Alasan Mengapa Generasi Muda Alami Marriage Anxiety

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 06:30 WIB
Jangan Panik dan Tetap Bersikap Bijaksana
Jangan Panik dan Tetap Bersikap Bijaksana/Foto: Magnific/luar biasa

Bagi banyak anak muda kelahiran awal tahun 2000-an, target menikah di usia 23 hingga 25 tahun seolah menjadi impian yang ideal. Namun, saat usia mulai menapak di angka 20-an, kenyataan sering berkata lain, Beauties.

Alih-alih fitting gaun pernikahan atau berburu gedung, tidak sedikit generasi muda justru merasa cemas bahkan takut ketika topik pernikahan mulai disinggung. Fenomena ini dikenal dengan istilah marriage anxiety atau kecemasan terhadap pernikahan. 

Kalau generasi dulu menganggap  pernikahan  sebagai target utama saat beranjak dewasa, hal ini tidak berlaku bagi kebanyakan Gen Z sekarang. Mereka lebih memilih untuk menunda pernikahan karena dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari masalah keuangan hingga kesiapan emosional. 

Mengapa Marriage Anxiety Bisa Menghantui Kita?

Mengapa Marriage Anxiety Bisa Menghantui Kita?/Foto:Magnific/Yanalya

Beauties, jika kamu dulu mempunyai target menikah muda namun perlahan berubah, itu bukanlah tanda kalau kamu penakut. Hal ini justru mencerminkan perubahan bagaimana Gen Z memandang hubungan jangka panjang dan kehidupan berkeluarga. 

Melansir dari Psychology Today, secara ilmiah fenomena ini disebut gamafobia, dimana seseorang memiliki ketakutan untuk menjalin sebuah hubungan. Ada beberapa alasan di balik ketakutan ini, seperti:

  • Pernah mengalami perselingkuhan atau terjebak dalam hubungan toksik
  • Trauma masa kecil
  • Faktor financial instability
  • Pandangan negatif tentang pernikahan dan hubungan jangka panjang
  • Rasa takut ditolak atau ditinggalkan

Mengatasi Marriage Anxiety Tanpa Perlu Stres

Mengatasi Marriage Anxiety Tanpa Perlu Stres/Foto: Magnific/Yanalya

Menghadapi marriage anxiety bukan berarti kamu harus mengubur impian untuk membangun keluarga selamanya ya, Beauties. Fase ini justru bisa kamu 'sulap' menjadi masa self development yang berharga. 

Melansir dari The Gottman Institute, kunci hubungan yang langgeng bukanlah menjadi budak cinta, melainkan kemampuan untuk mengelola konflik secara sehat dan kecerdasan emosional yang baik. Nah, agar tidak stres, kamu bisa melakukan langkah-langkah mindful ini!

  • Bye-Bye Target Angka Menikah: Menikahlah bukan karena dikejar umur, tapi karena kamu benar-benar siap secara mental, finansial, dan spiritual. 
  • Sembuhkan Luka Masa Lalu: Kalau kamu punya trauma masa lalu, jangan ragu untuk datang ke psikolog ya! Karena memutus rantai trauma adalah hal yang baik untuk masa depanmu.
  • Bikin List Bounderies dan Komunikasi Terbuka: Gunakan waktu lajang atau pacaranmu saat ini untuk lebih mengenali dirimu sendiri. Apa yang menjadi nilai hidupmu, apa yang bisa dinegosiasikan, sampai apa yang tidak bisa ditoleransi. Kalau punya pasangan, jangan lupa diskusikan hal-hal krusial seperti prinsip keuangan dan parenting style dari sekarang. 

Jangan Panik dan Tetap Bersikap Bijaksana

Jangan Panik dan Tetap Bersikap Bijaksana/Foto: Magnific/luar biasa

Beauties, pernikahan bukanlah sebuah perlombaan dengan garis finish berupa angka usia.

Mematangkan diri, menstabilkan finansial, dan menyembuhkan luka emosional di usia 20-an adalah bentuk self-love terbaik untuk kebahagiaan dirimu sendiri saat ini, maupun untuk pernikahan yang sehat yang akan kamu bangun suatu hari nanti.

So, take your time, breathe, and live your life to the fullest. True love will wait for the best version of you, Beauties!

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE