9 Tradisi Unik Ngabuburit dari Berbagai Daerah di Indonesia

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 01 Mar 2026 15:30 WIB
4. Bermain Layangan Hias – Majalengka
Ilustrasi tradisi bermain layangan hias di Majalengka/ Foto: Unsplash.com/Bill Fairs

Ngabuburit memang sudah menjadi tradisi selama bulan Ramadan berlangsung, termasuk di Indonesia. Tradisi ini umumnya dilakukan pada sore hari sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Mengingat Indonesia memiliki banyak daerah, kegiatan ngabuburit biasanya dipengaruhi oleh kebudayaan lokal daerah. Tentunya, dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Penasaran seperti apa keseruan tradisi ngabuburit yang ada di berbagai daerah di Indonesia? Dilansir dari detikEdu, berikut rangkuman informasinya. Simak!

1. Panjat Tebing – Madiun

Ilustrasi tradisi panjat tebing di Madiun/ Foto: Unsplash.com/Rahadiansyah

Mengisi waktu ngabuburit, masyarakat Madiun memiliki tradisi berkumpul dan bermain panjat tebing untuk menunggu azan Magrib. Kegiatan ini biasanya dilakukan di Stadion Wills, yang populer karena medannya tidak terlalu terjal dan aman bagi anak-anak dan remaja.

Panjat tebing sendiri dipilih karena dianggap seru dan menantang, sekaligus alternatif olahraga sore yang tidak terlalu melelahkan.

2. Balap Perahu Layar Mini – Surabaya

Ilustrasi tradisi balap perahu layar mini di Surabaya/ Foto: Unsplash.com/Quino Al

Masyarakat Surabaya juga memiliki tradisi ngabuburit yang unik, yaitu balap perahu layar mini. Mereka akan menghias perahu layar berukuran kecil yang dihias dengan warna-warni yang lucu.

Tradisi ini biasanya dilakukan di sepanjang Pantai Kenjeran. Masyarakat beramai-ramai pergi ke sekitar pantai bersama keluarga dan anak-anak untuk menyaksikan balap perahu layar mini sekaligus mengisi waktu menjelang buka puasa.

3. Kumbohan – Lamongan

Ilustrasi tradisi kumbohan di Lamongan/ Foto: Unsplash.com/Abdul Gani

Lewat tradisi kumbohan, masyarakat Lamongan menunggu waktu berbuka puasa dengan cara yang unik dan seru. Mereka akan berburu ikan yang “mabuk”, atau dalam bahasa Jawa Timur disebut munggut.

Tradisi ini dilakukan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya saat air sungai tengah surut. Itu karena saat surut ikan akan naik ke permukaan dan mudah ditangkap menggunakan tangan kosong atau jaring. Jenis ikan yang ditangkap cukup beragam, seperti bader, kepiting, dan udang.

4. Bermain Layangan Hias – Majalengka

Ilustrasi tradisi bermain layangan hias di Majalengka/ Foto: Unsplash.com/Bill Fairs

Di Majalengka, masyarakat memiliki tradisi ngabuburit yang nggak kalah unik, yaitu membuat dan menerbangkan layangan hias di lapangan luas saat sore hari selama bulan Ramadan.

Bermain layangan hias telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dilakukan hingga kini untuk menunggu waktu buka puasa. Tak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi, mengekspresikan kreativitas, serta nostalgia bagi banyak orang.

5. Bleguran – Betawi/Jakarta

Tradisi Bleguran/ Foto: detikJabar/Dwiky Maulana Velayati

Meski kini mulai langka, masyarakat Betawi/Jakarta pada era 70-an memiliki tradisi unik menembakkan meriam jelang waktu buka puasa. Tradisi ini dikenal sebagai Bleguran, di mana para remaja memainkan meriam tradisional yang terbuat dari bambu dengan lubang karbit atau minyak tanah.

Sebenarnya, meriam ini tidak menimbulkan ledakan yang berbahaya, tetapi menghasilkan suara dentuman yang sangat keras. Oleh sebab itu, orang-orang kerap memainkannya di lapangan terbuka atau kebun yang luas.

Adapun nama lain dari ini sering disebut bleduran, leduman, badia-badia, atau meriam sundut karena cara mainnya dengan menyundut lubang di bagian ujungnya menggunakan api.

6. Basambang – Kalimantan Selatan

Ilustrasi basambang berburu kuliner/ Foto: Unsplash.com/Reyhan Aviseno

Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, di mana masyarakatnya memiliki tradisi ngabuburit yang disebut basambang. Tradisi ini berupa aktivitas jalan-jalan santai di sore hari untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Masyarakat biasanya melakukan basambang di tempat-tempat ramai seperti siring sungai, pusat kota, atau berburu kuliner di Pasar Wadai.

7. Mengelilingi Pulau – Bangka Belitung

Ilustrasi mengelilingi pulau di Bangka Belitung/ Foto: Unsplash.com/Cristine Despares

Berkeliling pulau merupakan tradisi ngabuburit unik yang biasa dilakukan masyarakat Bangka Belitung. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang tergabung dalam organisasi Pramuka Saka Bahari.

Menjelang sore, mereka akan berkeliling pulau menggunakan perahu kayu sembari menunggu waktu adzan Magrib. Pemandangan pulau-pulau yang indah dan angin yang berhembus sepoi-sepoi, menjadikan momen ngabuburit ini semakin seru.

8. Bermain Luwak – Jombang

Ilustrasi bermain luwak di Jombang/ Foto: Unsplash.com/Dušan veverkolog

Tak kalah unik dan menarik, masyarakat Jombang memiliki tradisi ngabuburit dengan berkumpul dan bermain bersama hewan luwak peliharaan di area depan Stasiun Jombang. Diketahui, kegiatan ini dipelopori oleh sebuah komunitas pecinta luwak, yang berkembang menjadi “ciri khas” ngabuburit di Jombang.

Sembari menunggu waktu berbuka puasa, biasanya warga sekitar akan berkumpul, menjadikannya tontonan sore yang menyenangkan.

9. Malengah Puaso – Minangkabau

Ngabuburit sudah menjadi tradisi selama bulan Ramadan berlangsung. Beberapa tradisi ngabuburit di Indonesia, seperti panjat tebing, balap perahu layar mini, hingga malamang.

Malengah Puaso/Foto: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Masyarakat Minangkabau memiliki tradisi “malengah puaso” untuk kegiatan ngabuburit selama bulan Ramadan. Tradisi ini bertujuan mengalihkan rasa lapar dan haus dengan melakukan aktivitas yang positif.

Umumnya, tradisi ini dilakukan di sore hari dengan berjalan-jalan, mengunjungi pasar, bermain, atau bersosialisasi dengan masyarakat setempat hingga waktu Magrib tiba.

Selain jalan-jalan, ada pula salah satu aktivitas khas saat malengah puaso adalah Malamang. Tradisi memasak lemang dalam bambu yang dilakukan bergotong-royong bersama masyarakat.

Nah, itulah beberapa tradisi ngabuburit yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Kalau di daerahmu seperti apa, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE