Beli Barang Secara Kredit atau Tunai? Pertimbangkan Dulu Hal-Hal Ini
Tak heran manusia modern berlomba-lomba saling memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup yang begitu kompleks dan dinamis. Persaingan sudah merambah kemana-mana, ada persaingan kerja, persaingan memperoleh status atau gelar tertentu dan tentunya persaingan untuk menunjukkan gaya hidup selayak mungkin.
Dari itu semua sering kali menimbulkan kesenjangan ekonomi, yang pada akhirnya jebakan gaya hidup modern ini banyak mengorbankan rencana keuangan lantaran keenganan untuk tertinggal dari satu sama lain.
Kondisi itu, kerap kali dimanfaatkan oleh perusahaan atau Lembaga pembiayaan non-perbankan untuk mengambil keuntungan. Produk yang sering ditawarkan oleh multifinance adalah kredit.
Dengan adanya kredit masyarakat juga diiming-imingi untuk pembiayaan segala kebutuhan bahkan untuk biaya konsumtif sekalipun. Dengan kredit ini sangat memungkinkan bagi kita untuk membeli atau memiliki barang di waktu kita belum mempunyai uang untuk membayarnya.
Coba sekarang kamu amati barang yang kamu miliki. Ada berapa barang yang kamu beli secara tunai atuapun kredit.
Kenapa hal itu penting diketahui? Jika membeli secara kredit, kamu harus memikirkan bunga kredit yang cukup besar untuk sebuah pinjaman. Sedangkan di sisi lain ada beberapa jenis barang yang cukup mahal jika dibeli secara tunai. Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan yang dilansir dari cermati.com.
1. Pilih Barang dengan Resale Value Tinggi
Jenis barang ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai resale barang yang kamu beli tersebut. Misalkan kamu ingin membeli rumah, maka pilihan yang paling tepat adalah membeli secara kredit. Meskipun kamu harus membayar angsuran, nilai rumah dan tanah tersebut tidak akan turun di kemudian hari, bahkan akan terus naik harganya.
Foto: IstimewaBegitu sebaliknya, studi kasus apabila membeli barang elektronik. Karena faktor pemakaian jenis barang-barang tersebut nilai jualnya cenderung menurun sangat cepat semakin hari, jadi akan lebih cocok membeli secara tunai.
Kesimpulannya, bayar kredit itu lebih sesuai untuk jenis barang yang nilai penyusutannya lambat atau bahkan nilai jualnya semakin naik, seperti tanah, ruko, emas.
2. Adakah Sisa Uang Ketika Membeli Secara Tunai?
Foto: IstimewaMemikirkan sisa uang setelah membeli sesuatu itu sangat penting agar kamu tidak tergolong dalam kategori orang yang ceroboh. Jika dengan membeli secara tunai cenderung membuat kamu tidak punya lagi sisa uang untuk kebutuhan yang darurat, maka kredit juga bisa menjadi alternatif paling bijak. Dengan kredit, kamu bisa menggunakan sisa uang untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya urgent.
3. Biaya Perawatan dan Pajak
Entah kamu membeli dengan tunai atau kredit, pastinya setelah kamu memiliki properti atau barang tersebut ada yang mewajibkan kamu untuk membayar pajak. Belum lagi biaya perawatan untuk setiap jenis barang yang berbeda-beda.
Foto: IstimewaSudahkah kamu memikirkan hal tersebut? Apakah nantinya kira-kira penghasilan kamu cukup untuk merawat dan membayar pajak sedangkan kamu harus membayar angsuran setiap bulannya?
4. Pertimbangkan Proteksi Asuransi
Asuransi merupakan bagian penting dari hidup di zaman modern ini, itulah mengapa saat kamu mengajukan kredit, pihak bank biasanya sudah menawarkan fitur asuransi kredit, baik itu KPR, Multiguna, KTA, maupun jenis kredit lainnya. Sebaliknya, jika kamu ingin membeli tunai, maka program asuransi bisa kamu dapatkan secara terpisah.
Foto: IstimewaBanyak sekali perusahaan asuransi yang bisa kamu pilih. Untuk mendaftarkan diri di program asuransi secara mandiri kamu juga harus pandai-pandai dan jangan sampai jatuh kepada perusahaan dadakan yang mempunyai reputasi rendah.
Bisa-bisa kamu malah akan masuk ke dalam jurang penipuan. Ingat, telah banyak sekali kasus gagal klaim asuransi yang disebabkan oleh berbagai macam faktor.
5. Jeli Melihat Bunga Kredit Rendah
Ada istilahnya bunga mengambang (floating) sebagai kebalikan dari bunga tetap (flat). Ketika kamu mengajukan kredit pasti kamu akan dihadapkan kepada dua istilah tersebut. Untuk bunga floating terkadang memang sedang turun dan berubah-ubah.
Foto: IstimewaKamu harus lebih hati-hati jika memilih bunga mengambang, karena suatu saat nanti bisa saja akan naik tinggi. Berbeda dengan bunga yang sifatnya tetap, maka dari awal pinjaman sampai akhir pelunasan sudah ditetapkan besaran bunga sekian persen dari pokok hutang.
6. Sesuaikan Angsuran dengan Kemampuan
Semua orang memang harus berkorban untuk mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berbeda dengan kredit, jangan sampai kamu terlalu berani berkorban untuk mengalihkan dana untuk angsuran pinjaman. Ini akan sangat mengganggu stabilitas keuangan keluarga kamu.
Foto: IstimewaJika kamu mampu sebaiknya berikan porsi angsuran maksimal hanya 1/3 dari penghasilan. Tetapi kamu juga mesti ingat bahwa kamu hanya akan menggunakan 2/3 dari gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.