7 Rekomendasi Buku Favorit Dua Lipa, Sudah Masuk Daftar Bacaanmu?

Justina Nur | Beautynesia
Selasa, 14 Jul 2026 12:30 WIB
The Bee Sting Karya Paul Murray
The Bee Sting mengeksplorasi harapan dan penyesalan yang tumbuh di keluarga yang sedang mengalami krisis finansial./ Foto: Goodreads

Setelah viral kisah pernikahannya dengan Callum Turner, baru-baru ini Dua Lipa muncul dengan gebrakannya yaitu membuat perpustakaan bernama Manifesto di Porto, Portugal yang mengkurasi buku-buku yang dilarang beredar di dunia. Mungkin bagi sebagian orang, Dua Lipa selama ini dikenal sebagai seorang penyanyi yang berhasil merilis berbagai lagu hit yang mendunia. Namun, di balik kesibukannya sebagai musisi, pelantun lagu Don’t Start Now ini juga seorang booklovers atau pencinta buku.

Tidak cukup sampai di situ, Dua Lipa mewujudkan kecintaannya di dunia literasi dengan mendirikan Service95 Book Club, sebuah klub buku yang rutin mengajak semua orang untuk eksplor berbagai buku dari berbagai penulis dan genre. Melalui klub buku inilah, Dua Lipa juga secara aktif membagikan buku yang akan ia diskusikan lewat klub bukunya, dan daftar bacaan favoritnya. Judul buku yang ia bagikan pun berasal dari beragam genre dan penulis.

Jadi, kalau kamu sekarang sedang mencoba mengulik dan mencari bacaan baru, atau eksplor genre buku baru yang berkualitas, kamu bisa mencoba beberapa rekomendasi buku yang sempat disebut-sebut oleh Dua Lipa berikut ini.

The Bee Sting Karya Paul Murray

The Bee Sting mengeksplorasi harapan dan penyesalan yang tumbuh di keluarga yang sedang mengalami krisis finansial./ Foto: Goodreads

The Bee Sting sempat masuk menjadi Dua’s #MonthlyRead Februari 2025 lalu. Buku yang berhasil masuk Shortlisted for The Booker Prize 2023 dan menjadi Winner of An Post Irish Book of The Year 2023 ini mengisahkan keluarga Barnes yang sedang menuju kehancuran karena krisis finansial yang mereka alami.

Hal itu diperburuk dengan semakin renggangnya hubungan antar anggota keluarga, mulai dari Dickie yang dulu sukses tapi kini menuju bangkrut dan memilih membangun bunker antikiamat di hutan, istrinya diam-diam menjual perhiasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, putrinya, Cass yang dulu berprestasi kini menghabiskan waktu dengan minum-minuman keras, dan PJ yang meski baru berusia 12 tahun diam-diam ingin kabur dari rumah.

Dengan membaca The Bee Sting, para pembaca seolah diajak untuk mengeksplorasi hal-hal yang sebetulnya biasa terjadi di keluarga, mulai dari penyesalan hingga harapan.

The Vanishing Half Karya Brit Bennett

The Vanishing Half menggambarkan kondisi rasisme, dan fenomena passing terutama pada warga kulit berwarna di AS./ Foto: Goodreads

The Vanishing Half karya Brit Bennett adalah novel yang berhasil masuk daftar panjang nominasi National Book Award dan meraih banyak pujian dari kritikus sastra. Novel ini mengisahkan saudara kembar yang identik, Stella dan Desiree Vignes yang dibesarkan di sebuah komunitas warga kulit hitam di Amerika Serikat bagian selatan.

Akan tetapi, setelah kabur dari kampung halamannya tersebut saat berusia 16 tahun, hidup Stella dan Desiree berubah drastis. Bertahun-tahun kemudian mereka kembali ke kampung halaman, tapi dengan kondisi berbeda.

Desiree bersama putrinya yang berkulit hitam, sedangkan Stella menjadi seorang kulit putih. Bahkan, suaminya juga berkulit putih dan tidak tahu sama sekali tentang masa lalu dan identitas Stella.

Dari buku ini, kita bisa belajar tentang identitas ras dan fenomena passing, yaitu suatu kondisi ketika seseorang menyembunyikan identitas rasnya agar bisa diterima di kelompok lain.

If on a Winter's Night a Traveler karya Italo Calvino

If on a Winter's Night a Traveler karya Italo Calvino menceritakan keseruan yang akan dialami pembaca ketika mendapat kejutan saat membaca buku yang ‘rusak’./ Foto: Goodreads

If on a Winter’s Night a Traveler adalah buku klasik karya Italo Calvino, yang menceritakan tentang pengalaman membaca. Buku ini mengisahkan tokoh utama yaitu ‘The Reader’ atau ‘Sang Pembaca’ dan ‘The Other Reader’ atau ‘Pembaca Lain’. Tokoh utama tersebut mengalami pengalaman yang unik, yaitu ketika membaca buku sekitar 30 halaman, mereka akan menyadari bahwa buku tersebut rusak karena hanya berisi bab pertama yang terus berulang.

Akan tetapi, saat mereka kembali ke toko buku untuk menukar buku yang ‘rusak’ tersebut, mereka justru menemukan bahwa buku yang mereka cari adalah berasal dari penulis lain.

Kita kemudian diajak untuk mengikuti kejutan-kejutan yang dialami oleh para tokoh utama karena setiap buku baru yang mereka dapatkan justru kembali berganti menjadi cerita yang berbeda.

The Year of Magical Thinking Karya Joan Didion

The Year of Magical Thinking karya Joan Didion menceritakan memoar Joan Didion saat berjuang dalam kondisi duka dan bagaimana ia menyikapinya./ Foto: Goodreads

Buku memoar karya Joan Didion ini mengisahkan rangkaian peristiwa tragis yang terjadi di akhir 2003 pada kehidupan Joan Didion. Beberapa hari sebelum momen spesial mereka yaitu Natal, putri tunggal dan suaminya, John Gregory Dunne jatuh sakit.

Awalnya Joan mengira suaminya hanya terkena flu tapi justru terus memburuk hingga terkena syok septik dan harus dirawat di rumah sakit dalam kondisi koma lengkap dengan bantuan alat penunjang hidup.

Namun, di tengah kondisi penuh kecemasan ini, tiba-tiba suaminya meninggal dunia akibat serangan jantung. Putrinya yang sempat pulih justru kembali mengalami kondisi darurat, bahkan ia harus menjalani prosedur operasi otak selama enam jam.

Dari kisah hidup Joan Didion di buku ini, para pembaca diajak untuk memahami tentang kondisi kehilangan dan ketidakpastian, dan bagaimana duka bisa mengubah cara seseorang dalam memandang kematian, penyakit, hingga kehidupan itu sendiri.

Still Born Karya Guadalupe Nettel

Still Born menceritakan tentang keputusan menjadi ibu bagi seorang perempuan bukanlah sesederhana yang sering dibayangkan./ Foto: Goodreads

Still Born adalah novel yang menceritakan persahabatan antara dua orang perempuan, Alina dan Laura yang sama-sama berusia pertengahan 30-an, mandiri, dan lebih fokus mementingkan karier. Dari awal, keduanya juga yakin tidak pernah membayangkan masa depan memiliki anak. Bahkan, Laura mengambil keputusan permanen agar ia tidak memiliki keturunan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kehidupan mulai berubah. Alina mulai mempertimbangkan keinginannya menjadi seorang ibu. Lewat novel ini, kita akan melihat bagaimana perjalanan hidup kedua perempuan ini, dan bagaimana keputusan menjadi seorang ibu bagi perempuan bukan sesederhana yang sering dibayangkan.

One Hundred Years of Solitude Karya Gabriel García Márquez

One Hundred Years of Solitude karya Gabriel García Márquez merupakan novel bergaya magical realism, mengisahkan kehidupan tujuh generasi keluarga Buendia./ Foto: Goodreads

One Hundred Years of Solitude adalah salah satu buku yang jadi referensi Dua Lipa saat memberikan pidato di International Booker Prize beberapa waktu yang lalu.

Novel ini juga menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh sepanjang masa, bahkan menjadi novel paling terkenal dari Gabriel Garcia Marquez.

Novel dengan sentuhan magical realism ini mengisahkan kisah hidup tujuh generasi keluarga Buendia yang tinggal di suatu desa fiktif bernama Macondo. Selama lebih dari satu abad, keluarga-keluarga tersebut harus menghadapi ambisi, kondisi kesepian, hingga berbagai peristiwa ajaib di antara kehidupannya sehari-hari.

Dari novel ini, kita bisa melihat bagaimana Gabriel Garcia Marquez mampu menggambarkan kisah epik keluarga dan perjalanan manusia lewat sejarah, takdir, dan hubungan antargenerasi yang terus berulang.

Hermit Karya Chris McQueer

Hermit menceritakan tentang kondisi isolasi sosial, maskulinitas, dan dampak komunitas online sangat berpengaruh bagi anak-anak muda./ Foto: Goodreads

Hermit adalah novel debut karya penulis Chris McQueer asal Skotlandia yang menceritakan tema kesepian, kesehatan mental, dan pencarian jati diri dengan selingan dark humor.

Tokoh utama dari Hermit adalah Jamie Skelton, pemuda putus sekolah yang tidak punya pekerjaan, teman dekat, atau tujuan hidup yang jelas. Ia hidup di rumah bersama ibunya, Fiona yang sedang susah payah bertahan hidup usai keluar dari hubungan rumah tangga yang penuh kekerasan.

Fiona yang sadar bahwa hidup tidak bisa terus begini, mulai mendorong Jamie mencari pekerjaan. Namun, Jamie justru marah dan menyalahkan semuanya ke ibunya. Hingga suatu saat ia nekat pergi ke London untuk bertemu seseorang yang ia kenal dari forum internet. Hal yang tidak Jamie ketahui adalah, keputusannya ini justru membawanya hidup dalam bahaya.

Dari buku ini, Chris mengajak kita untuk menyelami kondisi isolasi sosial, maskulinitas, dan dampak komunitas online terutama bagi anak-anak muda. Selain itu, Chris juga menekankan bahwa tetap penting untuk menjalani hubungan antarmanusia dalam menghadapi kesepian.

Itu tadi Beauties deretan judul buku yang direkomendasikan Dua Lipa lewat klub buku Service95 Book Club. Ada yang sudah kamu baca?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE