Bebas Drama, Ini 7 Keuntungan Memiliki Low-Maintenance Friendship

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 04 Feb 2026 12:00 WIB
5. Saling Memahami Satu Sama Lain
Saling memahami satu sama lain/ Foto: Freepik.com/freepik

Semakin beranjak dewasa, banyak perubahan yang terjadi dalam hidup, termasuk hubungan pertemanan. Pertemanan tidak lagi diukur dari intensitas pertemuan, melainkan kualitas. Mereka yang bertahan justru yang memberi ruang dan dukungan untuk berkembang, bukan tuntutan.

Terlepas dari segala kesibukan, tanggung jawab, hingga jarak yang semakin berjauhan, memiliki low-maintenance friendship merupakan anugerah yang patut disyukuri. Jenis hubungan ini tidak menuntut komunikasi intens, namun tetap memberikan kenyamanan dan kepercayaan satu sama lain.

Dilansir dari Very Well Mind, berikut beberapa keuntungan dari low-maintenance friendship. Pertemanan sehat ala orang dewasa. Simak!

Apa Itu Low-Maintenance Friendship?

Low-maintenance friendship/ Foto: Freepik.com/freepik

Istilah low-maintenance friendship dapat diartikan sebagai upaya menjaga hubungan persahabatan di tengah kesibukan masing-masing. Hubungan ini bergantung pada kepercayaan dan fleksibilitas yang berkembang tanpa komunikasi terus-menerus.

Setiap individu memiliki kesibukan dengan kehidupan mereka, baik itu pekerjaan, hobi, atau pasangan. Mereka merasa nyaman tanpa harus berbicara selama berminggu-minggu, bahkan bulan. Namun, mereka dapat terhubung kembali secara instan atau tanpa canggung karena tidak berkomunikasi.

1. Tidak Menuntut Komunikasi Intens Setiap Hari

Tidak menuntut komunikasi intens/ Foto: Freepik.com/freepik

Ada kalanya, berhubungan terus-menerus dengan teman bisa menyebabkan "friendship burnout", yaitu kondisi lelah, jenuh, atau stres karena interaksi yang dipaksakan terasa seperti beban.

Low-maintenance friendship tidak menuntut komunikasi intens, perhatian terus-menerus, atau pertemuan rutin, agar pertemanan terjaga. Hubungan ini didasarkan pada rasa saling percaya dan pengertian atas kesibukan masing-masing untuk meminimalkan konflik dan drama.

2. Minim Drama

Minim drama/ Foto: Freepik.com/freepik

Semakin dewasa, kita mulai menyadari bahwa tidak ingin lagi terlibat dengan drama-drama yang tidak jelas. Selain berusaha menghindari gosip atau debat tidak penting, Beauties juga perlu menetapkan batasan dan memiliki lingkungan yang suportif agar hidup lebih tenang.

Dengan ketiadaan tuntutan komunikasi terus-menerus, berteman low-maintenance ini cenderung terhindar dari kesalahpahaman dan konflik sepele. Hal ini menciptakan relasi pertemanan yang lebih nyaman dan tidak melelahkan secara emosional.

Pertemanan yang low-maintenance juga cenderung tidak mudah tersinggung karena hal-hal kecil. Mereka memahami bahwa kesibukan bukan berarti mengabaikan.

3. Memberi Ruang untuk Bertumbuh

Memberikan ruang untuk bertumbuh/ Foto: Freepik.com/freepik

Pertemanan yang sehat tidak menjadikan kita sebagai saingan, melainkan ruang aman untuk saling bercerita, berkembang, dan merayakan pencapaian. Mereka akan memberi ruang untuk mengejar impian dan tujuan hidup, bukan justru menekan agar sama.

Tidak ada tekanan untuk selalu tersedia, sehingga setiap individu bisa fokus pada pengembangan diri. Pertemanan tetap utuh meskipun masing-masing sibuk dengan urusannya.

Ketika akhirnya bertemu, obrolan menjadi lebih bermakna karena banyak hal yang bisa dibagikan. Tidak ada perasaan iri atau merasa tersaingi, yang ada justru dukungan dan saling memberi selamat satu sama lain.

4. Fokus Pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Fokus pada kualitas/ Foto: Freepik.com/freepik

Low-maintenance friendship tidak diukur dari seberapa sering kita berkomunikasi, melainkan kualitas hubungan itu sendiri. Hubungan ini dibangun atas dasar pengertian dan kepercayaan yang kuat.

Ini semua membuat setiap pertemuan terasa sangat berarti dan bermakna. Obrolan yang diciptakan pun cenderung lebih dalam daripada sekedar basa-basi semata.

Alih-alih mempermasalahkan jarak dan waktu, masing-masing individu memilih untuk menghargai setiap momen yang ada. Hal ini juga memberikan ruang bagi tiap individu untuk menjalani kehidupan masing-masing tanpa tekanan berlebih.

5. Saling Memahami Satu Sama Lain

Saling memahami satu sama lain/ Foto: Freepik.com/freepik

Berusaha saling memahami satu sama lain menjadi pilar utama untuk keberhasilan hubungan ini. Meskipun ada jeda waktu yang panjang antara satu interaksi dengan lainnya, kamu dan sahabat akan tetap merasa “connect” dan nyaman.

Meskipun jarang bertukar kabar, namun tidak mengurangi rasa peduli dan kasih sayang yang sudah terbangun sejak lama. Hubungan pertemanan bisa tetap kuat karena kepercayaan dan rasa saling mengerti.

6. Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan mental/ Foto: Freepik.com/freepik

Selain menguras energi, berada di lingkungan pertemanan yang toxic dapat berdampak serius bagi kesehatan mental karena memicu stres, cemas, bahkan depresi.

Dengan minimnya drama dan tuntutan emosional, teman low-maintenance terasa lebih ringan untuk dijalani, terutama di usia dewasa. Ketidakharusan selalu hadir dalam setiap situasi membuat beban mental jauh lebih rendah, dibanding pertemanan yang posesif dan “harus selalu ada”.

Ketika masalah hidup datang, teman ini akan menjadi “rumah” yang aman untuk mengungkapkan isi hati atau sekedar istirahat. Mereka hadir bukan untuk men-judge, tapi memberi dukungan dengan cara yang tulus. Kehadirannya bisa jadi penyelamat di tengah ketidakstabilan emosional.

7. Hubungan Bertahan Lama

Hubungan bertahan lama/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Sebagian orang mungkin susah untuk menerima “low-maintenance friendship”, apalagi jika kamu tipe yang menuntut komunikasi intens dan perhatian setiap saat. Hubungan ini bisa terasa asing, tidak nyaman, atau memicu miskomunikasi karena minimnya komunikasi dan interaksi.

Namun, low-maintenance friendship justru dapat menjadi hubungan yang positif dan awet di tengah kesibukan dewasa. Ketika sekeliling berubah, teman low-maintenance cenderung tidak akan berubah. Meski sedang ada di fase berbeda, hubungan ini berusaha untuk saling support dan menghormati satu sama lain.

Hubungan pertemanan yang dewasa tidak pernah memaksa untuk berkomunikasi terus-menerus atau bertemu rutin. Justru dalam ketenangan dan saling menghargai satu sama lain, relasi dapat tumbuh lebih kuat. Kira-kira, Beauties sendiri merupakan tipe teman yang low-maintenance, bukan?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE