Badak Kalimantan Diambang Kepunahan, Hanya Tersisa 2 Betina di Alam

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 04 Mar 2026 14:00 WIB
Kisah Badak Kalimantan Pahu dan Pari
Potret Pari, Satu dari Dua Badak Kalimantan yang Tersisa/ Foto: Istimewa (dok BKSDA Kaltim)

Badak Kalimantan saat ini dalam kondisi sangat terancam punah. Keberadaan hewan ini diketahui hanya tersisa dua ekor, Beauties. Mereka bertahan hidup di alam wilayah Kalimantan Timur.

Walaupun begitu, tak menutup kemungkinan masih ada badak Kalimantan lainnya yang masih belum ditemukan. Oleh karena itu, eksplorasi sangat penting dilakukan. Dikutip dari DetikTravel, Kepala BKSDA Kaltim Ary Wibawanto mengatakan, "(Optimis ada badak lain) Kita harus optimis dalam berkegiatan, dalam upaya melakukan kegiatan penyelamatan untuk mencari badak-badak Kalimantan yang lain, terutama yang ada di kantong-kantong baru, yang sudah kita identifikasi, berdasarkan analisis, itu berada di sekitar Tabang, Kutai Kartanegara. Dan kita lakukan upaya eksplorasi secepatnya."

Kisah Badak Kalimantan Pahu dan Pari

Potret Pari, Satu dari Dua Badak Kalimantan yang Tersisa

Potret Pari, Satu dari Dua Badak Kalimantan yang Tersisa/ Foto: Istimewa (dok BKSDA Kaltim)

Badak Kalimantan yang tersisa 2 ekor ini pun curi perhatian publik. Badak betina bernama Pahu dirawat di Pusat penangkaran Suaka Badak Kelian (SBK) di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pada tahun 2019, Pahu telah melalui masa karantina dan dilepas ke Suaka Badak Kelian, seperti yang dikutip dari situs Kementerian Kehutanan. Sementara badak betina lain yang diberi nama Pari ditemukan di belantara Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Keberadaan Pari pertama kali diketahui melalui camera trap yang terpasang di hutan. Di sekitar habitat aslinya, terdapat aktivitas deforestasi dan kegiatan ilegal yang mengancam keselamatan hewan, termasuk hewan yang sangat terancam punah seperti Pari sehingga harus segera diselamatkan. Setelah dikarantina selama tiga bulan, Pari akan bergabung dengan Pahu di penangkaran.

Direktur Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT), Kurnia Oktavia Khairani, mengatakan kepada media (26/8/2025), alasan penting penyelamatan Pari. “Terutamanya juga karena badak Pari sudah diketahui cukup lama dan dia sendirian. Atau kita bilang ini adalah badak yang doom (tanpa pasangan dan kelompok),” ujar Kurnia, dikutip dari DetikTravel.

Upaya menyelamatkan populasi badak Kalimantan turut dikerahkan dengan menerapkan assisted reproductive technologies sehingga bayi-bayi badak Kalimantan dapat dilahirkan. “Karena populasi badak ini di alam liar memang sudah cukup mengkhawatirkan, jadi dengan program mempercepat reproduksi itu akan nanti berkontribusi terhadap jumlah populasi badak secara umum. Jadi sebenarnya tujuan sanctuary itu adalah untuk intensive breeding (pembiakan intensif).”

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.