Belajar dari Nabi Muhammad saw, Ini 3 Cara Menjalani Hidup yang Penuh Makna!

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Selasa, 25 Aug 2026 09:00 WIB
1. Tetap Sabar dan Tenang saat Dihantam Cobaan
Keteladanan Rasulullah saw/Foto: Magnific.com/Magnific

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam selalu memperingatinya sebagai hari lahirnya Nabi Muhammad saw. atau yang sering kita sebut Hari Maulid Nabi. Tahun ini, Maulid Nabi Muhammad saw. jatuh pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.

Selain memperbanyak amalan di bulan penuh makna ini, kita juga perlu memahami dan menerapkan keteladanan Nabi Muhammad saw. semasa hidupnya.

Lantas, apa saja karakter Nabi Muhammad saw. yang bisa kita teladani di era modern yang mungkin sering terlupakan? Berikut penjelasannya!

1. Tetap Sabar dan Tenang saat Dihantam Cobaan

Keteladanan Rasulullah saw/Foto: Magnific.com/Magnific

Sifat ini tercermin saat Nabi Muhammad saw. terus diperlakukan secara zalim oleh orang-orang Quraisy di Makkah. Beliau pernah diludahi, dilempari kotoran, hingga diuji keimanannya untuk ikut menyembah berhala.

Rasulullah saw. kala itu pernah diludahi oleh Uqbah bin Abi Muaith atas suruhan sahabat Uqbah, yaitu Ubay bin Khalaf. Ubay menantang Uqbah untuk meludahi Rasulullah saw. sebagai bukti bahwa Uqbah tidak benar-benar masuk Islam setelah diisukan mengucapkan kalimat syahadat.

Tak hanya itu, Rasulullah saw. juga pernah ditumpahi kotoran oleh Uqbah saat sedang salat, tepat di atas kepalanya.

Agar tidak dimusuhi oleh kaum Quraisy, tiga tokoh Quraisy yaitu Umayyah bin Khalaf, Al-walid bin Mughirah, dan Aswad bin Abdul Muthalib meminta Rasulullah saw. untuk menyembah Tuhan mereka dan begitu pun sebaliknya.

Namun, Rasulullah saw. menolaknya dan dipertegas melalui turunnya surah Al-Kafirun yang menegaskan akan perbedaan keyakinan antara umat islam dan umat lainnya.

Meski terus-menerus dizalimi, Rasulullah saw. hanya diam dan tetap bersikap tenang tanpa membalas perilaku buruk orang-orang Quraisy.

Respons yang diberikan Rasulullah saw. mengingatkan kita bahwa tidak perlu membalas keburukan dengan keburukan. Orang yang berniat menjatuhkan kita justru akan merasa lelah dengan sendirinya.

Dalam ilmu psikologi, menurut psikiater dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ., membalas orang toksik hanya memperpanjang konflik dan menguras energi emosional, serta menurunkan integritas dan citra diri.

“Dengan tetap tenang dan tidak membalas, kamu menunjukkan kedewasaan, menjaga ketenangan diri, dan tidak ikut terseret dalam drama yang tidak perlu,” ujar dr. Santi, seperti dilansir dari Instagramnya, @santi_psychiatrist.

2. Ikhtiar, Ikhlas, dan Berserah Diri pada Allah Swt.

Keteladanan Rasulullah saw/Foto: Magnific.com/Magnific

Rasulullah saw. tidak pernah berputus asa dan terus berserah diri pada Allah Swt. meskipun terus mendapat banyak penolakan saat menyebarkan ajaran Islam.

Rasulullah saw. bersama para pengikutnya pernah diboikot oleh warga Quraisy, hingga harus mengasingkan diri ke Syi’ib Abu Thalib selama tiga tahun. Selama pengasingan, mereka harus mengalami kelaparan ekstrem hingga beberapa di antaranya meninggal dunia.

Kaum Quraisy melakukan embargo total, salah satunya melarang orang-orang untuk menjual dagangan dan mengirim pasokan makanan ke Syi’ib.

Meski dalam keadaan terpuruk, Rasulullah saw. tetap berikhtiar dan terus meminta diberi jalan keluar oleh Allah Swt. Atas ketabahannya itu, Allah Swt. menggerakkan hati Hisyam bin Amr dan empat orang Quraisy lainnya untuk menghentikan pemboikotan.

Hisyam bin Amr kerap mengirimkan pasokan makanan serta mendekati empat tokoh Quraisy bernama Zuhair bin Umayyah, Muth’im bin ‘adi, Abul Bakhtari bin Hisyam, dan Zam’ah bin Aswad untuk bersama-sama merobek dan membatalkan isi perjanjian zalim tersebut.

Lantaran naskah perjanjian yang tertempel di Kakbah ternyata telah rusak dimakan rayap, maka embargo pun berakhir.

Lagi-lagi, Rasulullah saw. menegaskan bahwa sesulit apa pun kondisinya, jika kita tetap berikhtiar dan berserah diri pada Allah Swt. akan selalu ada jalan keluar terbaik pada waktu yang tepat.  

3. Memaafkan Orang Lain dengan Lapang Dada

Keteladanan Rasulullah saw/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Keteladanan ini tersirat saat Rasulullah saw. mendapat penolakan keras dari warga Thaif untuk berdakwah. Mereka dengan tega melempari kaki Rasulullah saw. dengan batu di setiap langkahnya.

Setelah mendapat banyak penolakan, Rasulullah saw. pun pergi dari kota Thaif hingga berhenti di sebuah pohon kurma. Di situlah beliau berdoa tentang apa yang dialami dan didatangi oleh malaikat Jibril.

Malaikat Jibril mengatakan bahwa Allah Swt. telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk meluluhlantakkan orang-orang yang telah melukai Rasulullah saw. dalam sekejap jika Rasulullah saw. menghendaki.

Hal itu, sebagaimana dituturkan langsung oleh Rasulullah saw. dalam hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim, melansir NU Online.

“… Malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah Swt. mendengar apa yang kaummu katakan padamu. Dia juga mendengar bagaimana jawaban mereka padamu. Sekarang, Allah Swt. telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu untuk diperintah sesuai keinginanmu terhadap mereka.” Tak lama, malaikat penjaga gunung pun memanggilku dan mengucapkan salam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu pada mereka (orang Thaif),” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Namun, apa jawaban Rasulullah saw.? Beliau tidak mau membalasnya. Alih-alih mendahulukan amarah dan membalas dendam, Rasulullah saw. memilih memaafkan penduduk Thaif yang telah bertindak kasar dengan lapang dada.

Beliau justru berujar, “Aku berharap dari keturunan orang Thaif, Allah Swt. menciptakan orang-orang yang menyembah-Nya semata, tidak ada yang menyekutukan-Nya dengan apa pun.”

Itulah tiga keteladanan Nabi Muhammad saw. yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiganya memang terdengar klasik, tetapi tidak semua orang benar-benar menjalaninya dengan baik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE