Anti Burnout, Ini Top 10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia
Jam kerja sekitar 40 jam per minggu atau 8 jam per hari masih menjadi standar yang diterapkan di banyak negara ya, Beauties. Aturan tersebut telah lama digunakan sebagai acuan untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas, hak pekerja, dan waktu istirahat.
Meski begitu, tidak semua negara menerapkan pola kerja yang sama. Beberapa negara memiliki rata-rata jam kerja mingguan yang jauh lebih pendek. Berbagai faktor, seperti budaya, kondisi ekonomi, hingga kebijakan ketenagakerjaan, membuat masyarakatnya memiliki keseimbangan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance). Lantas, negara mana saja yang masuk daftar tersebut?
Dilansir dari Indian Express, berikut 10 negara dengan jam kerja terpendek di dunia!Â
Â
1. Vanuatu
Vanuatu/ Foto: Pasific Island News Association
Vanuatu mencatat rata-rata jam kerja sekitar 24,7 jam per minggu, menjadikannya negara dengan jam kerja paling singkat di dunia. Bahkan, hanya sekitar 4% tenaga kerjanya yang bekerja hingga 49 jam dalam seminggu.
Sebagai negara kepulauan di Pasifik Selatan, masyarakat Vanuatu dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana dan erat dengan komunitas. Waktu bersama keluarga dan aktivitas sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Pola hidup tersebut membuat tingkat stres akibat pekerjaan relatif rendah karena masyarakat tidak hanya berfokus pada pekerjaan, tetapi juga memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan menikmati kehidupan.
2. Kiribati
Kiribati/ Foto: Kiribati Institute of Technology
Kiribati merupakan negara kepulauan di Samudra Pasifik yang rata-rata penduduknya bekerja sekitar 27,3 jam per minggu. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perikanan, perdagangan kecil, dan aktivitas ekonomi lokal yang memiliki jadwal kerja lebih fleksibel.
Budaya di Kiribati sangat menjunjung kebersamaan dan kehidupan yang tenang. Dengan waktu kerja yang tidak terlalu panjang, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan komunal, menghabiskan waktu bersama keluarga, sekaligus menjaga kesehatan mental. Pola hidup ini dinilai membantu mengurangi tekanan akibat pekerjaan.
3. Mikronesia
Mikronesia/ Foto: World Habitat
Federasi Mikronesia memiliki rata-rata jam kerja sekitar 30,4 jam per minggu. Waktu kerja yang relatif singkat memungkinkan masyarakat membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan aktivitas sosial dengan lebih seimbang.
Di negara ini, pekerjaan formal sering berjalan berdampingan dengan berbagai kegiatan komunitas. Hubungan sosial yang erat juga menciptakan jaringan dukungan yang kuat sehingga masyarakat merasa lebih terhubung dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan hidup masyarakat di sana.
4. Rwanda
Rwanda/ Foto: UNICEF
Rata-rata masyarakat Rwanda bekerja sekitar 30,4 jam per minggu. Sebagian besar lapangan pekerjaan berada di sektor pertanian dan usaha mikro yang membuat jam kerja cenderung mengikuti kebutuhan masing-masing pekerja.
Jam kerja yang lebih fleksibel memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, menjalankan aktivitas keagamaan, maupun mengikuti kegiatan sosial. Dengan ritme kerja yang tidak terlalu padat, risiko kelelahan mental pun dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.
5. Somalia
Somalia/ Foto: IOM Somalia
Somalia mencatat rata-rata jam kerja 31,4 jam setiap minggu. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor informal sehingga waktu kerja lebih mudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sehari-hari.
Meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, pola kerja yang tidak terlalu panjang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Dukungan dari komunitas juga menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat menjaga ketahanan mental di tengah situasi yang tidak selalu mudah.
6. Belanda
Belanda/ Foto: Omniwerk
Belanda memiliki rata-rata jam kerja sekitar 31,6 jam per minggu, menjadikannya salah satu negara maju dengan waktu kerja paling pendek. Banyak perusahaan di sana menerapkan sistem kerja paruh waktu maupun empat hari kerja dalam seminggu.
Dengan waktu luang yang lebih banyak, pekerja dapat fokus pada kehidupan pribadi, keluarga, hingga menjalani hobi. Fleksibilitas ini membuat banyak karyawan merasa memiliki kendali atas keseimbangan hidup mereka, sehingga risiko stres dan burnout pun cenderung lebih rendah.
7. Irak
Irak/ Foto: The Arab Weekly
Irak mencatat rata-rata jam kerja sekitar 31,7 jam per minggu. Kondisi sosial dan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian besar masyarakat bekerja dengan sistem yang lebih fleksibel, terutama di sektor informal.
Meski menghadapi berbagai tantangan, waktu kerja yang tidak terlalu panjang memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kehidupan pribadi. Dukungan keluarga dan komunitas juga menjadi bagian penting yang membantu menjaga kesehatan mental dan ketahanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
8. Kepulauan Wallis dan Futuna
Kepulauan Wallis dan Futuna/ Foto: Escales Ponant
Kepulauan Wallis dan Futuna merupakan wilayah kepulauan di Pasifik Selatan yang memiliki rata-rata jam kerja sekitar 31,8 jam per minggu. Dengan wilayah yang relatif kecil, masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi dengan ritme kerja yang tidak terlalu padat.
Jam kerja yang lebih singkat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Waktu luang yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas keluarga maupun kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
9. Ethiopia
Ethiopia/ Foto: The Reporter Ethiopia
Di Ethiopia, rata-rata jam kerja masyarakat mencapai 31,9 jam per minggu. Aktivitas ekonomi di negara ini masih banyak ditopang sektor pertanian serta usaha berskala kecil yang memiliki pola kerja berbeda dibandingkan industri modern.
Ritme kerja yang lebih fleksibel membuat sebagian masyarakat memiliki waktu lebih banyak di luar pekerjaan. Hal tersebut memungkinkan mereka tetap menjalankan kehidupan sosial dan keluarga tanpa dipusingkan dengan tekanan jam kerja yang terlalu panjang.
10. Kanada
Kanada/ Foto: Scholarship Canada
Kanada menutup daftar ini dengan rata-rata jam kerja sekitar 32,1 jam per minggu. Sebagai salah satu negara maju, Kanada dikenal memiliki perhatian besar terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi para pekerjanya.
Banyak perusahaan di Kanada mulai menerapkan kebijakan kerja yang lebih fleksibel, termasuk sistem kerja hibrida dan pengaturan jam kerja yang lebih adaptif. Pendekatan tersebut dinilai membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kelelahan kerja dalam jangka panjang.
Jadi, itulah daftar negara dengan jam kerja terpendek di dunia. Ada yang tertarik kamu jadikan negara tujuan bekerja, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!