78 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT, Bantuan Masih Terus Disalurkan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 21 Aug 2026 11:00 WIB
78 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT, Bantuan Masih Terus Disalurkan
78 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT, Bantuan Masih Terus Disalurkan/ Foto: Yufengki Bria/detikBali

Beauties, korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7.7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus bertambah. Berdasarkan laporan BNPB, hingga hari Kamis (20/8/2026) pukul 17.00 WIB, korban meninggal mencapai 78 jiwa dan 953 orang luka-luka.

Di sisi lain, jumlah pengungsi juga terus meningkat karena banyaknya gempa susulan. BNPB mencatat sebanyak 95.871 orang mengungsi. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers BNPB, Kamis (20/8), dikutip dari CNN Indonesia, menjabarkan bahwa peningkatan jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Nagekeo, yakni sebanyak 21.883 jiwa. Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 1.556 jiwa.

Kerusakan Bangunan dan Bantuan Masih Terus Disalurkan

Kondisi Puskesmas Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT, rusak total akibat guncangan gempa bumi, Rabu (19/8/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)

Kondisi Puskesmas Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT, rusak total akibat guncangan gempa bumi, Rabu (19/8/2026)./ Foto: Yufengki Bria/detikBali

Banyak bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi, Beauties. BNPB mencatat sebanyak 38.898 rumah rusak parah, dengan rincian 14.735 rumah rusak berat, 9.178 rumah rusak sedang, dan 14.985 rumah rusak ringan.

Ratusan fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah juga rusak parah. Mengutip CNN Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyampaikan, "Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan. Dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di 7 kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.”.

Sebanyak 923 sekolah terpaksa diliburkan sementara akibat gempa, sedangkan 30 sekolah melangsungkan pembelajaran tatap muka, 35 menjalankan sekolah darurat, dan 171 menjalankan pembelajaran jarak jauh. Ruang kelas darurat turut dibuka secara bertahap supaya murid dapat belajar dari pengungsian.

“Pelaksanaan pembelajaran mengikuti kebijakan dari Gubernur NTT untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah dan di tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai karena gempa susulan yang masih terus berlangsung," imbuh Atip.

Hingga saat ini, mengutip dari situs BNPB, distribusi logistik bantuan kepada korban gempa NTT masih terus dikerahkan oleh BNPB bersama BPBD di kabupaten terdampak. Di wilayah NTT, pos pendukung logistik dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere. Tak hanya itu, masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia turut membantu menyalurkan bantuan logistik, termasuk ke titik-titik baru yang belum menerima bantuan, khususnya di wilayah pelosok.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE