7 Tips Hemat Bensin saat Harga BBM Naik dan Stok Langka
Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran membuat Iran akhirnya menutup operasional Selat Hormuz. Padahal, selat ini sangat penting bagi banyak negara karena menjadi jalur perdagangan minyak. Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia, dan ditutupnya Selat Hormuz dikhawatirkan berpotensi berpengaruh pada stok bensin atau BBM di Tanah Air.Â
Padahal, BBM adalah salah satu sumber energi yang penting untuk kehidupan sehari-hari, termasuk untuk transportasi. Jika stok BBM langka dan akhirnya harga bensin jadi melonjak, tentu membuat kita jadi repot dan sulit beraktivitas seperti biasa.
Meski begitu, ada baiknya jika kita mulai dari sekarang untuk tidak terlalu bergantung pada sumber energi tersebut. Oleh karena itu, untuk menyiasati sekaligus menyiapkan diri dari kelangkaan BBM, kamu bisa melakukan beberapa cara seperti berikut.
Rencanakan Rute Perjalanan Sebelumnya
Sebelum berangkat dan menyalakan kendaraan, pastikan kamu telah merencanakan rute perjalanan agar bensin yang terpakai tidak sia-sia karena lewat di jalan yang salah atau terjebak macet./ Foto: Freepik.com/pvproductions
Sebelum kamu menyalakan mobil atau motor untuk pergi ke suatu tempat, kamu perlu merencanakan rute perjalanan untuk membantu menghindari perjalanan tambahan yang tidak diperlukan dan mencegah boros bensin.
Selain itu, saat bepergian sebaiknya kamu membawa camilan dan air minum dari rumah. Dengan begitu, kamu tidak perlu sering berhenti di minimarket untuk membeli makanan yang bisa menambah pengeluaran sekaligus membuat bensin lebih cepat habis karena keluar dari rute perjalanan yang sudah direncanakan sebelumnya.
Gunakan Bensin Regular Jika Memungkinkan
Jika memungkinkan, pilih bensin berkualitas regular, tidak perlu premium asal sesuai dengan kendaraanmu../ Foto: Freepik.com
Jika kendaraan yang kamu gunakan hanya membutuhkan bensin dengan kualitas regular, menggunakan bensin kriteria premium tidak akan membuat kendaraanmu jadi lebih hemat bahan bakar. Hal ini justru membuatmu mengeluarkan banyak uang atau jadi lebih boros.
Meski begitu, tetap sesuaikan kriteria kendaraan atau mobil yang kamu gunakan, apakah masih boleh menggunakan BBM bersubsidi atau tidak.
Matikan Mesin Kendaraan Saat Menunggu
Menyalakan mobil tanpa bergerak bisa menghabiskan sekitar seperempat hingga setengah galon bensin per jam./ Foto: Freepik.com/prostooleh
Membiarkan mesin mobil atau motor tetap menyala ketika kamu berhenti justru dapat menghabiskan bensin. Dilansir dari The Economic Times, menyalakan mobil tanpa bergerak bisa menghabiskan sekitar seperempat hingga setengah galon bensin per jam.
Lebih baik kamu menyalakan kembali mesin yang masih hangat, karena hanya membutuhkan bahan bakar setara sekitar 10 detik. Oleh karena itu, jika kamu berhenti lebih dari satu menit dan situasinya aman, sebaiknya matikan mesin mobil.
Perhatikan Cara Mengemudi
Coba berkendara dengan lebih santai. Hindari langsung menginjak pedal gas terlalu cepat ketika lalu lintas berubah hijau karena pemakaian bahan bakar jadi semakin boros./ Foto: Freepik.com/javi_indy
Cara berkendara dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Banyak pengemudi yang terlalu cepat menginjak pedal gas saat lampu lalu lintas berubah hijau, padahal hal ini bisa membuat pemakaian bahan bakar semakin boros.
Dilansir dari Newsweek, efisiensi bahan bakar biasanya paling optimal pada kecepatan sekitar 80 km/jam. Oleh karena itu, kamu bisa mengurangi kecepatan 8-16 km/jam saat di jalan tol untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sampai 14%.
Selain itu, kamu juga bisa mengemudi dengan lebih santai, hindari tiba-tiba menginjak pedal gas, dan memanfaatkan fitur yang ada di mobil seperti cruise control yang berfungsi mengatur kecepatan mesin stabil tanpa membutuhkan pijakan pedal gas sehingga konsumsi BBM akan semakin optimal.
Pastikan Ban Tidak Kempes
Ban yang kurang angin akan membuat kendaraan membutuhkan lebih banyak bahan bakar sehingga jika ban sudah kempes, maka bensin jadi semakin boros./ Foto: Freepik.com
Tekanan angin pada keempat ban mobil atau ban motor harus sesuai agar konsumsi bensin lebih efisien. Hal ini karena selain kinerja mesin, kondisi ban dapat menentukan seberapa banyak jarak tempuh per liter bensin.
Ban yang kurang angin akan membuat kendaraan membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Akibatnya, kamu harus lebih sering mengisi bensin yang pada akhirnya justru menambah pengeluaran atau membuatmu semakin boros.
Gunakan Transportasi UmumÂ
Gunakan transportasi umum karena lebih terjangkau dan membuatmu tidak harus beli bensin./ Foto: Freepik.com
Transportasi umum adalah pilihan yang paling terjangkau, aman dan dapat diandalkan jika kamu berada di kota yang menyediakan fasilitas seperti ini. Kamu bisa memanfaatkan bus, feeder atau angkutan umum, KRL atau MRT untuk pergi bekerja atau beraktivitas.
Selain lebih hemat, jalan kaki ke halte atau stasiun juga membuat tubuhmu lebih aktif secara fisik sehingga cara ini bisa membantu menyehatkan tubuh.
Jalan Kaki atau Bersepeda
Gunakan sepeda atau jalan kaki jika lokasi tujuanmu cukup dekat, karena rendah emisi dan tidak perlu beli bensin./ Foto: Freepik.com/ArthurHidden
Jika jarak tempat yang kamu tuju dengan tempat asalmu cukup dekat, misalnya hanya 1-2 km dan ada jalan yang aman serta nyaman untuk jalan kaki, lebih baik kamu berjalan kaki. Selain itu, jika jaraknya cukup jauh lebih dari 2 km, kamu bisa memanfaatkan sepeda.
Cara ini tidak hanya lebih rendah emisi dan mampu menghemat pengeluaran karena tidak perlu beli bensin terus-menerus, kamu juga lebih sehat sekaligus menurunkan kontribusi polusi udara dan suara.
Itu tadi Beauties, deretan cara yang bisa kamu lakukan untuk bersiap jika suatu saat BBM langka atau harga bensin jadi melonjak.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!