Konser Taylor Swift masih berlangsung hingga saat ini. Namun, sudah ada banyak kejadian menarik selama tur musik yang bertema The Eras Tour tersebut.
Saat konser diselenggarakan di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat pada 22 dan 23 Juli 2023 kemarin ternyata bisa memicu aktivitas seismik yang setara dengan gempa bumi Magnitudo 2,3.
Taylor Swift pun menyadari akan energi fansnya. Ia pun membagikan cuplikan konser tentang gemuruh fans pada akun Instagram milik pribadinya, @taylorswift pada Senin (25/7).
Iya, Beauties tidak salah dengar jika konser Taylor Swift ini bisa menghasilkan gempa. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh seismolog Jackie Caplan-Auerbach yang menyebut gempa tersebut dengan nama “Swift Quake”.
Namun, aktivitas seismik seperti ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada tahun 2011 pernah kejadian serupa yang sebutannya ialah “Beast Quake”. Dilansir dari laman CNN, “Beast Quake” terjadi pada saat para penggemar Seattle Seahawks beraksi dan bergemuruh terhadap hasil pertandingan NFC melawan New Orleans Saint.
Mengapa Bisa Terjadi Aktivitas Seismik atau Gempa Saat Konser Taylor Swift di Seattle?
Swift Quake/Foto: CNN/Jackie Caplan-Auerbach |
Publik pasti bertanya-tanya dan penasaran mengapa bisa terjadi aktivitas seismik atau “Swift Quake” saat konser Taylor Swift berlangsung di Seattle.
Jadi, Caplan-Auerbach yang juga berprofesi sebagai profesor geologi di Universitas Washington Barat ini mengukur aktivitas seismik melalui seismograf ketika Swift bernyanyi di panggung.
New York Times melaporkan bahwa sebanyak 70.000 Swifties, sebutan penggemar Taylor Swift menghadiri konser di Seattle. Mereka terlihat bernyanyi dan menari mengikuti alunan suara sang penyanyi. Belum lagi dengan sound system beserta musik pengiring yang juga bisa termasuk ke dalam faktor terjadinya gempa kecil tersebut.
Konser itu dimulai pukul 19.00 hingga 22.00 waktu setempat. Diketahui ada dua puncak aktivitas seismik yang terjadi yakni pada pukul 19.30 dan 21.30 waktu setempat. Namun, belum diketahui lagu apa yang menyebabkannya. Bisa saja lagu-lagu yang menimbulkan semangat tinggi seperti Love Story, Bad Blood, Shake It Off, dan juga Anti-Hero.
Saat konser selesai, selama dua malam konser The Eras Tour di Seattle memiliki pola sinyal seismik yang hampir sama. Ada dua puncak tertinggi pada waktu yang sama.