Benarkah Tepung Singkong Bisa untuk Padamkan Api? Ini Penjelasannya...

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB
Penjelasan Menurut BRIN
Tepung singkong yang berpotensi mampu memadamkan api/ Foto: Pexels.com/Daniel Dan

Usai Presiden RI menyampaikan persetujuannya untuk menggunakan bahan berbasis tepung singkong sebagai alternatif pemadaman kebakaran hutan dan lahan, efektivitasnya ramai jadi bahan perbincangan. Pemadaman karhutla yang biasanya dilakukan menggunakan waterbombing memang efektif dalam memadamkan api, tapi bagaimana dengan inovasi satu ini?

Sejumlah penelitian sudah melakukan uji penggunaan tepung singkong untuk memadamkan api, Beauties. Berikut yang perlu kamu ketahui.

Penjelasan Menurut BRIN

Tepung singkong yang berpotensi mampu memadamkan api

Tepung singkong yang berpotensi mampu memadamkan api/ Foto: Pexels.com/Daniel Dan

Badan Risen dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan lebih lanjut terkait efektivitas pemadaman api menggunakan tepung singkong setelah pernyataan presiden terkait penggunaannya untuk memadamkan karhutla. Melalui situs resmi BRIN, Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menyampaikan bahwa penggunaan pati singkong dan teknologi pemadam telah mempunyai dasar ilmiah yang bisa dikembangkan lebih lanjut melalui rekayasa ilmiah dan formulasi. “Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur,” terangnya.

Pati singkong memiliki struktur polisakarida yang kaya gugus hidroksil dan dapat dimodifikasi secara kimia untuk mengatur kemampuan pembentukan film, viskositas, retensi air, serta interaksinya dengan komponen retardan. Dalam pengembangannya, pati singkong akan dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.

“Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas,” lanjut Julinton.

Mekanisme utama teknologi ini yaitu pendinginan, peningkatan pembasahan dan retensi cairan, serta perubahan jalur dekomposisi termal bahan bakar vegetasi sehingga laju perambatan api berpotensi ditekan. Cairan retardan berbasis pati singkong–APP juga dapat dikembangkan secara taktis untuk aplikasi udara maupun darat.

Meski demikian, BRIN menerangkan pada kebakaran berintensitas tinggi, teknologi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti seluruh metode pemadaman yang telah tersedia. CASSA-P dikembangkan terutama sebagai teknologi pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran, perlindungan area strategis, dan pemadaman spot fire, yang tetap harus terintegrasi dengan personel darat dan sistem pemadaman lainnya.

Inovasi SIPAR

Tepung singkong yang berpotensi mampu memadamkan api

Tepung singkong yang berpotensi mampu memadamkan api/ Foto: Pexels.com/Matheus Bertelli - 11949553456@

Terdapat pula penelitian yang sudah diuji coba pada 21 September 2024 berjudul “Inovasi Pemadam Api dari Kulit Singkong untuk Menunjang Keamanan Proses Produksi di UMKM Lumpia Jeng Nenny" oleh Vereline Abigael Widayat beserta tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang.

Melansir dari DetikKalimantan, inovasi yang dinamai SIPAR (Singkong APAR) itu dilatarbelakangi keresahan mitra UMKM akan potensi kebakaran dari penggunaan kompor dan minyak panas. Tahapannya cukup sederhana:

  1. Pengupasan dan pengeringan: Limbah kulit singkong dikupas dan dijemur di bawah terik matahari menggunakan alas terpal.
  2. Penggilingan: Kulit singkong yang sudah benar-benar kering kemudian digiling menggunakan mesin hingga menjadi bubuk halus.
  3. Pengisian tekanan: Bubuk dimasukkan ke dalam tabung APAR dan disuntikkan gas Hidrogen dengan tekanan mencapai 10-15 bar.

Demonstrasi SIPAR dalam pemadaman api terbukti sangat efektif dan ramah lingkungan karena dapat memadamkan api dalam hitungan detik tanpa banyak biaya.


Studi APAR

Dalam studi lainnya, yaitu "Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Komplementer Dry Chemical Powder APAR" oleh Rais Abdillah Elvandi dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB University), memanfaatkan limbah pertanian untuk menekan tingkat ketergantungan pada bahan kimia sintetis pemadam api.

Studi eksperimental yang dilakukan pada Juli-Agustus 2024 itu melalui proses pengolahan meliputi tahapan pencucian kulit singkong, pengeringan di dalam mesin oven bersuhu 150°C, dan penggilingan hingga menjadi partikel bubuk. Lalu, bubuk organik tersebut diisi ke dalam tabung berkapasitas 3 kg, diberi tekanan nitrogen, kemudian disemprotkan pada api yang membakar media kertas di dalam sebuah tong.

Hasilnya terbagi atas perbandingan berikut:

  1. Serbuk singkong murni (3 kg): Gagal menaklukkan titik api meski telah disemprotkan secara maraton selama durasi 95 detik.
  2. Serbuk kimia murni (3 kg): Sangat efektif memadamkan api dalam waktu 18 detik saja.
    Rasio campuran 1:1: Mencampurkan masing-masing 1,5 kg bahan ternyata masih gagal memadamkan api setelah 54 detik penyemprotan.
  3. Rasio campuran 2:1: Formulasi dua bagian bubuk singkong (2 kg) dan satu bagian kimia kering (1 kg) menjadi racikan paling ampuh.

Dari beberapa studi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komponen singkong menyimpan potensi besar sebagai agen pemadam api yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Namun perlu digarisbawahi bahwa penelitian masih dalam tahap uji coba penganan api dalam skala kecil. Penanganan dalam skala lebih besar seperti karhutla, sebagaimana disebutkan oleh BRIN, masih memerlukan integrasi dengan metode pemadaman lainnya yang telah tersedia. Bagaimana menurut kamu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE