Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, melibatkan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang, meninggalkan luka mendalam. Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4) malam.
Kabar terbaru, Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii menyebut seluruh korban tewas akibat tabrakan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dengan KRL merupakan perempuan dewasa.
"Saya melihatnya tidak ada (korban anak), semuanya sudah masuk kategori [perempuan] dewasa," ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4), dikutip dari CNN Indonesia.
Proses evakuasi telah dihentikan pada pukul 08.00 WIB. Syafii mengatakan seluruh korban tewas saat ini telah diserahkan ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
"Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing. Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan," tuturnya.
Kecelakaan kereta antara KAJJ dan KRL terjadi pada Senin (27/4) malam, tepatnya sekitar pukul 9 malam WIB. Dari narasi yang beredar di media sosial, banyak korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah bekerja seharian. Diketahui bahwa bagian depan KA jarak jauh menembus gerbong perempuan KRL.