9 Kebiasaan yang Dihindari Orang Cerdas Demi Bisa Raih Kesuksesan

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 12 Feb 2026 10:30 WIB
2. People Pleaser
People pleaser ilustrasi/Freepik: freepik

Beauties, banyak orang berpikir bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh kerja keras, kecerdasan, atau peluang besar. Padahal, berbagai kajian pengembangan diri dan psikologi menunjukkan bahwa kesuksesan juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang tidak dilakukan. Orang-orang cerdas justru dikenal pandai memilah sikap, pola pikir, dan kebiasaan yang berpotensi menghambat fokus serta pertumbuhan mereka.

Dengan menyadari kebiasaan yang perlu dihindari, kamu bisa menghemat energi, waktu, dan emosi untuk hal-hal yang benar-benar penting. Lalu, kebiasaan apa saja yang biasanya dihindari orang cerdas demi bisa melangkah lebih jauh dalam hidup dan karier?

1. Menjadi Perfeksionisme

Ilustrasi perfeksionis/freepik: freepik

Perfeksionisme sering dianggap sebagai standar tinggi yang positif, namun pada praktiknya justru bisa menghambat kemajuan. Dilansir dari Forbes, Bernard Marr, seorang penulis dan konsultan bisnis internasional, menjelaskan bahwa perfeksionisme kerap membuat seseorang terlalu lama berpikir dan ragu untuk memulai karena takut hasilnya tidak sempurna. Akibatnya, banyak peluang terlewat hanya karena keinginan untuk semuanya terlihat ideal sejak awal.

Bernard Marr juga menekankan bahwa orang cerdas lebih memilih progres dibanding kesempurnaan. Mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, sehingga fokus mereka adalah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lalu memperbaikinya seiring waktu.

2. People Pleaser

People pleaser ilustrasi/Freepik: freepik

Terlalu sering menyenangkan orang lain bisa membuat seseorang kehilangan arah dan prioritas pribadi. Dilansir dari Psychology Today, Dr. Susan Newman, seorang psikolog sosial dan penulis buku, menjelaskan bahwa people pleaser cenderung sulit berkata “tidak” karena takut mengecewakan orang lain, meski harus mengorbankan kebutuhan sendiri.

Orang yang terus-menerus mengalah demi orang lain berisiko mengalami kelelahan emosional dan kehilangan fokus terhadap tujuan hidupnya. Orang cerdas justru berani menetapkan batas yang sehat agar energi dan waktu mereka tetap terjaga.

3. Menunda Tugas

Ilustrasi malas/Freepik: freepik

Menunda pekerjaan penting adalah kebiasaan yang diam-diam merusak produktivitas. Dilansir dari Harvard Business Review, prokrastinasi (kebiasaan menunda) bukan soal malas, melainkan kegagalan mengelola emosi terhadap tugas yang dianggap berat atau tidak menyenangkan.

Orang yang produktif cenderung segera memulai tugas meski belum merasa siap sepenuhnya. Orang cerdas memahami bahwa menunda hanya akan menambah beban mental dan membuat pekerjaan terasa semakin berat.

4. Takut Gagal dan Mengambil Risiko

Ilustrasi takut/Freepik: KamranAydinov

Rasa takut gagal sering membuat seseorang memilih diam dan aman. Dilansir dari World Economic Forum, individu sukses bukanlah mereka yang bebas dari rasa takut, melainkan mereka yang mampu mengelola risiko dengan perhitungan matang.

Lalu, orang cerdas melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Mereka tidak asal nekat, tetapi berani melangkah dengan strategi dan evaluasi, sehingga rasa takut tidak menghentikan tindakan.

5. Menikmati Zona Nyaman

Ilustrasi zona nyaman/Freepik: pressfoto

Zona nyaman memang terasa aman, tetapi sering kali membatasi pertumbuhan. Dilansir dari Forbes, terlalu lama berada di zona nyaman dapat membuat seseorang stagnan dan kehilangan daya saing.

Orang cerdas justru secara sadar mencari tantangan baru, baik dengan belajar keterampilan baru, mengambil peran berbeda, maupun keluar dari rutinitas yang terlalu monoton demi perkembangan diri.

6. Menunggu “Kesempatan Emas”, Bukan Menciptakannya

Ilustrasi orang cerdas/Freepik: freepiik

Banyak orang menunda langkah karena merasa belum mendapat kesempatan yang tepat. Bernard Marr menjelaskan bahwa orang sukses tidak menunggu kondisi ideal, melainkan menciptakan peluang melalui inisiatif dan tindakan nyata.

Sikap aktif ini membuat orang cerdas lebih siap saat peluang datang, karena mereka sudah membangun kemampuan, jaringan, dan pengalaman sejak awal.

7. Membiarkan Waktu dan Prioritas Diatur Orang Lain

Ilustrasi diatur/Freepik: freepik

Membiarkan orang lain mengendalikan jadwal dan prioritas bisa membuat hidup terasa penuh tetapi tidak produktif. Dilansir dari Harvard Business Review, orang sukses sangat protektif terhadap waktu mereka.

Orang cerdas menetapkan prioritas berdasarkan tujuan pribadi, bukan semata-mata tuntutan lingkungan. Mereka berani menolak hal-hal yang tidak sejalan dengan fokus utama mereka.

8. Mengabaikan Perluasan Jaringan (Networking)

Ilustrasi networking/Freepik: freepik

Mengandalkan kemampuan diri tanpa membangun jaringan bisa membatasi peluang. Banyak studi karier menunjukkan bahwa relasi profesional berperan besar dalam membuka akses terhadap informasi, peluang kerja, dan kolaborasi.

Orang cerdas memandang networking bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai proses membangun hubungan yang saling memberi nilai dan dukungan jangka panjang.

9. Kurang Percaya Diri

Ilustrasi tidak percaya diri/Freepik: freepik

Kurangnya rasa percaya diri dapat melumpuhkan potensi seseorang. Dilansir dari American Psychological Association, konsep self-efficacy yang dikembangkan oleh psikolog Albert Bandura menjelaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri sangat memengaruhi keberhasilan seseorang. Orang cerdas berusaha membangun kepercayaan diri melalui pengalaman, pembelajaran, dan refleksi diri, bukan dengan membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain.

Beauties, menghindari kebiasaan-kebiasaan ini bukan berarti hidup tanpa tantangan, tetapi tentang memilih sikap yang lebih sadar dan terarah. Dengan perlahan meninggalkan pola lama yang menghambat, kamu memberi ruang bagi diri sendiri untuk tumbuh, bergerak maju, dan meraih versi terbaik dari hidup yang kamu impikan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE