Berkunjung ke Singapura Jangan Coba-Coba Makan Permen Karet, Ternyata Ini Alasannya!

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 06 Mar 2024 15:30 WIB
Awal Mula Permen Karet Dilarang di Singapura, Ternyata Akibat Kejadian Ini
Asal usul larangan makan permen karet di Singapura/ Foto: Freepik.com/freepik

Makan permen karet terdengar seperti hal yang biasa saja dan lumrah dilakukan banyak orang. Namun, siapa sangka bahwa aktivitas kecil itu justru menjadi sebuah hal terlarang di Singapura. 

Tak main-main, larangan itu bahkan telah diatur dalam undang-undang. Pemerintah Singapura pun telah menetapkan hukuman berat bagi siapa saja yang berani melanggarnya. 

Lantas, kenapa ya makan permen karet bisa jadi masalah besar di Singapura? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan berikut ini. 

Awal Mula Permen Karet Dilarang di Singapura, Ternyata Akibat Kejadian Ini

Asal usul larangan makan permen karet di Singapura/ Foto: Freepik.com/freepik

Peristiwa besar yang berkontribusi terhadap pelarangan permen karet di Singapura adalah peluncuran proyek Mass Rapid Transit (MRT). Kabarnya, Singapura menginvestasikan 5 miliar dolar Singapura dalam proyek ini untuk menciptakan transportasi yang lancar dan cepat bagi warganya.

"Permen karet dilarang tahun 1992. Apa yang terjadi saat itu, sekitar tahun 1991, Singapura baru saja punya MRT. Saat itu, saya masih sekolah. Senang sekali rasanya naik MRT ke sekolah. Sangat cepat dan efisien. Sangat bangga pokoknya," ungkap Josephine Teo, Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, dikutip dari detikTravel. 

Sayangnya, sensor pintu MRT itu justru lemah akibat ada tempelan permen karet di atasnya. Pintu-pintu tersebut pun tidak dapat beroperasi dengan baik sehingga menghambat fungsinya. Permen karet itu juga menyebabkan seluruh sistem mengalami gangguan sehingga menyebabkan layanan kereta api terganggu. 

Peristiwa inilah yang memicu Pemerintah Singapura segera mengambil tindakan tegas. Sejak tahun 1992, pemerintah secara resmi memutuskan untuk melarang konsumsi permen karet. Aturan ini artinya telah ada lebih dari 30 tahun yang lalu dan berlaku sampai sekarang. 

Larangan Permen Karet Terkait dengan Budaya di Singapura

Kaitan larangan permen karet dengan budaya di Singapura/ Foto: Pexels.com/ALAMEEN A-DAE

Dilansir dari Hindu Stan Times, beberapa tahun sebelum peristiwa MRT terjadi tepatnya pada tahun 1980, Perdana Menteri Singapura saat itu, Lee Kuan Yew rupanya sudah lebih dahulu melarang iklan permen karet. Keputusan itu tak lepas dari sebuah laporan yang menyatakan bahwa Dewan Perumahan dan Pembangunan Singapura menghabiskan lebih dari 125.000 dolar Singapura setiap tahunnya hanya untuk menghilangkan bekas permen karet dari dinding dan lantai. 

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa Singapura memang terkenal sebagai negara yang menjunjung tinggi budaya kebersihan. Sebagian besar larangan di Singapura pun diterapkan untuk menjaga ruang publik tetap bersih, tak terkecuali larangan soal permen karet ini. 

Pasalnya, orang-orang dengan mudahnya memasukkan benda kecil itu ke dalam lubang kunci, kotak surat, tombol lift, kursi bus, trotoar, hingga tangga. Tak heran jika para pejabat di sana akhirnya berupaya mengambil langkah serius untuk menuntaskan masalah tersebut. 

Nekat Makan Permen Karet di Singapura Bisa Kena Hukuman Ini

Hukuman memakan permen karet di Singapura/ Foto: Pexels.com/Sherman Trotz

Sebagai wujud ketegasan pemerintah atas larangan makan permen karet, setiap pelanggar yang masih nekat melakukan hal itu pun akan diganjar hukuman berupa denda. Tak hanya bagi yang mengonsumsinya, orang yang menjual atau sekadar membawa permen karet pun dikenakan denda yang berat. 

Kabarnya, orang yang kedapatan mengunyah permen karet akan didenda 500 hingga 1.000 dolar Singapura pada pelanggaran pertama dan 2.000 dolar Singapura pada pelanggaran berikutnya. Tak hanya itu, para pelanggar juga bisa terancam hukuman hingga dua tahun penjara. Hal ini bukan hanya berlaku bagi penduduk lokal melainkan juga wisatawan yang berkunjung ke Singapura. 

Saat ini, pembatasan penjualan permen karet pun tetap menjadi salah satu undang-undang Singapura yang paling terkenal. Namun, larangan makan permen karet kabarnya sudah tidak sekeras dulu. Dalam beberapa kondisi, konsumsi permen karet sudah dibolehkan terutama jika berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, konsumsi permen karet nikotin untuk membantu berhenti merokok atau permen karet yang dikhususkan untuk mengatasi masalah gigi. 

Nah, itulah informasi seputar larangan makan permen karet di Singapura. Bagaimana pendapatmu mengenai aturan ini, Beauties? 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE