7 Perilaku Orang Pura-Pura Kaya yang Nyatanya Tidak Punya Uang Menurut Ilmu Psikologi

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Kamis, 07 May 2026 12:00 WIB
2. Sering Pamer di Media Sosial
Sering pamer di media sosial/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Beauties, di era digital seperti sekarang, standar kesuksesan sering kali diukur dari apa yang terlihat di permukaan. Media sosial dipenuhi dengan gaya hidup mewah, mulai dari pakaian branded, liburan ke luar negeri, hingga kebiasaan nongkrong di tempat mahal. Hal ini membuat banyak orang ingin terlihat “sukses” meskipun kondisi sebenarnya belum tentu demikian.

Dilansir dari Small Biz Technology dan Expert Editor, fenomena pura-pura kaya bukanlah hal baru. Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan kebutuhan akan pengakuan sosial, rasa tidak aman, dan tekanan lingkungan. Seseorang mungkin merasa harus terlihat sukses agar dihargai atau diterima oleh orang lain.

Padahal, orang pura-pura kaya biasanya memiliki pola perilaku tertentu yang tanpa disadari justru mengungkap kondisi sebenarnya. Lalu, apa saja tanda-tandanya? Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Terlalu Fokus pada Penampilan Mewah

Terlalu fokus pada penampilan mewah/ Foto: Pexels.com/ Eugene Lisyuk

Salah satu ciri paling mencolok dari orang pura-pura kaya adalah perhatian berlebihan terhadap penampilan luar. Mereka berusaha tampil seolah-olah berasal dari kalangan kaya raya, meskipun kondisi finansial sebenarnya tidak mendukung.

Misalnya, mereka selalu mengenakan barang branded, mengikuti tren fashion terbaru, atau menggunakan aksesori mahal. Namun, di balik itu, sering kali terdapat pengorbanan finansial yang tidak seimbang.

Perilaku ini biasanya muncul karena adanya kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. Penampilan dijadikan alat untuk membangun citra diri, bukan sebagai ekspresi yang autentik. Dalam jangka panjang, fokus yang berlebihan pada penampilan bisa menjadi beban karena harus terus “menjaga image” di depan orang lain.

2. Sering Pamer di Media Sosial

Sering pamer di media sosial/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Media sosial menjadi tempat paling efektif untuk membangun citra diri. Tidak heran jika banyak orang pura-pura kaya memanfaatkannya untuk menunjukkan gaya hidup yang terlihat mewah.

Mereka sering mengunggah foto di restoran mahal, perjalanan, atau barang-barang baru yang tampak eksklusif. Namun, menurut sumber, apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sebagian kecil dari kenyataan.

Perilaku ini berkaitan dengan kebutuhan validasi. Seseorang ingin mendapatkan pengakuan melalui likes, komentar, dan perhatian dari orang lain. Masalahnya, kebiasaan ini bisa menciptakan tekanan untuk terus mempertahankan citra tersebut, meskipun kondisi finansial sebenarnya tidak mendukung.

3. Memaksakan Gaya Hidup di Luar Kemampuan

Memaksakan gaya hidup di luar kemampuan/ Foto: Pexels.com/ Kuiyibo Campos

Salah satu tanda paling jelas dari orang pura-pura kaya adalah memaksakan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Mereka mungkin sering makan di tempat mahal, membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, atau mengikuti tren hanya demi terlihat “setara” dengan orang lain.

Perilaku ini sering kali berujung pada masalah keuangan, seperti kesulitan menabung atau bahkan terlilit utang. Hal ini menunjukkan bahwa prioritas mereka bukan pada kestabilan finansial, tetapi pada citra yang ingin ditampilkan. Dalam jangka panjang, pola seperti ini bisa sangat merugikan dan sulit diperbaiki.

4. Selalu Ingin Terlihat Lebih dari Orang Lain

Selalu ingin terlihat lebih dari orang lain/ Foto: Pexels.com/ Fira Fatul

Dalam aspek kepribadian, keinginan untuk selalu terlihat lebih unggul sering kali menjadi tanda adanya rasa tidak aman. Orang pura-pura kaya cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan merasa perlu untuk “menang” dalam hal penampilan atau gaya hidup.

Mereka mungkin sering menceritakan pengalaman yang dilebih-lebihkan atau mencoba menunjukkan bahwa mereka lebih sukses. Perilaku ini bukan berasal dari rasa percaya diri, melainkan dari kebutuhan untuk menutupi kekurangan yang dirasakan. Alih-alih merasa cukup, mereka justru terus merasa kurang jika tidak bisa terlihat lebih dari orang lain.

5. Tidak Nyaman Membahas Kondisi Keuangan yang Sebenarnya

Tidak nyaman membahas kondisi keuangan yang sebenarnya/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Orang yang benar-benar stabil secara finansial biasanya tidak terlalu defensif ketika membahas uang. Sebaliknya, orang pura-pura kaya cenderung menghindari topik ini. Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan mengalihkan pembicaraan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga citra yang sudah dibangun. Mereka tidak ingin orang lain mengetahui kondisi sebenarnya karena takut dianggap tidak sesuai dengan image yang ditampilkan. Perilaku ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara realita dan citra diri.

6. Lebih Mementingkan Citra daripada Kebutuhan

Lebih mementingkan citra daripada kebutuhan/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Dalam banyak kasus, orang pura-pura kaya lebih mementingkan citra dibandingkan kebutuhan yang sebenarnya lebih penting. Mereka mungkin rela mengeluarkan uang untuk hal-hal yang terlihat mewah, tetapi mengabaikan kebutuhan dasar seperti tabungan atau dana darurat.

Ini menunjukkan adanya prioritas yang tidak seimbang. Alih-alih membangun fondasi keuangan yang kuat, mereka lebih fokus pada bagaimana terlihat di mata orang lain. Padahal, kestabilan finansial justru dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang bijak.

7. Sering Terjebak dalam Utang untuk Menjaga Gaya Hidup

Sering terjebak dalam utang untuk menjaga gaya hidup/ Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov

Tanda terakhir yang cukup serius adalah ketika seseorang mulai terjebak dalam utang demi mempertahankan gaya hidup. Banyak orang pura-pura kaya yang menggunakan kartu kredit atau pinjaman untuk tetap terlihat kaya raya.

Awalnya mungkin terasa ringan, tetapi jika terus dilakukan, beban finansial akan semakin besar. Hal ini bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah keuangan yang berkepanjangan. Dalam jangka panjang, perilaku ini sangat berisiko dan sulit untuk dipulihkan jika tidak segera disadari.

Beauties, tidak semua yang terlihat mewah mencerminkan kondisi finansial yang sebenarnya. Perilaku seperti terlalu fokus pada penampilan, sering pamer, hingga memaksakan gaya hidup bisa menjadi tanda orang pura-pura kaya.

Dengan memahami tanda-tanda ini, kamu bisa lebih bijak dalam menilai dan tidak mudah terpengaruh oleh standar sosial yang tidak realistis. Ingat, menjadi kaya raya bukan hanya soal apa yang terlihat, tetapi tentang bagaimana seseorang mengelola keuangan dengan bijak dan bertanggung jawab.

Jadi, daripada sibuk terlihat kaya, lebih baik fokus membangun kestabilan finansial yang nyata dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, ketenangan hidup jauh lebih berharga daripada sekadar citra.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE