7 Tips Mengurangi Penggunaan Plastik Sehari-hari, Makin Hemat 'In This Economy'

Justina Nur | Beautynesia
Rabu, 01 Jul 2026 07:30 WIB
Disiplin Bawa Tumbler
Jangan lupa membawa tumbler atau botol minum saat keluar rumah agar tidak perlu membeli minuman kemasan yang dikemas dalam botol plastik./ Foto: magnific.com/freepik

Akhir-akhir ini harga berbagai produk yang menggunakan plastik mengalami kenaikan. Hal itu mulai dari kantong belanja, wadah makanan, hingga kebutuhan rumah tangga kita sehari-hari, semuanya ikut naik akibat harga plastik naik.

Di kondisi ekonomi seperti sekarang, kenaikan harga apa pun, termasuk harga plastik membuat kita jadi berpikir ulang dan cermat saat berbelanja. Namun, tidak dapat dipungkiri, kenaikan harga plastik ini bisa kita manfaatkan sebagai momentum untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. 

Oleh karena itu, yuk, coba lakukan tips mengurangi penggunaan plastik berikut ini untuk kebutuhan sehari-hari berikut ini agar kita tidak terlalu terdampak kenaikan harga plastik!

Disiplin Bawa Tumbler

Jangan lupa membawa tumbler atau botol minum saat keluar rumah agar tidak perlu membeli minuman kemasan yang dikemas dalam botol plastik./ Foto: magnific.com/freepik

Seperti yang dilansir dari Recycling Today, ternyata rata-rata kita menggunakan 167 botol plastik setiap tahun. Oleh karena itu, untuk mengurangi efek kenaikan harga plastik sekaligus mencegah ratusan botol plastik hanya berakhir di tempat sampah atau saluran air, kamu bisa beralih dengan membawa botol minum isi ulang atau tumbler.

Jangan lupa untuk selalu membawa botol minum tersebut saat keluar rumah, baik saat kuliah, ke kantor, atau untuk hangout. Bahkan, dengan membawa botol minum kamu bisa mengisi air putih secara gratis di beberapa tempat seperti stasiun kereta api.

Meski begitu, kamu tetap harus cermat saat membeli botol minum. Coba pilih botol minum yang terbuat dari stainless steel, kaca, atau plastik yang bebas BPA agar lebih aman untuk kesehatanmu.

Bawa Tas Belanja Sendiri

Selalu simpan tas belanja yang bisa dipakai ulang di dalam tas, sehingga bisa kamu gunakan untuk belanja sewaktu-waktu./ Foto: Magnific.com/freepik

Menurut laporan Recycling Today, di seluruh dunia, manusia menggunakan sekitar 5 triliun kantong plastik setiap tahun. 5 triliun sampah tentu adalah angka yang sangat besar, apalagi sebagian besar plastik tersebut hanya dipakai sekali lalu dibuang begitu saja.

Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan plastik dan jumlah sampah plastik, ada baiknya jika mulai sekarang kamu menyimpan beberapa tas kain di tas atau kendaraan, sehingga saat kamu belanja, kamu tidak perlu menggunakan kantong plastik sekali pakai lagi.

Pilih Produk Perawatan Diri yang Lebih Ramah Lingkungan

Gunakan produk perawatan diri seperti sikat gigi yang terbuat dari bambu./ Foto: Magnific.com/freepik

Dilansir dari Recycling Today, setiap tahun ada 3,6 miliar sikat gigi plastik yang digunakan di seluruh dunia dan banyak yang akhirnya terbuang hingga di laut atau di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Mengingat produk perawatan diri seperti sikat gigi biasanya dibuat dari plastik, tentu akan berbahaya jika sampah sikat gigi tersebut mencemari lingkungan. 

Maka dari itu, jika memungkinkan cobalah untuk mencari dan menggunakan sikat gigi yang terbuat dari bambu, beralih ke siwak, memilih menggunakan alat cukur reusable, dan produk cotton bud yang mudah terurai oleh alam sebagai alternatif yang lebih baik.

Membawa Bekal dari Rumah

Hindari membeli makan siang take away atau delivery karena kemasannya biasanya terbuat dari plastik dan akan menyumbang sampah plastik sekali pakai./ Foto: magnific.com/freepik

Seperti yang dilansir dari The Guardian, pada 2019 lalu ternyata setiap karyawan di kantoran rutin membeli makan siang take away dan menyumbang sekitar 10,7 miliar sampah plastik sekali pakai.

Untuk mencegah hal itu terulang lagi, ada baiknya kamu mulai sekarang membawa bekal dari rumah untuk makan siang. Tidak perlu ribet, kamu bisa memasak porsi lebih banyak saat makan malam, lalu membawa sisanya ke kantor dalam kotak makan keesokan harinya.

Selain itu, kalau kamu tidak sempat memasak, kamu bisa membawa wadah makan sendiri yang bisa digunakan berulang kali. Setelah makan siang, kamu bisa langsung cuci wadah makan tersebut di pantry dan bisa digunakan lagi.

Pilih Sabun Batang

Sabun batang biasanya dikemas menggunakan kertas sehingga tidak boros plastik dan lebih ramah lingkungan./ Foto: magnific.com/atlascompany

Di kondisi ekonomi seperti sekarang, menggunakan sabun batang tentu lebih hemat daripada membeli dan menggunakan sabun cair. Selain lebih hemat dari segi biaya, sabun batang biasanya dikemas menggunakan kertas atau kardus yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, sebaiknya kamu juga tidak kalap waktu melihat diskon atau menonton barang-barang perawatan kulit yang dipajang di display toko. Pastikan kamu menerapkan prinsip ‘habiskan dulu produk yang sudah ada’ agar lebih hemat uang dan tidak membuang plastik sekali pakai lebih banyak.

Menggunakan Celana Menstruasi atau Pembalut dari Kain

Pilih produk pembalut atau celana menstruasi yang terbuat dari kain karena minim penggunaan plastik dan bisa mengurangi sampah plastik./ Foto: Magnific.com/freepik

Mungkin kamu tidak sadar bahwa pembalut dan tampon mengandung cukup banyak plastik. Bahkan, dalam satu bungkus pembalut bisa mengandung plastik setara dengan lima kantong belanja plastik.

Selain itu, tampon juga sering menggunakan pembungkus plastik, aplikator dari plastik, sampai komponen penyerap yang juga mengandung plastik.

Oleh karena itu, kamu bisa mencoba menggunakan produk menstruasi yang bisa dikenakan berulang kali, contohnya seperti pembalut atau celana menstruasi yang terbuat dari kain yang bisa mengurangi sampah plastik sampai 99 persen. Tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga sekaligus menghemat biaya dalam jangka panjang.

Pilih Makan di Tempat daripada Delivery Online

Makanan yang dipesan lewat delivery online biasanya membutuhkan plastik lebih banyak sehingga harganya bisa semakin mahal dan sampah plastik semakin meningkat./ Foto: magnific.com/pvproductions

Salah satu alasan utama mengapa sekarang ada banyak sampah kemasan makanan adalah karena kebiasaan makan yang serba cepat dan praktis, contohnya seperti membeli makan lewat drive-thru, take away, atau pesan di layanan delivery online yang diantar oleh ojek online.

Padahal, kebiasaan ini bisa bikin sampah plastik yang susah terurai jadi semakin menumpuk. Maka dari itu, sesekali cobalah untuk meluangkan waktu menikmati makanan atau minuman tersebut di tempat bersama keluarga dan teman.

Jika penjual tetap memberikan wadah sekali pakai, kamu juga bisa menawarkan untuk menggunakan wadah reusable yang sudah kamu bawa dari rumah sehingga sampah plastik tidak semakin menumpuk

Itu tadi Beauties, beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari, ketika harga plastik semakin mahal. Tidak hanya bikin kamu lebih ramah lingkungan, tapi juga semakin hemat!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

RELATED ARTICLE