8 Amalan Kecil Tapi Berpahala Besar di Hari Raya Idulfitri

Belinda Safitri | Beautynesia
Kamis, 19 Mar 2026 13:00 WIB
5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat Idulfitri
Berjalan kaki menuju tempat salat Idulfitri/ Foto: Freepik.com/freepik

Beauties, Idulfitri adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Suasana bahagia, hidangan khas Lebaran, dan momen berkumpul bersama keluarga menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun di balik itu semua, ada nilai spiritual yang tetap perlu dijaga. 

Pada hari raya ini, terdapat banyak amalan yang sering dianggap sepele, padahal memiliki ganjaran pahala yang besar di sisi Allah Swt. Menariknya, amalan-amalan ini tidak membutuhkan usaha berat. Dilansir dari laman resmi Kemenag dan NU Online, berikut beberapa amalan kecil tapi berpahala besar di Hari Raya Idulfitri. 

1. Mandi Sunah

Mandi/ Foto: Freepik.com/jcomp

Salah satu amalan yang dianjurkan pada Hari Raya Idulfitri adalah mandi sunah. Kesunahan ini berlaku bagi laki-laki, perempuan, bahkan perempuan yang sedang haid atau nifas. Orang yang tidak menghadiri salat Id karena sakit atau uzur lainnya pun tetap dianjurkan melakukannya sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.

Waktu mandi dimulai sejak tengah malam 1 Syawal hingga terbenam matahari di hari tersebut. Namun, yang lebih utama dilakukan setelah terbit fajar. Adapun niatnya adalah:

نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat mandi Idulfitri, sunnah karena Allah.

Mandi ini bukan sekadar membersihkan tubuh, melainkan simbol kesiapan menyambut hari penuh berkah dengan kondisi terbaik.

2. Makan Sebelum Berangkat Salat Idulfitri

Makan sebelum berangkat salat Idulfitri/ Foto: Freepik.com/freepik

Pada Idulfitri, umat Islam dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat. Hal ini berbeda dengan Iduladha yang justru dianjurkan makan setelah salat. Anjuran ini menegaskan bahwa Idulfitri bukan lagi hari berpuasa, melainkan hari berbuka dan bergembira.

Rasulullah saw. memberi contoh dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat ke tempat salat. 

"Pada waktu Idulfitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

Amalan ini menjadi dasar bahwa Idulfitri termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa. Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa berniat tidak berpuasa pada hari tersebut berpahala seperti orang yang berpuasa di hari yang dibolehkan.  

3. Memperbanyak Takbir

Memperbanyak takbir/ Foto: Freepik.com/freepik

Menghidupkan malam dan pagi Idulfitri dengan takbir merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Takbir menjadi simbol kemenangan dan pengagungan kepada Allah Swt. setelah menyempurnakan ibadah Ramadan. Amalan ini bukan sekadar lantunan suara, melainkan bentuk pengakuan atas kebesaran Sang Pencipta.

Anjuran ini selaras dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an: "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah." (QS. Al-Baqarah: 185).

Takbir Idulfitri dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga takbiratul ihram salat Id. Ada takbir muqayyad (dibaca setelah salat) dan takbir mursal (dibaca kapan saja). Pendapat lain menyebutkan waktunya berakhir saat masuk waktu salat Id, sebagaimana dijelaskan dalam Busyra al-Karim. 

Adapun salah satu bacaan takbir yang utama adalah:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ .اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ  

4. Berpakaian Terbaik

Berpakaian terbaik/ Foto: Freepik.com/freepik

Idulfitri adalah hari untuk menampakkan kegembiraan, Beauties. Karena itu, dianjurkan untuk berhias secukupnya dengan membersihkan badan, memotong kuku, memakai wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik. Lebih utama memakai pakaian putih, kecuali jika ada pakaian lain yang lebih bagus.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Zakariyya al-Anshari dalam Asna al-Mathalib (juz 1, hal. 281). Tradisi mengenakan pakaian baru saat lebaran pun memiliki dasar kuat sebagai bentuk menebarkan syiar kebahagiaan. Namun, bagi perempuan tetap wajib memperhatikan batasan syariat seperti menjaga aurat dan tidak berhias berlebihan di hadapan non-mahram.

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat Idulfitri

Berjalan kaki menuju tempat salat Idulfitri/ Foto: Freepik.com/freepik

Menuju tempat salat Idulfitri dengan berjalan kaki dianjurkan bagi yang mampu. Amalan ini terlihat sederhana, tetapi memiliki nilai spiritual karena setiap langkah dihitung sebagai kebaikan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا

Artinya: Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat salat Id dengan berjalan. (HR. al-Tirmidzi, hasan).

Bagi yang tidak mampu berjalan seperti orang tua atau yang memiliki keterbatasan fisik, diperbolehkan menggunakan kendaraan. Intinya, amalan ini adalah bentuk kesungguhan menyambut ibadah dengan penuh semangat, namun tanpa pemaksaan. 

6. Mengambil Jalan Berbeda saat Pergi dan Pulang Salat

Mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang salat/ Foto: Freepik.com/freepik

Rasulullah saw. menganjurkan mengambil jalan berbeda ketika pergi dan pulang dari salat Idulfitri. Hal ini diriwayatkan dalam hadis sahih riwayat al-Bukhari. Para ulama menjelaskan bahwa salah satu hikmahnya adalah memperbanyak tempat yang menjadi saksi ibadah kita.

Dalam penjelasan para ulama seperti yang disebut dalam Mughni al-Muhtaj (juz 1, halaman 591), amalan ini juga menjadi cara memperluas syiar Islam di tengah masyarakat. Dengan langkah yang berbeda, seseorang memperbanyak kesempatan bertemu dan menyebarkan salam serta kebahagiaan.

7. Bersilaturahmi dan Saling Mendoakan

Bersilaturahmi/ Foto: Freepik.com/freepik

Mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat pada hari raya bukan sekadar tradisi budaya. Sejak zaman Rasulullah saw., silaturahmi telah menjadi bagian dari praktik hari raya. Rasulullah saw. mengunjungi para sahabat, dan mereka pun saling mendoakan.

Momentum ini menjadi sarana mempererat hubungan yang mungkin renggang. Saling mendoakan kebaikan di hari raya juga menghadirkan keberkahan, menghapus kesalahpahaman, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama Muslim.

8. Memberi Ucapan Selamat dan Bersalaman

Memberi ucapan selamat dan bersalaman/ Foto: Freepik.com/freepik

Memberikan ucapan selamat di hari raya merupakan tradisi yang memiliki landasan dalam riwayat para sahabat. Al-Imam al-Baihaqi mengumpulkan sejumlah riwayat tentang praktik tahniah di hari raya. Meski sebagian sanadnya lemah, para ulama membolehkannya karena didukung dalil umum tentang anjuran bersyukur dan saling mendoakan.

Ucapan seperti “taqabbala allahu minna wa minkum”, “minal aidin wal faizin”, atau “mohon maaf lahir batin” termasuk dalam bentuk tahniah yang dianjurkan. Bahkan, Syekh Ali Syibramalisi menyebutkan bahwa bersalaman juga dapat menjadi bagian dari tahniah. Olehnya itu, ucapan sederhana di hari raya bisa menjadi amalan kecil dengan pahala besar jika diniatkan untuk kebaikan dan mempererat persaudaraan.

Jadi, itulah sejumlah amalan kecil tapi berpahala besar di Hari Raya Idulfitri. Jangan lupa amalkan ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE