7 Perbedaan Avatar: The Last Airbender Live Action Netflix dengan Animasinya, Banyak Adegan Ikonis Berubah

Tria Oktyana | Beautynesia
Kamis, 02 Jul 2026 12:30 WIB
Banyak Arc dan Urutan Cerita Diubah agar Lebih Ringkas
Netflix menggabungkan banyak arc dan mengubah urutan cerita karena jumlah episode live action lebih sedikit dibanding anime/Foto: Instagram/avatarnetflix

Avatar: The Last Airbender live action akhirnya kembali dengan musim kedua di Netflix (25/6/2026). Serial ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan para penggemar sejak musim pertamanya tayang pada 2024 lalu.  Versi live action ini tetap mempertahankan konflik utama antara Team Avatar dan Negara Api, namun juga menghadirkan sejumlah perubahan besar yang membuat jalan ceritanya terasa berbeda dibanding versi animasi.

Sebagian perubahan dilakukan untuk menyesuaikan format live action yang memiliki jumlah episode lebih sedikit. Namun, ada pula beberapa keputusan kreatif yang mengubah perjalanan karakter maupun urutan peristiwa penting. Berikut tujuh perbedaan antara Avatar: The Last Airbender versi live action dan animasinya dari musim pertama hingga kedua.

Pembukaan Cerita Jauh Lebih Gelap dengan Adegan Pembantaian Air Nomad

Live action membuka cerita dengan pembantaian Air Nomad oleh Fire Nation, berbeda dari anime yang menyimpan tragedi tersebut sebagai kilas balik/Foto: Instagram/avatarnetflix

Cerita dalam animasi dimulai ketika Katara dan Sokka menemukan Aang yang membeku di dalam gunung es. Penonton baru mengetahui bagaimana Bangsa Pengembara Udara dimusnahkan Negara Api melalui kilas balik di beberapa episode berikutnya. 

Live action memilih pendekatan yang berbeda. Episode pertama langsung memperlihatkan Raja Api Sozin menyerang Southern Air Temple dan membantai para Air Nomad (Pengembara Udara). Penonton juga diajak melihat kehidupan Aang sebelum ia menghilang selama 100 tahun. Perubahan ini membuat serial terasa lebih kelam sejak awal sekaligus memperkuat beban emosional yang harus ditanggung Aang sebagai Avatar terakhir.

Hubungan Keluarga Kerajaan Api Dibuat Lebih Kompleks

Serial live action memperdalam hubungan Ozai, Zuko, Azula, dan Iroh sehingga konflik keluarga Kerajaan Api terasa lebih emosional/Foto: Instagram/avatarnetflix

Di versi animasi, Raja Api Ozai lebih banyak menjadi sosok misterius yang baru benar-benar muncul menjelang akhir cerita. Fokus utama lebih diarahkan pada perjalanan Team Avatar, sementara konflik internal keluarga Kerajaan Api berkembang secara bertahap.

Sebaliknya, Netflix langsung memperlihatkan dinamika hubungan Ozai dengan Zuko, Azula, hingga Iroh sejak musim pertama. Bahkan duel Agni Kai yang menyebabkan wajah Zuko terluka dibuat jauh lebih emosional. Penonton dapat melihat bagaimana tekanan Ozai membentuk kepribadian kedua anaknya sehingga konflik keluarga Kerajaan Api terasa lebih dalam dibanding versi animasi.

Banyak Arc dan Urutan Cerita Diubah agar Lebih Ringkas

Netflix menggabungkan banyak arc dan mengubah urutan cerita karena jumlah episode live action lebih sedikit dibanding anime/Foto: Instagram/avatarnetflix

Serial animasi memiliki sekitar 40 episode untuk Book One dan Book Two, sedangkan dua musim live action hanya terdiri dari belasan episode. Kondisi ini membuat Netflix harus menggabungkan berbagai arc agar cerita tetap berjalan menuju konflik utama.

Hal ini menyebabkan beberapa cerita seperti Omashu, Jet, Freedom Fighters, The Mechanist, Serpent's Pass, hingga perjalanan menuju Ba Sing Se muncul dalam urutan yang berbeda. Bahkan pada musim kedua, beberapa episode favorit seperti The Swamp, Avatar Day, The Desert, The Drill, Appa's Lost Days, dan The Guru dipadatkan atau tidak diadaptasi sebagai cerita tersendiri.

Perpustakaan Wan Shi Tong dan Dunia Roh Mengalami Perubahan Besar

Lokasi Perpustakaan Wan Shi Tong dipindahkan ke Ba Sing Se dan menghadirkan adegan baru yang tidak ada di anime/Foto: Instagram/avatarnetflix

Dalam cerita animasi, Tim Avatar harus melakukan perjalanan ke Gurun Si Wong untuk menemukan Perpustakaan Wan Shi Tong yang terkubur di bawah pasir. Di sanalah mereka menemukan informasi mengenai kelemahan Negara Api sebelum Appa akhirnya diculik.

Namun dalam versi live action, konsep tersebut berubah secara signifikan. Perpustakaan Wan Shi Tong dipindahkan ke Ba Sing Se dan hanya dapat diakses melalui Dunia Roh. Bukan hanya itu, dalam versi ini juga Toph ikut memasuki perpustakaan dan bertemu Avatar Kyoshi, sementara Aang memperoleh bimbingan dari Avatar Yangchen.

Perjalanan Beberapa Karakter Pendukung Berubah Drastis

Jet, Toph, hingga Appa mengalami perubahan besar dalam live action, termasuk alur cerita dan perkembangan karakternya/Foto: Instagram/avatarnetflix

Tidak hanya alur utama, perjalanan sejumlah karakter pendukung juga mengalami perubahan besar. Dalam serial Netflix ini, Jet tidak lagi ditangkap dan dicuci otak oleh Dai Li seperti di animasi. Sebaliknya, ia gugur setelah membantu Tim Avatar menyelesaikan misi di Perpustakaan Wan Shi Tong.

Perubahan juga terjadi pada keluarga Beifong yang mendapat latar belakang lebih kompleks. Orang tua Toph kini memiliki keterlibatan lebih besar dalam cerita, bahkan momen ketika Toph menciptakan Metalbending dibuat berbeda dari versi animasi. Perubahan serupa juga dialami Appa yang tidak menghilang selama setengah musim seperti pada arc Appa's Lost Days.

Guru Pathik dan Latihan Avatar State Dihilangkan

Guru Pathik dan latihan membuka chakra yang penting dalam anime tidak dimunculkan di live action Netflix/Foto: Instagram/avatarnetflix

Salah satu momen paling penting di Book Two adalah pertemuan Aang dengan Guru Pathik di Western Air Temple. Dalam anime, Guru Pathik mengajarkan cara membuka tujuh chakra agar Aang mampu mengendalikan Avatar State secara sempurna.

Namun, seluruh alur tersebut dihapus dalam versi live action. Aang tidak menjalani latihan spiritual maupun proses membuka chakra sebelum menghadapi konflik besar di Ba Sing Se. Kemungkinan besar, perkembangan Avatar State akan dipindahkan ke musim berikutnya atau disajikan dalam bentuk yang berbeda.

Live Action Lebih Berfokus pada Drama Emosional daripada Humor

Live action Avatar lebih menonjolkan drama emosional dan konflik karakter dibandingkan nuansa petualangan ringan di animenya/Foto: Instagram/avatarnetflix

Perbedaan terbesar sebenarnya bukan terletak pada alur cerita, tetapi pada pendekatan penyampaian. Serial animasi banyak menghadirkan humor, petualangan ringan, dan episode santai yang memberi ruang bagi penonton mengenal dunia Avatar secara perlahan.

Di sisi lain, live action lebih berfokus pada drama emosional setiap karakter. Trauma Aang sebagai penyintas terakhir Air Nomad, hubungan rumit antara Ozai dan kedua anaknya, hingga rasa kehilangan yang dialami Katara dan Sokka mendapat porsi yang jauh lebih besar. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE