8 Daftar Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia, Ada yang Tembus 54 Jam per Minggu!

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 15 Jul 2026 12:00 WIB
8. Lebanon
Lebanon/ Foto: Amnesty International

Di banyak negara, jam kerja 40 jam per minggu atau sekitar 8 jam per hari masih dianggap sebagai standar yang ideal untuk menjaga produktivitas sekaligus keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, tahukah kamu Beauties bahwa ada sejumlah negara yang mencatat rata-rata jam kerja mingguan jauh lebih tinggi, bahkan mencapai lebih dari 50 jam lho. 

Panjang pendeknya jam kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari struktur ekonomi, dominasi sektor informal, kebutuhan tenaga kerja, hingga budaya kerja yang berkembang di masing-masing negara. Dilansir dari Indian Express, simak daftar negara dengan jam kerja terpanjang di dunia beserta alasan yang melatarbelakanginya! 

1. Bhutan

Bhutan/ Foto: Daily Bhutan

Bhutan menempati posisi pertama dengan rata-rata jam kerja sekitar 54,4 jam per minggu. Sebagian besar aktivitas ekonomi negara ini masih ditopang oleh sektor pertanian, usaha kecil, dan pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, sehingga jam kerja cenderung lebih panjang dibandingkan banyak negara lain.

Keterbatasan infrastruktur dan tingginya ketergantungan terhadap pekerjaan manual membuat banyak pekerja harus menghabiskan waktu lebih lama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut pada akhirnya menimbulkan kelelahan fisik sekaligus mengurangi waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga.

2. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab/ Foto: Business Setup

Sebagai salah satu pusat bisnis dan perdagangan dunia, Uni Emirat Arab memiliki kebutuhan tenaga kerja yang sangat tinggi. Berbagai sektor seperti konstruksi, jasa, keuangan, hingga pariwisata beroperasi dengan ritme kerja yang cepat sehingga jam kerja panjang hingga mencapai 50,9 jam per minggu sudah menjadi hal yang umum.

Meski terdapat kebijakan cuti dan hari libur yang cukup fleksibel, tuntutan pekerjaan tetap tinggi. Akibatnya, sebagian pekerja menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental.

3. Lesotho

Lesotho/ Foto: The Standart

Negara yang terletak di Afrika bagian Selatan ini menduduki posisi ketiga dengan rata-rata jam kerja sekitar 50,4 jam per minggu. Perekonomian negara ini masih bergantung pada sektor manufaktur, pertanian, dan pertambangan yang sering kali membutuhkan waktu kerja lebih panjang.

Bagi banyak masyarakat, bekerja lebih lama menjadi cara untuk memperoleh pendapatan yang cukup di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat keseimbangan antara pekerjaan dan waktu pribadi menjadi lebih sulit dicapai.

4. Kongo

Kongo/ Foto: ABC News

Kongo menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, termasuk tingkat kemiskinan yang masih tinggi dan terbatasnya kesempatan kerja formal. Banyak masyarakat menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan pertambangan yang menuntut waktu kerja cukup panjang dengan rata-rata sekitar 48,6 jam per minggu. 

Jam kerja yang tinggi sering kali dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, beban kerja berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko kelelahan fisik, stres, dan menurunnya kualitas hidup para pekerja.

5. Qatar

Qatar/ Foto: Aljazeera

Sebagai negara dengan industri energi dan pembangunan yang berkembang pesat, Qatar membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Banyak pekerja, terutama pekerja migran, menjalani jam kerja yang panjang sekitar 48 jam per minggu atau bahkan lebih sesuai kebutuhan proyek dan sektor industri.

Walaupun menawarkan penghasilan yang relatif kompetitif, ritme kerja yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja di negara ini. Jarak dengan keluarga dan tekanan pekerjaan dalam jangka panjang pun kerap memengaruhi kesejahteraan mental para pekerja.

6. Liberia

Liberia/ Foto: Wood Central

Liberia masih berupaya membangun kembali perekonomiannya melalui sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Aktivitas di sektor-sektor tersebut sering kali membutuhkan waktu kerja yang panjang agar target produksi dapat tercapai.

Di tengah keterbatasan sumber daya dan kesempatan kerja, banyak pekerja rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dengan rata-rata mencapai 47,7 jam per minggu. Situasi ini tak jarang meningkatkan kelelahan serta tekanan psikologis akibat tuntutan ekonomi yang tinggi.

7. Mauritania

Mauritania/ Foto: United Nations Sustainable

Mauritania mencatat rata-rata jam kerja sekitar 47,6 jam per minggu. Perekonomian negara ini banyak ditopang oleh sektor pertambangan, peternakan, dan perikanan yang membutuhkan keterlibatan tenaga kerja dalam waktu cukup lama.

Jam kerja yang panjang menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, waktu luang yang terbatas dapat menyulitkan pekerja untuk beristirahat maupun menjalani aktivitas bersama keluarga.

8. Lebanon

Lebanon/ Foto: Amnesty International

Lebanon memiliki rata-rata jam kerja sekitar 47,6 jam per minggu. Berbagai tantangan ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak pekerja harus bekerja lebih lama untuk mempertahankan penghasilan.

Jam kerja yang tinggi menjadi salah satu konsekuensi dari kondisi ekonomi yang belum stabil. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja di negara ini. 

Itulah delapan negara dengan rata-rata jam kerja terpanjang di dunia. Kalau harus bekerja dengan jam kerja seperti itu, kamu kira-kira sanggup tidak nih, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE