Benci Drama? Jauhi Orang yang Sering Lakukan 3 Hal Ini!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 29 Jun 2026 13:15 WIB
Selalu Memosisikan Diri sebagai Korban
Tanda orang suka drama sering terlihat dari kebiasaan memosisikan diri sebagai korban dalam berbagai situasi/Foto: Magnific

Tidak semua hubungan sosial membawa rasa nyaman dan ketenangan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang-orang yang justru kerap menghadirkan konflik, memicu ketegangan, atau menciptakan suasana yang terasa melelahkan secara emosional.

Menariknya, ciri-ciri orang toxic dan suka drama seperti itu sering kali muncul lewat kebiasaan kecil yang tampak sepele, tetapi dilakukan berulang kali hingga memengaruhi hubungan dengan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk lebih peka dalam mengenali tanda orang suka drama agar kamu yang benci drama tidak mudah terjebak dalam hubungan yang menguras energi itu.

Yuk, perhatikan tanda-tanda orang suka drama seperti yang dilansir dari The Sense Hub ini sejak awal agar hubungan sosialmu tetap sehat dan nyaman!

Terlalu Sering Membagikan Hal Pribadi kepada Orang Lain

Tanda orang suka drama sering terlihat dari kebiasaan terlalu cepat membagikan hal-hal pribadi kepada orang lain. Mereka cenderung menjadikan pengalaman pribadi sebagai pusat percakapan agar perhatian tetap tertuju pada diri mereka.
Tanda orang suka drama sering terlihat dari kebiasaan terlalu cepat membagikan hal-hal pribadi kepada orang lain/Foto: Magnific/garetsvisual

Orang yang terlalu sering membagikan detail pribadi kepada orang yang baru dikenal biasanya memiliki kebutuhan besar untuk menjadi pusat perhatian. Mereka kerap menggunakan cerita yang mengejutkan atau sangat personal agar percakapan tetap berfokus pada diri mereka.

Sikap seperti ini juga bisa menunjukkan kurangnya batasan dalam hubungan sosial dan berpotensi menimbulkan situasi yang rumit. Oleh karena itu, ada baiknya lebih waspada terhadap orang yang baru berkenalan tetapi langsung menceritakan seluruh masalah hidupnya. Tidak jarang, kebiasaan tersebut menjadi tanda bahwa mereka mudah membawa orang lain masuk ke dalam drama pribadinya.

Suka Bergosip tentang Siapa pun kepada Siapa pun

Tanda orang suka drama sering terlihat dari kebiasaan membicarakan kehidupan orang lain kepada siapa saja/Foto: Magnific

Orang yang tidak bisa berhenti bergosip cenderung selalu membicarakan kehidupan orang lain kepada siapa saja yang mau mendengar. Kebiasaan menyebarkan rumor dan mengulik urusan pribadi sering berkaitan dengan rasa tidak aman serta kebutuhan untuk merasa lebih berkuasa.

Ketika seseorang terbiasa membicarakan orang lain di belakang mereka, ada kemungkinan besar ia juga melakukan hal serupa kepadamu. Sikap seperti ini dapat memicu ketegangan dan konflik dalam hubungan sosial sehingga sebaiknya hindari terlalu terlibat dengan orang-orang yang gemar bergosip agar kamu tidak menjadi topik pembicaraan berikutnya.

Selalu Memosisikan Diri sebagai Korban

Tanda orang suka drama sering terlihat dari kebiasaan memosisikan diri sebagai korban dalam berbagai situasi/Foto: Magnific

Orang yang sering menciptakan drama biasanya selalu memosisikan diri sebagai korban dalam berbagai keadaan. Mereka cenderung sulit mengakui kesalahan sendiri dan lebih memilih mencari alasan ketika sesuatu berjalan buruk.

Sikap seperti ini kerap digunakan untuk memperoleh simpati serta dukungan dari orang lain. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati terhadap orang yang terus menyalahkan lingkungan sekitar atas masalah yang mereka hadapi. Jika dibiarkan, kamu bisa ikut terjebak dalam lingkaran keluhan dan konflik yang terus berulang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.