7 Pelajaran Hidup dari Karakter Drakor untuk Menghadapi Quarter Life Crisis

Ema Parwanti | Beautynesia
Kamis, 15 Oct 2026 09:30 WIB
3. Shin Seo Ri (My Royal Nemesis)
Lim Ji Yeon sebagai Shin Seo Ri di My Royal Nemesis/ Foto: instagram.com/sbsdrama.official

Sering merasa cemas soal masa depan, insecure sama pencapaian teman sebaya, atau bahkan bingung sebenarnya apa sih yang benar-benar kita mau dari hidup ini?

Tenang, Beauties tidak sendirian. Fase ini punya nama, yaitu  quarter life crisis,  sebuah gejolak emosional yang wajar dialami banyak orang di rentang usia 20-an akhir hingga awal 30-an.

Menariknya, drama Korea semakin banyak mengangkat tema kehidupan nyata yang jauh dari kata sempurna. Lewat tokoh-tokoh inilah, penonton diam-diam menemukan cermin dari kegelisahan mereka sendiri.

Nah, buat Beauties yang sedang lelah-lelahnya menghadapi quarter life crisis, yuk simak tujuh pelajaran hidup dari karakter-karakter drakor berikut ini. 

1. Hwang Dong Man (We Are All Trying Here)

Hwang Dong Man di drama We Are All Trying Here/foto: instagram.com/jtbcdrama

Hwang Dong Man dalam drama We Are All Trying Here digambarkan sebagai satu-satunya anggota The Eight yang belum berhasil debut sebagai sutradara film, padahal sudah berjuang selama dua puluh tahun lamanya.

Sementara teman-teman seangkatannya sudah menjadi sutradara dan produser sukses, Dong Man masih terjebak di titik yang sama, bahkan sering dipandang sebelah mata oleh lingkungannya sendiri.

Rasa tidak berharga inilah yang membuat Dong Man menjadi sosok yang mudah tersinggung dan cenderung mendominasi percakapan demi mendapatkan pengakuan.

Ia berusaha keras menutupi rasa insecure-nya dengan bersikap sok tahu, padahal jauh di dalam hatinya, ia hanya ingin dianggap ada dan berarti oleh orang-orang di sekitarnya.

Titik balik hidup Dong Man dimulai saat ia bertemu Byeon Eun A, seorang produser yang justru melihat sisi lain dari dirinya yang selama ini tidak pernah dihargai.

Dari perjalanan Dong Man, kita belajar bahwa keterlambatan meraih mimpi bukan berarti kita tidak berharga. Terkadang kita hanya butuh satu orang yang bisa melihat nilai diri kita, bahkan ketika kita sendiri sudah lupa caranya.

2. Yeom Mi Jeong (My Liberation Notes)

Yeom Mi Jeong di drama My Liberation Notes/foto: mykdramalist.com

Yeom Mi Jeong dalam My Liberation Notes adalah sosok pekerja kantoran yang hidupnya tampak biasa saja dari luar, namun sebenarnya menyimpan kehampaan yang mendalam.

Setiap hari ia menjalani rutinitas yang sama, yaitu bekerja di Seoul, lalu pulang ke pinggiran kota yang jauh, tanpa ada satu pun momen yang benar-benar membuatnya merasa hidup.

Mi Jeong digambarkan sebagai sosok pendiam yang sulit mengekspresikan perasaannya, bahkan ia sendiri bingung mengapa hidupnya terasa begitu kosong padahal semuanya berjalan normal.

Kehampaan seperti inilah yang seringkali menjadi bagian tak terlihat dari quarter life crisis, di mana secara kasat mata semuanya baik-baik saja, tapi ada kekosongan yang sulit dijelaskan.

Melalui pencarian makna hidup yang ia sebut sebagai pembebasan, Mi Jeong mengajarkan bahwa merasa hampa bukan berarti tidak bersyukur atau kurang beruntung.

Terkadang, mengakui rasa kosong itu sendiri adalah langkah pertama untuk benar-benar mulai mencari apa yang membuat hidup kita terasa berarti.

3. Shin Seo Ri (My Royal Nemesis)

Lim Ji Yeon sebagai Shin Seo Ri di My Royal Nemesis

Lim Ji Yeon sebagai Shin Seo Ri di My Royal Nemesis/ Foto: instagram.com/sbsdrama.official

Shin Seo Ri dalam drama My Royal Nemesis dulunya adalah aktris cilik yang cukup dikenal, namun kariernya meredup begitu ia beranjak dewasa hingga akhirnya harus puas dengan peran-peran kecil sebagai pemeran pengganti. Situasi ini membuatnya merasa terjebak dalam bayang-bayang kesuksesan masa lalu yang tak kunjung terulang.

Titik balik hidupnya datang secara tidak terduga, ketika jiwa Seo Ri justru ditumpangi oleh sosok Kang Dan Shim, seorang selir licik dari era Joseon yang memiliki keberanian dan ambisi besar untuk mengubah nasibnya sendiri. Perpaduan kepribadian keduanya perlahan membuat Seo Ri lebih berani mengejar kembali mimpinya sebagai aktris.

Dari kisah Seo Ri, kita belajar bahwa karier yang sempat redup bukan berarti kesempatan sudah benar-benar tertutup. Terkadang hanya butuh sedikit keberanian ekstra dan cara pandang baru untuk kembali memperjuangkan mimpi yang sempat dianggap sudah berakhir lho, Beauties.

4. Oh Yi Young (Resident Playbook)

Oh Yi Young di drama Resident Playbook/foto: mykdramalist.com

Oh Yi Young dalam Resident Playbook digambarkan sebagai dokter residen tahun pertama yang kembali menjalani masa pendidikan spesialisasinya dengan terpaksa demi melunasi utang, setelah sempat gagal dan mengulang di tahun-tahun sebelumnya. Statusnya sebagai pengulang membuatnya kerap dipandang sebelah mata oleh rekan maupun atasannya di rumah sakit.

Meski begitu, Yi Young tidak membiarkan status tersebut mendefinisikan dirinya. Ia tetap berusaha menjadi dokter yang penuh empati dan bertanggung jawab terhadap pasiennya, bahkan ketika ia sendiri sedang berjuang dengan masalah finansial dan tekanan pekerjaan yang tak kalah beratnya. 

Dari perjuangan Yi Young, kita diingatkan bahwa memulai sesuatu lebih lambat dari orang lain, atau bahkan harus mengulang dari awal, bukanlah tanda kegagalan.

Yang membedakan bukanlah seberapa cepat kita memulai, melainkan seberapa besar komitmen kita untuk terus berjuang meski harus jatuh berkali-kali sebelum benar-benar berhasil.

5. Yu Mi Ji dan Yu Mi Rae (Our Unwritten Seoul)

Menurut Park Bo-young, keberanian tidak harus 100% di awal karena kadang bisa muncul seiring langkah yang diambil.

Yu Mi Ji dan Yu Mi Rae di drama Our Unwritten Seoul/ Foto: tvN

Yu Mi Ji dan Yu Mi Rae dalam Our Unwritten Seoul adalah saudara kembar yang wajahnya identik, namun menjalani hidup yang benar-benar bertolak belakang.

Mi Rae tumbuh sebagai anak yang berprestasi, kuliah di universitas ternama, dan bekerja di perusahaan impian di Seoul, sementara Mi Ji memilih jalan yang lebih santai dengan bekerja serabutan di kampung halaman mereka.

Dari luar, hidup Mi Rae terlihat jauh lebih sempurna dan layak dibanggakan dibanding hidup Mi Ji yang serba pas-pasan. Namun ketika keduanya memutuskan bertukar peran, Mi Ji baru menyadari bahwa hidup Mi Rae yang terlihat sempurna itu sebenarnya penuh dengan tekanan, bullying di tempat kerja, dan kesepian yang tak pernah ia ceritakan kepada siapa pun.

Kisah kedua saudara kembar ini mengajarkan kita untuk berhenti membandingkan hidup sendiri dengan pencapaian orang lain yang terlihat lebih mapan.

Setiap pilihan hidup punya konsekuensi dan perjuangannya masing-masing, dan apa yang terlihat sempurna dari luar belum tentu semudah itu untuk dijalani.

6. Hong Du Sik (Hometown Chachacha)

Hong Du Sik di drama Hometown Cha Cha Cha/foto: mydramalist.com

Hong Du Sik dalam Hometown Cha Cha Cha adalah sosok pria serba bisa di sebuah desa nelayan kecil bernama Gongjin, yang justru memilih meninggalkan kehidupan kota besar dan kariernya yang menjanjikan demi ketenangan hidup di kampung halaman. Keputusannya ini sempat dipertanyakan banyak orang, termasuk Yoon Hye Jin, dokter gigi asal Seoul yang baru pindah ke desa tersebut.

Di balik sikapnya yang santai dan serba bisa, Du Sik ternyata menyimpan trauma masa lalu yang cukup berat, namun ia memilih untuk terus membantu warga sekitar dan menjalani hidup dengan caranya sendiri tanpa perlu validasi dari standar kesuksesan kebanyakan orang. Ia menemukan makna hidup bukan dari jabatan atau gaji besar, melainkan dari kedekatan dengan orang-orang di sekitarnya.

Sosok Du Sik mengajarkan bahwa kesuksesan tidak selalu harus berbentuk karier gemerlap di kota besar. Terkadang, hidup yang sederhana namun penuh makna dan kedekatan dengan orang-orang terkasih justru menjadi bentuk kesuksesan yang jauh lebih berharga dibanding validasi sosial semata.

7. Ae Sun (When Life Gives You Tangerines)

IU di When Life Gives You Tangerines/ Foto: Netflix

Ae Sun di drama When Life Gives You Tangerines/ Foto: Netflix

Ae Sun dalam When Life Gives You Tangerines digambarkan sebagai gadis pulau Jeju yang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang penyair, namun keterbatasan ekonomi dan tanggung jawab keluarga membuat mimpinya tersebut harus tertunda bahkan terkubur untuk waktu yang sangat lama.

Ia harus banting tulang membantu keluarganya sebagai haenyeo, penyelam perempuan tradisional Jeju, demi menyambung hidup. Meski jalan hidupnya jauh berbeda dari yang ia impikan sejak kecil, Ae Sun tidak pernah benar-benar kehilangan jiwa penyair dalam dirinya.

Kecintaannya pada kata-kata dan caranya memandang hidup tetap terlihat dalam setiap keputusan dan pengorbanan yang ia buat sepanjang perjalanan hidupnya yang penuh liku.

Dari kisah Ae Sun, mimpi yang tertunda karena keadaan bukan berarti benar-benar padam selamanya. Terkadang mimpi itu hanya berubah bentuk dan menyatu dengan cara kita menjalani hidup, meski tidak selalu terwujud persis seperti yang kita bayangkan di masa muda.

Itu dia tujuh pelajaran hidup dari karakter-karakter drakor yang bisa jadi pengingat buat Beauties yang sedang berjuang menghadapi quarter life crisis. Pelan-pelan saja, yang penting terus melangkah ya, Beauties!

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE