8 Daftar Negara yang Berikan Tunjangan untuk Ibu Hamil

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 22 Feb 2026 13:00 WIB
8 Daftar Negara yang Berikan Tunjangan untuk Ibu Hamil
Daftar negara yang berikan tunjangan ibu hamil/ Foto: Freepik.com/jcomp

Biaya hidup yang semakin tinggi dan ketidakstabilan pekerjaan memegang peranan penting dalam keputusan memiliki seorang anak bagi pasangan menikah. Banyak dari mereka yang memilih ‘childfree’ karena pertimbangan matang terkait kesiapan mental, stabilitas finansial, hingga isu overpopulasi.

Namun, rendahnya angka kelahiran di beberapa negara dikhawatirkan akan mengalami krisis populasi. Tak ingin angka kelahiran terus merosot, pemerintah pun melakukan berbagai kebijakan yang menarik dan menguntungkan. Salah satunya dengan memberikan tunjangan kepada ibu hamil.

Lantas, negara mana saja yang memberikan tunjangan kepada ibu hamil? Melansir dari Pulse berikut informasi lengkapnya. Simak!

1. Korea Selatan

Ilustrasi keluarga di Korea Selatan/ Foto: Freepik.com/freepik

Sejak beberapa tahun terakhir, Korea Selatan mengalami krisis populasi serius dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Jumlah penurunannya mencapai 8% pada tahun 2023, berbanding jauh di bawah tingkat penggantian sebesar 2,1 anak per perempuan untuk menjaga kestabilan jumlah populasi.

Untuk mengatasinya, pemerintah Korea Selatan memberikan berbagai tunjangan komprehensif bagi ibu hamil. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), pemerintah memberikan tunjangan dalam bentuk e-voucher (Haeungbok Card) senilai KRW1 juta atau sekitar Rp12 juta untuk biaya pemeriksaan, termasuk kontrol dokter, USG, dan vitamin.

Sejak tahun 2022, terdapat tunjangan persalinan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, yang dikenal dengan ‘First Encounter Vouchers’. Melalui program ini, orang tua anak akan menerima pembayaran tunai sebesar KRW2 juta (sekitar Rp23 juta) ketika bayinya lahir. Kebijakan tersebut meningkat menjadi KRW3 juta (setara Rp35 juta) untuk anak kedua atau lebih.

Selain itu, di beberapa daerah, salah satunya Seoul, memberikan voucher transportasi khusus untuk ibu hamil senilai KRW700.000 (sekitar Rp8 juta) untuk biaya taksi atau bahan bakar. Pemerintah Seoul juga memberikan dukungan biaya tes dan layanan tambahan bagi ibu hamil di atas usia 35 tahun, serta layanan penitipan anak.

Berkat kebijakan luar biasa ini, Korea Selatan mengalami kenaikan angka kelahiran sebesar 6,2% hingga November 2025, tertinggi sejak dekade terakhir.

2. Jepang

Ilustrasi keluarga di Jepang/ Foto: Freepik.com/freepik

Sama halnya dengan Korea Selatan, Jepang juga mengalami penurunan angka kelahiran terendahnya pada tahun 2024, dengan jumlah bayi yang lahir di bawah 700 ribu. Angka ini turun 5,7% dari tahun sebelumnya dan terparah dalam dekade terakhir.

Salah satu faktor utamanya adalah biaya hidup yang semakin mahal, termasuk biaya membesarkan anak. Hal tersebut mendorong penurunan jumlah pernikahan setiap tahunnya.

Namun tak tinggal diam, pemerintah Jepang meluncurkan subsidi dana bagi warganya untuk memiliki momongan. Ibu hamil mendapat tunjangan sebesar JPY500.000 (sekitar Rp55 juta) per anak, untuk membantu biaya persalinan. Pemerintah juga menyediakan voucher pemeriksaan kehamilan gratis.

Selain itu, ibu hamil juga berhak mendapatkan perlindungan kerja, cuti melahirkan, serta hak cuti bagi ayah untuk menemani istri melahirkan dan merawat bayi, yang dikenal sebagai Shuseiji Ikuji Kyugyo.

3. China

Ilustrasi keluarga di China/ Foto: Freepik.com/freepik

Sebagai upaya meningkatkan angka kelahiran yang menurun, Pemerintah China menerapkan berbagai tunjangan dan insentif keuangan untuk mendukung ibu hamil. Kebijakan ini mencakup biaya melahirkan, biaya membesarkan anak, serta rencana menanggung seluruh biaya medis terkait pemeriksaan kehamilan dan persalinan dalam asuransi kesehatan nasional pada tahun 2026.

Beberapa daerah seperti Jilin, Jiangsu, dan Shandong, telah lebih dulu memberikan subsidi tunai secara penuh. Misalnya, biaya untuk anak ketiga sebesar CNY100.000 (sekitar Rp245 juta).

Pemerintah juga memberikan subsidi tunai sebesar CNY3.000 (setara Rp7,3 juta) per tahun untuk anak di bawah usia tiga tahun. Sementara itu, ibu melahirkan akan mendapatkan hak cuti melahirkan dasar selama minimal 98 hari, serta tetap mendapat sekitar 70-80% gaji.

4. Singapura

Singapura/ Foto: Unsplash.com/ANKUR MADAN

Berbanding terbalik dengan Indonesia yang tingkat kelahirannya cenderung stabil, Singapura justru mengalami angka penurunan kelahiran sejak pandemi COVID-19. Para pasutri di sana justru menunda kehamilan, bahkan memilih childfree karena tingginya biaya hidup.

Namun untuk meningkatkan kembali angka kelahiran, pemerintah Singapura memberikan tunjangan bayi baru lahir sebesar Rp124 juta sejak Agustus 2023. Mereka juga akan mendapat biaya kesehatan dan tabungan sekolah anak. Setiap anak akan menerima SGD400 (sekitar Rp5,3 juta) setiap enam bulan hingga berusia 6,5 tahun.

5. Finlandia

Finlandia/ Foto: Unsplash.com/Tapio Haaja

Finlandia termasuk salah satu negara yang memiliki banyak program tunjangan untuk ibu hamil dan keluarga. Negara dengan bentang alam menakjubkan ini mengalami angka kelahiran yang menurun signifikan sejak 10 tahun terakhir.

Statistics Finland mencatat, tingkat kelahiran bayi turun ke level yang terendah menjadi 1,43 pada tahun 2018. Salah satu kota kecil di Finlandia, Lestijarvi, bahkan mengalami penurunan angka kelahiran yang cukup mengkhawatirkan. Pada 2012, hanya ada satu bayi yang lahir di sana.

Untuk mengatasinya, pemerintah Finlandia menerapkan kebijakan baru yang dikenal sebagai ‘bonus bayi’, di mana setiap bayi yang lahir akan mendapat uang sebesar EUR10.000 (sekitar Rp20 juta).

Selain itu, ada pula tunjangan anak sebesar EUR100 (sekitar Rp2 juta) per bulan. Pasangan suami-istri juga berhak mendapat cuti melahirkan selama 9 bulan dan tetap mendapat 70 persen gaji per bulan.

6. Estonia

Estonia/ Foto: Unsplash.com/66 north

Sama-sama negara Eropa Utara, Estonia juga termasuk negara yang memberikan tunjangan ibu hamil dan orang tua terbaik di dunia. Kebijakan tersebut mencakup tunjangan kelahiran senilai EUR320 (sekitar Rp6,4 juta) per bayi yang lahir.

Selain itu, ibu hamil juga akan mendapat cuti hamil yang dibayar 100% selama 140 hari, serta hak cuti orang tua (parental leave) hingga 1,5 tahun dengan gaji penuh.

Pemerintah Estonia juga memberikan tunjangan anak sejak tahun 2017, nilainya sebesar EUR60 (Rp1,2 juta) per bulan untuk anak pertama. Sedangkan bagi anak kedua dan ketiga, tunjangannya sekitar EUR100 (Rp2 juta) per bulan. Sementara kalau ada keluarga yang memiliki anak lebih dari tiga akan mendapat bonus EUR300 (sekitar Rp6 juta) per bulan.

7. Australia

Australia/ Foto: Unsplash.com/Henry Chen

Pemerintah Australia juga memberikan tunjangan komprehensif bagi ibu hamil. Salah satunya adalah layanan kesehatan gratis (medicare), baik untuk penduduk tetap atau sementara, di mana mereka bisa mendapatkan akses pemeriksaan kehamilan, USG, persalinan, dan perawatan pasca melahirkan secara gratis di rumah sakit umum.

Bukan hanya itu, terdapat tunjangan lainnya seperti hak cuti orang tua (Paid Parental Leave) untuk merawat bayi baru lahir, yang dibayar minimal AUD948 (sekitar Rp11,2 juta).

Ada juga tunjangan Newborn Upfront Payment & Supplement, bantuan tunai untuk biaya tambahan setelah melahirkan. Tunjangan ‘bonus bayi’ yang dibayar sekitar AUD3.000-5.000 (setara Rp35 juta – Rp60 juta). Terakhir, Child Care Subsidy, subsidi pemerintah untuk biaya penitipan anak atau daycare.

Tunjangan ini bertujuan meringankan beban ekonomi orang tua, serta memastikan kesehatan ibu dan bayi.

8. Polandia

Polandia/ Foto: Unsplash.com/Jacek Dylag

Asuransi Sosial Polandia (ZUS) bertanggung jawab untuk membayar tunjangan ibu hamil dan keluarga, termasuk perawatan kehamilan dan persalinan gratis di rumah sakit.

Selain itu, ada juga tunjangan cuti melahirkan selama 20-37 minggu dan tetap menerima 100% gaji dasar. Keluarga juga akan mendapat tunjangan pengasuhan anak bulanan sebesar PLN800 (setara Rp3,8 juta) per anak hingga usia 18 tahun.

Nah, itulah delapan negara yang memberikan tunjangan dan subsidi bagi ibu hamil. Pemerintah di negara-negara di atas berperan dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan angka kelahiran di negaranya. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE