7 Tanda Pasangan Kehilangan Rasa Dihargai dalam Pernikahan

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Sabtu, 31 Oct 2026 17:30 WIB
2. Merasa Usahanya Tidak Pernah Diapresiasi
Merasa usahanya tidak pernah diapresiasi/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Beauties, dalam pernikahan, rasa dihargai menjadi salah satu hal penting yang membantu pasangan merasa dicintai dan diperhatikan. Bukan hanya istri, suami juga membutuhkan pengakuan atas usaha, perhatian, dan tanggung jawab yang telah dilakukannya untuk keluarga.

Namun, seiring berjalannya waktu, kesibukan dan rutinitas sehari-hari terkadang membuat pasangan lupa menunjukkan apresiasi. Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, pasangan bisa merasa kehilangan pengakuan atas kontribusinya dan mulai mempertanyakan apakah usaha yang dilakukannya masih berarti bagi pasangan.

Dilansir dari Marriage.com dan Better Topics, perasaan tidak dihargai dalam pernikahan dapat berkaitan dengan kurangnya komunikasi, minimnya apresiasi, jarak emosional, hingga kebutuhan pasangan yang tidak terpenuhi. Meski demikian, perubahan perilaku tidak selalu menunjukkan bahwa pasangan kehilangan rasa dihargai, karena stres dan masalah pribadi juga dapat memengaruhi hubungan.

Lantas, apa saja tanda pasangan kehilangan rasa dihargai dalam pernikahan? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties.

1. Mulai Menarik Diri secara Emosional

Mulai menarik diri secara emosional/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan kedekatan emosional. Pasangan yang sebelumnya terbuka dalam bercerita mungkin mulai lebih banyak diam, jarang berbagi pengalaman, atau memilih menyimpan masalahnya sendiri.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang merasa percakapan dengan pasangannya tidak lagi memberikan kenyamanan atau respons yang diharapkan. Akibatnya, ia perlahan menarik diri untuk menghindari kekecewaan.

Ketika pasangan kehilangan rasa nyaman untuk mengekspresikan perasaannya, hubungan bisa terasa semakin jauh meskipun keduanya masih tinggal bersama. 

2. Merasa Usahanya Tidak Pernah Diapresiasi

Merasa usahanya tidak pernah diapresiasi/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Dalam pernikahan, usaha pasangan tidak selalu berbentuk hadiah atau tindakan romantis. Mengurus kebutuhan keluarga, bekerja, membantu pekerjaan rumah, dan menyediakan waktu untuk pasangan juga merupakan bentuk kontribusi yang patut diapresiasi. Namun, ketika usaha tersebut terus dianggap sebagai kewajiban tanpa ucapan terima kasih atau pengakuan, pasangan mungkin mulai merasa kehilangan penghargaan atas hal-hal yang telah dilakukannya.

Kurangnya apresiasi yang berlangsung berulang kali dapat membuat seseorang merasa dianggap remeh. Jika kondisi ini terus terjadi, suami bisa merasa kehilangan motivasi untuk menunjukkan perhatian seperti sebelumnya. Meski begitu, apresiasi sebaiknya diberikan secara timbal balik. Istri dan suami sama-sama membutuhkan pengakuan atas usaha yang mereka lakukan demi menjaga hubungan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

3. Tidak Lagi Berinisiatif Menunjukkan Perhatian

Tidak lagi berinisiatif menunjukkan perhatian/ Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Perubahan berikutnya bisa terlihat dari berkurangnya inisiatif untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti mengajak menghabiskan waktu bersama, merencanakan kegiatan berdua, atau memberikan perhatian kecil. Sebelumnya, pasangan mungkin terbiasa melakukan berbagai hal untuk membuat istrinya bahagia. Namun, ketika ia merasa usahanya tidak diperhatikan atau selalu dianggap kurang, semangat untuk berinisiatif bisa menurun.

Situasi ini dapat membuat istri merasa kehilangan kedekatan yang sebelumnya terjalin. Perubahan tersebut juga bisa menjadi kesempatan bagi pasangan untuk mengevaluasi apakah keduanya sudah saling memberikan perhatian dan rasa dihargai dalam hubungan. Meski demikian, berkurangnya perhatian tidak otomatis berarti pasangan sudah tidak mencintai pasangannya. Kelelahan, tekanan pekerjaan, dan persoalan pribadi juga bisa memengaruhi perilaku seseorang.

4. Lebih Sensitif ketika Mendapat Kritik

Lebih sensitif ketika mendapat kritik/ Foto: Pexels.com/ Yan Krukau

Kritik sebenarnya dapat membantu pasangan memperbaiki hubungan. Namun, cara penyampaian dan frekuensinya dapat memengaruhi bagaimana seseorang menerima kritik tersebut. Ketika pasangan kehilangan perasaan bahwa usahanya diapresiasi, komentar negatif yang terus-menerus mungkin membuatnya merasa bahwa apa pun yang dilakukannya tidak pernah cukup baik.

Akibatnya, ia bisa menjadi lebih defensif, mudah tersinggung, atau enggan membicarakan masalah tertentu. Dalam situasi seperti ini, pasangan mungkin merasa kehilangan kepercayaan diri dalam menjalankan perannya sebagai pasangan. Kondisi tersebut bukan berarti semua kritik harus dihindari. Sebaliknya, penting untuk menyeimbangkan masukan dengan pengakuan terhadap hal-hal yang sudah dilakukan dengan baik, sehingga kedua pihak tetap merasa didengar dan dihargai.

5. Merasa Pendapatnya Tidak Penting

Merasa pendapatnya tidak penting/ Foto: Pexels.com/ Keira Burton

Dalam hubungan yang sehat, keputusan penting idealnya dibicarakan bersama. Namun, jika pendapat pasangan berulang kali diabaikan atau keputusannya selalu ditentukan sepihak, ia mungkin merasa suaranya tidak lagi dianggap penting.

Sikap yang meremehkan pendapat pasangan dapat menimbulkan perasaan tidak dihargai. Ketika kondisi tersebut terus terjadi, pasangan kehilangan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan pandangannya secara nyaman.

Akibatnya, ia mungkin memilih diam atau berhenti menyampaikan pendapatnya karena merasa percakapan tidak akan membawa perubahan. Jika dibiarkan, pola komunikasi ini dapat membuat pasangan semakin sulit memahami satu sama lain. Padahal, menghargai pendapat bukan berarti harus selalu menyetujuinya. Istri dan suami tetap bisa memiliki pandangan berbeda sambil mendengarkan dan mempertimbangkan kebutuhan satu sama lain.

6. Lebih Memilih Menghabiskan Waktu Sendiri

Lebih memilih menghabiskan waktu sendiri/ Foto: Pexels.com/ amirhossein hasani

Setiap orang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Namun, jika pasangan terus-menerus menghindari waktu bersama dan tidak lagi tertarik membangun kedekatan, kondisi tersebut patut diperhatikan. Ia mungkin lebih memilih bekerja, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain daripada menghabiskan waktu berkualitas bersama istri.

Jarak emosional seperti ini dapat berkaitan dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi atau tekanan dari luar hubungan. Dalam beberapa situasi, pasangan kehilangan rasa dihargai dan memilih menyendiri karena merasa kurang mendapatkan dukungan atau perhatian. Meski demikian, penting untuk membedakan kebutuhan menyendiri yang wajar dengan kebiasaan menghindari pasangan secara terus-menerus. Membicarakan perubahan tersebut dengan tenang dapat membantu menemukan penyebabnya tanpa membuat pasangan merasa disudutkan.

7. Tidak Lagi Merespons Upaya Memperbaiki Hubungan

Tidak lagi merespons upaya memperbaiki hubungan/ Foto: Pexels.com/ Gustavo Fring

Tanda terakhir yang perlu diperhatikan adalah ketika pasangan terlihat tidak tertarik memperbaiki masalah dalam pernikahan. Ia mungkin menghindari percakapan serius, tidak merespons ajakan berdiskusi, atau berulang kali mengabaikan kesepakatan bersama. Kondisi ini bisa muncul ketika seseorang merasa lelah secara emosional atau menganggap bahwa usahanya selama ini tidak membawa perubahan.

Jika pasangan kehilangan rasa dihargai dan keyakinan bahwa masalah dapat diselesaikan bersama, jarak dalam hubungan berpotensi semakin besar. Namun, hal tersebut tidak bisa langsung diartikan bahwa ia sudah tidak peduli atau tidak mencintai pasangannya. Istri dan suami dapat mencoba membicarakan kebutuhan masing-masing tanpa saling menyalahkan. Jika komunikasi terus menemui jalan buntu, konseling pernikahan dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu keduanya memahami persoalan dan menemukan cara memperbaiki hubungan.

Beauties, ketika pasangan kehilangan perasaan bahwa kontribusi dan pendapatnya dihargai, hubungan bisa terasa semakin berjarak. Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak bisa dijadikan bukti pasti karena perubahan perilaku juga dapat dipengaruhi stres, kelelahan, dan masalah pribadi.

Untuk menjaga rasa dihargai dalam pernikahan, pasangan perlu membangun komunikasi yang terbuka, memberikan apresiasi secara tulus, serta mendengarkan kebutuhan satu sama lain. Sebab, hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling banyak berkorban, melainkan bagaimana kedua pihak saling menghormati dan berusaha bersama.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE