7 Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan, Jadi Tantangan Global yang Belum Usai

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Sabtu, 24 Jan 2026 08:00 WIB
3. Sudan
Sudan Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Pendidikan sering disebut sebagai hak dasar setiap orang. Namun, pada kenyataannya ada banyak negara yang masih minim akses pendidikan.

Konflik, kemiskinan, dan krisis kemanusiaan memaksa jutaan anak harus putus sekolah. Dampaknya bukan hanya tertinggal pelajaran saja, tapi juga memengaruhi masa depan dan harapan hidup mereka.

Situasi ini menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi tantangan global yang nyata hingga hari ini. Berikut tujuh negara yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan, dirangkum dari laman Concern.

1. Pakistan

Pakistan Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/prostooleh

Bayangkan, di Pakistan ada sekitar 26,2 juta anak yang harus berhenti sekolah. Mayoritas dialami oleh anak perempuan, yang sejak awal memang sudah menghadapi lebih banyak batasan.

Masalahnya bukan karena satu atau dua hal saja. Ada banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari sistem pendidikan, tata kelola, sampai keterbatasan dana.

Idealnya, di sana anak-anak bisa bersekolah hingga 7,9 tahun. Namun fakta di lapangan, rata-rata mereka hanya bisa bersekolah 4,3 tahun saja.

2. Somalia

Somalia Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Krisis yang terjadi di Somalia membuat pendidikan jadi hal yang sulit dijangkau. Konflik, bencana iklim, dan kemiskinan membuat sekitar 4 juta anak tidak merasakan bangku sekolah.

Bagi anak-anak yang masih bisa bersekolah, rata-rata mereka hanya menempuh 1,9 tahun pendidikan, jauh dari angka ideal 7,5 tahun. Angka ini memperlihatkan banyak anak yang kehilangan kesempatan belajar.   

Kondisi sekolah pun jauh dari kata layak dan fasilitas belajar pun belum memadai. Tak hanya itu, anak-anak juga harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah.

3. Sudan

Sudan Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Konflik berkepanjangan di Sudan membawa dampak besar bagi pendidikan. Bahkan sebelum krisis kemanusiaan memburuk, anak-anak di sana sudah kesulitan mengakses sekolah.

Rata-rata anak di Sudan seharusnya bisa menempuh pendidikan hingga 8,6 tahun. Namun, sebagian besar siswanya hanya bersekolah sekitar 4 tahun saja.

Sejak April 2023, kondisinya makin mengkhawatirkan karena sekitar 19 juta anak putus sekolah. Lebih dari 90 persen sekolah dilaporkan tutup, rusak, atau tak bisa lagi dijangkau.

4. Niger

Niger Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Pendidikan di Niger berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Rata-rata anak di sana menempuh pendidikan di sekolah hanya 1,4 tahun, padahal idealnya 8,3 tahun. 

Awal 2024 saja, ada sekitar 940 sekolah di Niger sudah ditutup. Dampaknya, lebih dari 74.000 siswa dan hampir 1.800 guru kehilangan tempat untuk belajar dan mengajar.

5. Burkina Faso

Burkina Faso Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Hampir setengah penduduk Burkina Faso didominasi oleh anak-anak. Sekitar 43 persen warganya berusia 14 tahun ke bawah, tapi akses pendidikan yang aman dan merata masih jadi tantangan besar.

Menurut data Bank Dunia, 74 persen siswa di tahun akhir sekolah dasar belum lancar membaca, dan 67 persen belum mencapai standar literasi minimum. Bahkan, sekitar 21 persen anak usia sekolah dasar bahkan tidak terdaftar, penyebabnya karena masalah keamanan.

Dalam satu tahun saja lebih dari 6.100 sekolah ditutup, akibatnya ribuan anak kehilangan ruang belajar. Sehingga, masa depan anak-anak ikut terancam. 

6. Etiopia

Etiopia Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/wirestock

Di tahun 2020-2022, Etiopia menghadapi penurunan pendaftaran sekolah dasar yang mencapai 25 persen. Pandemi dan konflik menjadi faktor yang paling berpengaruh.

Amhara menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Pada tahun ajaran 2023-2024, sekitar 2,6 juta anak putus sekolah dan lebih dari 3.700 sekolah ditutup.

Akibatnya, masa belajar anak-anak menjadi sangat singkat. Rata-rata siswa hanya menempuh 2,4 tahun pendidikan, yang idealnya harus 9,2 tahun.

7. Mali

Mali Termasuk Negara yang Masih Minim Akses Pendidikan/Foto: Freepik/freepik

Mali menjadi salah satu negara yang juga masih berjuang soal akses pendidikan. Konflik bersenjata yang berlangsung lama membuat sekolah sulit berjalan normal.

Di tengah situasi tersebut, kemiskinan juga memperburuk kondisi. Banyak keluarga lebih memilih memprioritaskan kebutuhan daripada pendidikan. 

Meskipun begitu, ada sedikit harapan yang tumbuh. Tingkat kelulusan sekolah dasar memang naik dari 38 persen pada 2010 menjadi 56,5 persen, tapi rata-rata anak baru mengenyam 1,6 tahun sekolah dari target 7 tahun yang seharusnya.

Itulah tujuh negara yang masih minim akses pendidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesempatan belajar belum dirasakan secara merata.

Selama ketimpangan ini masih ada, pendidikan akan terus menjadi tantangan global yang perlu dihadapi bersama, termasuk oleh kita sebagai bagian dari masyarakat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.