8 Rekomendasi Novel Romantis Klasik dan Historis

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Minggu, 22 Feb 2026 15:30 WIB
6. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer (1980)
Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer (1980)/ Foto :Gramedia

Novel romantis klasik dan historis selalu punya daya tarik tersendiri karena ceritanya berlatar masa lalu yang penuh aturan dan tantangan. Kisah cintanya bukan cuma tentang perasaan, tapi juga tentang adat, perbedaan status, dan situasi zaman yang sering membuat cinta harus berjuang keras.

Mulai dari cinta yang terhalang orang tua, perjodohan paksa, sampai hubungan yang diuji perang dan penjajahan, semua dikemas dengan emosi yang dalam dan menyentuh. Membaca novel-novel ini membuat kita melihat bagaimana orang-orang dulu mencintai, berkorban, dan bertahan di tengah keterbatasan hidup mereka.

Kalau kamu ingin menikmati cerita cinta yang klasik, penuh drama, dan sarat makna sejarah, yuk mulai baca rekomendasi novel romantis klasik dan historis berikut ini. Simak!

1. Pride and Prejudice – Jane Austen (1813)

Pride and Prejudice – Jane Austen (1813)/ Foto : Gramedia

Mengisahkan kehidupan Elizabeth Bennet, gadis cerdas dan mandiri dari keluarga sederhana di Inggris. Ia bertemu dengan Mr. Darcy, pria kaya yang terlihat sombong dan dingin.

Kesan pertama mereka sangat buruk, Elizabeth menganggap Darcy arogan, sementara Darcy menilai Elizabeth berasal dari keluarga yang “kurang pantas”. Kesalahpahaman dan gosip membuat hubungan mereka semakin renggang.

Seiring waktu, Elizabeth mulai melihat sisi lain Darcy yang sebenarnya baik dan bertanggung jawab. Darcy pun belajar merendahkan gengsinya demi cinta.

Novel Pride and Prejudice menggambarkan bagaimana prasangka, perbedaan kelas sosial, dan harga diri bisa menghalangi cinta. Kisah mereka mengajarkan bahwa cinta sejati membutuhkan kejujuran, kerendahan hati, dan keberanian untuk berubah.

2. Gone with the Wind - Margaret Mitchell (1936)

Gone with the Wind - Margaret Mitchell (1936)/ Foto : Goodreads

Scarlett O’Hara adalah gadis cantik dan manja dari keluarga kaya di Amerika Selatan. Hidupnya berubah drastis ketika Perang Saudara Amerika menghancurkan rumah dan status sosialnya. Ia harus belajar bertahan hidup di tengah kelaparan, kemiskinan, dan kehancuran.

Scarlett terjebak dalam cinta obsesif pada Ashley Wilkes, pria yang sudah menikah, sementara Rhett Butler, pria sinis dan penuh pesona, selalu ada di sekitarnya. Hubungan Scarlett dan Rhett penuh pertengkaran, gairah, dan kebanggaan yang saling melukai.

Gone with the Wind menggambarkan cinta yang rumit di tengah perubahan sosial dan perang.

3. Jane Eyre - Charlotte Bronte (1847)

ilustrasi/ Foto : Gramedia

Jane Eyre adalah gadis yatim piatu yang tumbuh dalam kehidupan keras dan penuh penindasan. Setelah dewasa, ia bekerja sebagai guru privat di Thornfield Hall, rumah milik Mr. Rochester. Jane jatuh cinta pada tuannya yang misterius, keras, tapi perhatian. Hubungan mereka berkembang perlahan melalui percakapan jujur dan rasa saling menghargai.

Namun, saat Jane hampir menikah dengan Rochester, terungkap rahasia besar, Rochester sudah punya istri yang disembunyikan karena mengalami gangguan jiwa. Jane memilih pergi meski hatinya hancur, karena ia ingin mempertahankan harga diri dan prinsip hidupnya.

Jane Eyre karya Charlotte Bronte bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang perjuangan seorang perempuan untuk tetap mandiri, bermoral, dan setia pada dirinya sendiri.

4. Wuthering Heights – Emily Bronte (1847)

Wuthering Heights – Emily Bronte (1847)/ Foto : Gramedia

Heathcliff adalah anak yatim piatu yang diadopsi keluarga Earnshaw. Ia tumbuh bersama Catherine Earnshaw dan mereka menjadi sangat dekat. Hubungan mereka penuh emosi dan ikatan kuat, tetapi juga diwarnai rasa marah, iri, dan sakit hati. Ketika Catherine memilih menikah dengan pria kaya demi status sosial, Heathcliff merasa dikhianati.

Heathcliff lalu kembali sebagai pria kaya dan membalas dendam kepada semua orang yang pernah merendahkannya. Cinta antara Heathcliff dan Catherine digambarkan sangat obsesif dan destruktif.

Wuthering Heights menunjukkan bagaimana cinta yang tidak sehat bisa berubah menjadi kebencian dan kehancuran, bahkan melampaui kematian.

5. Little Women - Louisa May Alcott (1868)

Little Women - Louisa May Alcott (1868)/ Foto : Goodreads

Little Women mengisahkan empat saudari March, Meg, Jo, Beth, dan Amy, yang tumbuh dalam keluarga sederhana saat Perang Saudara Amerika. Mereka menghadapi masalah remaja, mimpi masa depan, dan tekanan hidup. Jo bercita-cita menjadi penulis dan menolak pernikahan demi kebebasan, sementara Meg menginginkan kehidupan keluarga, dan Amy ingin sukses secara sosial.

Romansa muncul lewat hubungan Jo dengan Laurie, serta pernikahan Meg dan perkembangan karakter Amy. Novel ini memperlihatkan bahwa cinta tidak selalu berakhir sesuai harapan. Kisahnya hangat dan realistis tentang keluarga, persahabatan, pengorbanan, dan proses menjadi dewasa.

6. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer (1980)

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer (1980)/ Foto :Gramedia

Minke adalah pemuda pribumi terpelajar yang bersekolah di HBS, sekolah khusus orang Eropa. Ia jatuh cinta pada Annelies, gadis cantik berdarah campuran Belanda-Jawa. Hubungan mereka tumbuh di tengah sistem kolonial yang memisahkan manusia berdasarkan ras dan status hukum.

Cinta Minke dan Annelies diuji oleh hukum kolonial yang tidak mengakui pernikahan mereka. Annelies dipaksa dibawa ke Belanda, meninggalkan Minke dalam kesedihan dan kemarahan terhadap ketidakadilan.

Bumi Manusia bukan hanya kisah cinta, tetapi juga potret perjuangan melawan penindasan dan pencarian jati diri di masa penjajahan.

7. Outlander – Diana Gabaldon (1991)

Outlander – Diana Gabaldon (1991)/ Foto : Wikipedia

Claire Randall, seorang perawat dari abad ke-20, tiba-tiba terlempar ke Skotlandia tahun 1743 melalui fenomena misterius. Di masa lalu, ia bertemu Jamie Fraser, pria muda Skotlandia yang pemberani. Demi bertahan hidup, Claire terpaksa menikah dengan Jamie meski ia sudah punya suami di masa depan.

Perlahan, pernikahan pura-pura itu berubah menjadi cinta sejati. Namun, Claire terjebak antara dua dunia di masa depan dan masa lalu. Outlander memadukan sejarah, petualangan, konflik politik, dan romansa yang emosional, tentang pilihan antara cinta dan kehidupan yang sudah ia miliki sebelumnya.

8. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Hamka (1938)

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Hamka (1938)/ Foto : Gramedia

Zainuddin adalah pemuda berdarah campuran Minangkabau yang tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat adat. Ia jatuh cinta pada Hayati, gadis Minang yang lembut dan baik hati. Meski saling mencintai, hubungan mereka ditentang karena Zainuddin dianggap tidak punya kedudukan sosial yang pantas.

Hayati akhirnya menikah dengan pria lain yang lebih terpandang secara adat. Zainuddin pergi merantau dan meraih kesuksesan, tetapi hatinya tetap terluka. Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang tragis ketika kapal Van der Wijck tenggelam. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.