Akhiri 15 Tahun Masa Kelam, Begini Perjuangan Perempuan Gen Z Bangladesh Meruntuhkan Rezim Sheikh Hasina

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Senin, 26 Aug 2024 07:30 WIB
Ilustrasi Perempuan Gen Z Bangladesh Sedang Unjuk/Foto: Freepik.com

Nama Sheikh Hasina cukup dikenal karena menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh selama 15 tahun terakhir. Namun walaupun menjadi salah satu perempuan yang cukup berkuasa dan berpengaruh di Asia, namun pemerintahannya dianggap timpang dan penuh dengan kebijakan yang tidak memihak rakyat. Melansir Reuters, angka pengangguran membludak selama masa pemerintahan Sheikh Hasina, dan belum termasuk masalah lain yang muncul.

Di tengah pergolakan politik yang mengguncang Bangladesh tersebut, para perempuan Gen Z justru berhasil menciptakan gelombang perubahan yang signifikan. Selama bertahun-tahun suara rakyat seolah tak didengarkan, mereka menjadi kekuatan di balik penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang akhirnya mengundurkan diri dan melarikan diri ke India. Seperti apa perjuangan dan aksi mereka?

Kontroversi Perdana Menteri Sheikh Hasina


Perdana Menteri Sheikh Hasina/Foto: Detikcom

Melansir Reuters, Sheikh Hasina berhasil memenangkan pemilu untuk keempat kalinya pada Januari 2024 lalu, bahkan setelah kekacauan yang terjadi di Bangladesh. Saat itu Pemilu sempat diboikot oleh BNP, yang menuduh Liga Awami yang mendukung Hasina telah berusaha melakukan kecurangan. Namun saat itu Hasina justru balik menuduh BNP karena menyebar isu anti-pemerintah yang memicu protes di mana setidaknya 10 orang dilaporkan meninggal dalam aksi tersebut.

Namun walaupun berhasil kembali menjabat sebagai Perdana Menteri, namun berbagai protes mewarnai awal pemerintahannya. Pada awal Juni 2024, para mahasiswa melakukan unjuk rasa besar-besaran setelah pemerintahan Hasina memberlakukan sistem kuota pekerjaan pemerintah yang mengutamakan keluarga veteran perang kemerdekaan Bangladesh. Mereka menuntut bahwa 93 persen pekerjaan harusnya tetap terbuka untuk kandidat sesuai dengan prestasi dan keahlian.

Mahkamah Agung sempat membatalkan sebagian besar kebijakan tersebut setelah diprotes. Namun karena melihat perkembangan yang stagnan, akhirnya demonstrasi besar yang dilakukan Kelompok Mahasiswa Melawan Diskriminasi kembali terjadi pada awal Agustus 2024. Mereka menuntut Hasina meminta maaf atas segala kekacauan, aksi kekerasan, hingga kematian yang terjadi.

Melansir Reuters, gerakan ini dimulai sebagai protes terhadap sistem kuota pekerjaan pemerintah yang dinilai tidak adil, namun berkembang menjadi tuntutan pengunduran diri Hasina. Buntutnya, Perdana Menteri Bangladesh selama 15 tahun itu akhirnya mengundurkan diri dan kini diketahui melarikan diri ke India.  

(naq/naq)