Bisa Sampai Rp60 Miliar, Ini Alasan Banyak SPBU Dijual
Ramai-ramai pemilik menjual Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan asetnya dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terpantau di toko-toko penjualan online.
Padahal, bisnis SPBU dianggap sebagai bisnis yang paling pasti menghasilkan keuntungan karena pasar dan margin yang jelas.
Namun, Head of Advisory Services Colliers Interational Indonesia Monica Koesnovagril mengungkapkan, dari sudut pandang properti, bisnis SPBU bukan berarti yang paling cuan, khususnya dengan lokasi yang begitu strategis.
SPBU dijual di toko online/ Foto: Tangkapan layar olx |
"SPBU sebenarnya supply dan demand. banyak SPBU lokasinya di tengah kota yang harga tanahnya sudah mahal. Bicara Jakarta, KLB (Koefisien Lantai Bangunan) sudah pada naik, jadi secara konsep optimalisasi lahan akan lebih optimal untuk dibangun yang lebih high-rise," katanya Rabu (4/1/2023).
Bangunan high rise seperti apartemen atau perkantoran memang lebih banyak membutuhkan modal. Namun, perputaran uangnya bisa jadi lebih cepat mengingat strategisnya lokasi SPBU yang bersangkutan.
"Lebih ke supply-demand. Nanti harus dipertimbangkan lagi demand-nya ada nggak? Atau seberapa besar ini lahannya, banyak hal dipertimbangkan. Tapi kalau berdasar oh sekarang harganya sudah mahal, KLB sudah tinggi, jadi rasanya kok sayang cuma dipakai buat SPBU," kata Monica.
Pantauan CNBC Indonesia, di Jakarta ada SPBU yang dijual Rp 35 miliar di kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara, juga di Duren Sawit ditawarkan dengan harga Rp 30 miliar, dan masih banyak lainnya.
Di wilayah lain SPBU bahkan ada yang sampai dilego Rp60 miliar -Rp70 miliar. Baca selengkapnya di sini, Beauties.
---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
SPBU dijual di toko online/ Foto: Tangkapan layar olx