Apa Itu Daddy Issues? Ini Penyebab dan Dampaknya pada Hubungan Romantis

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 02 Feb 2026 18:30 WIB
Cara Mengatasi Daddy Issues Menurut Ahli
Beberapa hal untuk menyembuhkan trauma daddy issues/Foto: Pinterest: Peterpan Pinterest

Istilah “daddy issues” mungkin terdengar populer dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang, biasanya perempuan, yang memiliki masalah dalam hubungan interpersonal akibat hubungan yang tidak sehat dengan ayah di masa kecil.

Namun, penting untuk dipahami bahwa daddy issues bukan sekadar istilah gaul. Di baliknya, terdapat kondisi psikologis yang kompleks dan berdampak panjang pada kehidupan seseorang.

Berikut adalah pengertian daddy issues dari sisi psikologis, faktor-faktor penyebab, tanda-tanda umum yang muncul, dampaknya terhadap hubungan. Simak!

Apa Itu Daddy Issues Menurut Psikologi?

Kedekatan ayah dan anak/Foto: Pinterest/Marc Acceta

Daddy issues bukanlah istilah klinis, namun dalam psikologi istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan dampak emosional dari hubungan yang tidak memadai atau traumatis dengan figur ayah.

Psikolog klinis Dr. Jennie Steinberg menjelaskan dalam wawancaranya bersama Verywell Mind, kondisi ini bisa muncul ketika kebutuhan emosional seseorang di masa kecil tidak terpenuhi oleh sosok ayah atau pengganti ayah.

Dalam laman Healthline, disebutkan bahwa orang dengan daddy issues kerap menunjukkan pola hubungan yang tidak sehat di masa dewasa, seperti selalu mencari sosok pelindung dalam pasangan atau merasa takut ditinggalkan. Ini bisa menjadi bentuk dari “attachment injury” atau luka keterikatan yang terbentuk saat anak merasa tidak aman dengan orang tua.

Penyebab Umum Daddy Issues

Peran ayah yang kurang untuk anaknya/Foto: Pinterest/Hack Spirit

Salah satu penyebab utama munculnya daddy issues adalah keterlibatan ayah yang minim, baik secara fisik maupun emosional. Psikoterapis klinis Lisa Firestone menyatakan dalam Psychology Today bahwa seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran atau perhatian emosional dari ayahnya cenderung mengembangkan pola keterikatan yang cemas atau menghindar.

Faktor lain yang bisa memicu daddy issues adalah pengalaman masa kecil yang dipenuhi konflik, pelecehan, atau pengabaian. Dalam jurnal penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH), disebutkan bahwa anak yang mengalami neglect cenderung memiliki gangguan emosi dan hubungan interpersonal ketika dewasa.

Bagaimana Dampaknya pada Hubungan Romantis?

Efek negatif kepada anak yang mengalami daddy issues/Foto: Pinterest: Tiny Beans

Daddy issues bisa membawa dampak serius dalam dinamika hubungan asmara. Para ahli psikologi internasional mengungkapkan beberapa efek yang umum terjadi:

a. Ketergantungan Emosional Berlebih

Dr. Jenn Mann, seorang terapis pasangan dan penulis buku The Relationship Fix, menjelaskan kepada Psychology Today, banyak orang dengan daddy issues cenderung terlalu bergantung pada pasangan secara emosional. Hal ini bisa memicu rasa tidak aman dan kebutuhan terus-menerus akan validasi.

b. Mencari Sosok Ayah dalam Pasangan

Dr. Linda Mintle, psikolog keluarga dan kontributor untuk Focus on the Family, menyebutkan bahwa individu dengan luka ayah sering mencari pasangan yang lebih tua atau dominan secara psikologis untuk memenuhi peran ayah yang hilang. Pola ini bisa menciptakan hubungan yang tidak seimbang dan mengarah pada ketimpangan kekuasaan.

c. Kesulitan Mempercayai Pasangan

Dalam Healthline, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lisa Marie Bobby, mengatakan bahwa pengalaman ditinggalkan atau diabaikan oleh figur ayah membuat banyak orang dewasa muda mengalami trust issue. Mereka sulit mempercayai pasangan sepenuhnya dan kerap merasa curiga atau takut disakiti.

d. Takut Ditolak dan Kecanduan Hubungan Tidak Sehat

Psikolog klinis Dr. Ramani Durvasula dalam bukunya Should I Stay or Should I Go? menjelaskan bahwa luka dari figur ayah bisa membuat seseorang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena takut ditinggalkan. Bahkan, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka ‘kecanduan’ pada rasa sakit yang familiar.

5. Kesulitan Menetapkan Batasan Pribadi

Dr. Thema Bryant, dalam wawancara dengan NPR (National Public Radio), menekankan bahwa trauma masa kecil membuat seseorang merasa tidak punya hak untuk mengatakan “tidak” atau menetapkan batasan dalam hubungan. Akibatnya, mereka bisa menjadi terlalu permisif atau mudah dimanfaatkan.

Perbedaan Daddy Issues pada Perempuan dan Laki-laki

Peran ayah untuk anak perempuannya/Foto: Pinterest/Lepsija.sz

Meskipun daddy issues bisa dialami siapa saja, gejalanya bisa berbeda antara perempuan dan laki-laki. Psikolog klinis Dr. Meg Meeker dalam bukunya Strong Fathers, Strong Daughters menyebutkan bahwa perempuan yang tidak mendapatkan dukungan emosional dari ayah cenderung mencari validasi dari pasangan pria yang lebih tua atau dominan.

Sementara itu, laki-laki dengan daddy issues bisa mengalami krisis identitas atau kesulitan mengekspresikan emosi secara sehat. Menurut Dr. Michael Reichert dalam wawancaranya bersama NPR, laki-laki yang tidak memiliki figur ayah yang suportif sering kali tumbuh dengan pandangan bahwa menunjukkan emosi adalah bentuk kelemahan, sehingga mereka menutup diri dalam hubungan.

Apakah Daddy Issues Selalu Berdampak Negatif?

Hal positif dari daddy issues/Foto: Pinterest: Digiziting Delight

Menariknya, daddy issues tidak selalu berujung pada hubungan yang gagal. Psikolog klinis Dr. Thema Bryant mengatakan dalam podcast Homecoming bahwa ketika seseorang menyadari pola tidak sehat yang mereka miliki dan mencari bantuan, mereka bisa memutus siklus tersebut dan menciptakan hubungan yang lebih sehat.

Faktanya, kesadaran diri adalah kunci penting dalam proses penyembuhan. Dalam artikel Verywell Mind, disebutkan bahwa terapi psikodinamik dan terapi perilaku kognitif (CBT) telah terbukti efektif membantu orang mengenali dan mengatasi luka emosional dari masa kecil mereka, termasuk daddy issues.

Cara Mengatasi Daddy Issues Menurut Ahli

Beberapa hal untuk menyembuhkan trauma daddy issues/Foto: Pinterest: Peterpan Pinterest

Mengatasi daddy issues bukanlah proses yang instan, tapi bisa dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa langkah dari para ahli yang bisa kamu coba, Beauties:

a. Kenali Pola yang Terulang dalam Hubungan

Mengutip PsychCentral, Dr. Jennifer Sweeton, seorang neuropsikolog klinis, menyarankan agar kamu mulai dengan menyadari pola-pola berulang yang terjadi dalam hubunganmu, seperti ketergantungan emosional atau rasa takut ditinggalkan. Dengan mengenali pola tersebut, kamu bisa mulai mengubah respons emosional secara sadar.

b. Pertimbangkan Terapi Berbasis Trauma seperti EMDR

Menurut Dr. Sweeton, terapi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) sangat efektif dalam membantu otak memproses ulang pengalaman masa kecil yang traumatis, termasuk luka akibat hubungan yang buruk dengan ayah. Terapi ini membantu kamu melepaskan diri dari pola pikir negatif yang terbentuk sejak kecil.

c. Latih Self-Compassion atau Belas Kasih terhadap Diri Sendiri

Dr. Kristin Neff, pakar psikologi dari University of Texas dan penulis buku Self-Compassion, menyebutkan rasa iba terhadap diri sendiri sangat penting dalam proses penyembuhan luka emosional. Self-compassion mencegah kamu dari menyalahkan diri secara terus-menerus atas kesalahan atau kegagalan dalam hubungan.

d. Praktikkan Mindfulness dan Journaling

Dalam penelitiannya, Dr. Neff juga menemukan bahwa latihan mindfulness dan menulis jurnal emosi bisa membantu kamu memahami perasaan yang selama ini terpendam. Dengan begitu, kamu bisa mulai menerima masa lalu tanpa harus terus-menerus terjebak di dalamnya.

e. Bangun Hubungan Sehat Secara Bertahap

Dr. Thema Bryant, psikolog klinis sekaligus Presiden American Psychological Association, dalam podcast-nya Homecoming, menegaskan pentingnya membangun relasi yang sehat dengan batasan yang jelas dan komunikasi terbuka. Ia juga menyarankan agar kamu memilih pasangan yang menghargai kebutuhan emosionalmu, bukan hanya mengisi kekosongan dari figur ayah yang hilang.

Beauties, memahami apa itu daddy issues bukan berarti kita harus terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Dengan mengenali pola, mencari bantuan profesional, dan membangun kasih sayang pada diri sendiri, kamu bisa mulai menciptakan hubungan yang sehat dan memuaskan. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE