan salah satu kesalahan solo traveling yang dapat membuat perjalanan terganggu. Biaya penginapan, transportasi, makan, aktivitas, dan dana darurat perlu diperhitungkan sejak awal.
Salah hitung budget, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Magnific.com/magnific

Solo traveling tidak selalu lebih murah dibandingkan bepergian bersama teman. Ketika bepergian sendiri, biaya seperti kamar hotel, taksi, makanan, dan aktivitas tidak bisa dibagi dengan orang lain. Bahkan, terkadang ada biaya tambahan yang mungkin dikenakan hotel atau operator tur kepada solo traveler.

Selain biaya utama, siapkan juga dana untuk kebutuhan tidak terduga dan pengeluaran spontan. Pengeluaran kecil yang muncul berkali-kali selama perjalanan dapat memengaruhi total budget. Dengan memasukkan dana cadangan sejak awal, kamu tidak perlu mengorbankan kebutuhan penting ketika terjadi perubahan rencana atau pengeluaran di luar perkiraan.

4. Waspadai Penipuan dan Risiko Keamanan di Destinasi

Tidak waspada terhadap penipuan lokal, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Magnific.com/magnific

Setiap destinasi, terutama yang ramai wisatawan, pasti memiliki beragam modus penipuan. Sebut saja pengemudi taksi palsu, penukaran uang dengan harga yang tidak wajar, dan pencopetan dengan cara mengalihkan perhatian. Traveler yang belum mengetahui modus tersebut bisa lebih mudah mempercayai tawaran atau situasi yang sebenarnya mencurigakan.

Sebelum berangkat, cari tahu penipuan yang umum terjadi di destinasi dan peringatan keamanan yang relevan. Saat berada di lokasi ramai, simpan barang berharga dengan aman dan perhatikan lingkungan sekitar. Jika menemukan tawaran yang terasa tidak wajar atau situasi yang membuat tidak nyaman, menolak dan meninggalkan lokasi menjadi pilihan yang lebih aman.

5. Tidak Menyiapkan Rencana untuk Keadaan Darurat

Tidak memiliki rencana menghadapi kecelakaan, cedera, atau keadaan darurat termasuk kesalahan solo traveling yang perlu dihindari karena traveler harus menghadapi situasi tersebut tanpa pendamping.
Tidak memiliki rencana darurat, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Keadaan darurat bisa terjadi meskipun perjalanan sudah direncanakan dengan baik. Saat bepergian sendirian, tidak ada teman seperjalanan yang otomatis dapat membantu ketika kamu mengalami kecelakaan, cedera, tersesat, atau membutuhkan bantuan medis.

Sebelum berangkat, simpan informasi penting seperti alamat penginapan, nomor layanan darurat setempat, dan kontak yang dapat dihubungi. Jika terjadi kecelakaan, keselamatan fisik perlu menjadi prioritas sebelum mengurus hal lainnya.

Jika memungkinkan, segera mencari bantuan darurat dan mendokumentasikan informasi yang relevan seperti kondisi lokasi atau kontak saksi. Persiapan ini dapat membantu kamu mengurangi kebingungan ketika harus mengambil keputusan dalam situasi yang tidak terduga.

6. Terlalu Bergantung pada Teknologi

Bergantung pada teknologi, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Pexels.com/Stanislav Kondratiev

Smartphone memang memudahkan banyak hal saat traveling. Peta digital, aplikasi transportasi, tiket elektronik, aplikasi penerjemah, hingga layanan komunikasi dapat digunakan dari satu perangkat.

Namun, seluruh fasilitas tersebut membutuhkan perangkat yang berfungsi dan dalam beberapa kondisi memerlukan koneksi internet. Jika ponsel mati atau aplikasi mengalami gangguan, kamu yang bergantung pada teknologi saat melakukan solo traveling bisa kesulitan mencari arah atau mengakses informasi penting.

Langkah aman yang bisa kamu persiapkan adalah membuat cadangan informasi di luar perangkat digital, seperti mencatat alamat dan nomor telepon penting serta membawa peta fisik untuk kawasan tertentu. Power bank juga dapat membantu menjaga perangkat tetap aktif selama perjalanan. Dengan memiliki alternatif, teknologi tetap bisa digunakan sebagai alat bantu tanpa menjadi satu-satunya sumber informasi selama solo traveling.

7. Tidak Memberitahu Rencana Perjalanan kepada Orang yang Dipercaya

Tidak memberitahu rencana perjalanan kepada orang yang dipercaya merupakan kesalahan solo traveling yang dapat menyulitkan orang terdekat mengetahui posisi ketika terjadi masalah selama perjalanan.
Tidak memberitahu rencana perjalanan, kesalahan yang dilakukan pemula saat solo traveling/Foto: Pexels.com/RDNE Stock project

Saat melakukan solo traveling, tidak ada orang yang otomatis mengetahui lokasi dan rencana perjalanan kamu. Jika kamu mengalami hal yang kurang menyenangkan atau tidak terduga dalam perjalanan, orang di rumah mungkin tidak memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui keberadaan kamu.

Sebelum bepergian, sebaiknya beritahu rencana perjalanan kamu kepada teman atau anggota keluarga yang dipercaya, termasuk alamat hotel, detail penerbangan, dan aktivitas yang sudah dipesan. Kamu juga bisa memberi kabar secara berkala selama perjalanan.

Solo traveling memang memberikan kebebasan yang tidak selalu bisa kamu dapatkan ketika bepergian bersama orang lain. Namun, kebebasan tersebut juga datang bersama tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga diri dan mempersiapkan perjalanan. Jadi, jangan sampai kamu melakukan kesalahan-kesalahan di atas saat melakukan solo traveling, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE