Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Jabodetabek. Di laman Instagram, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Jabodetabek pada 23 - 27 Januari 2026.
Diketahui dari unggahan tersebut, hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah hingga pekan depan. Mengutip detikHealth, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menyampaikan ada beberapa pemicu yang memengaruhi kondisi cuaca hingga sepekan ke depan.
Pertama, karena adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan ularan 1001 hPa.
Lalu, aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata dan diperkuat dengan adanya seruan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia melewati ekuator hingga ke Pulau Jawa (terlihat dari naiknya indeks surge, dan indeks CENS (Cross Equatorial Northerly Surge). Aliran Monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Secara bersamaan, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Equator, dan Kelvin, yang didukung nilai OLR negatif, memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus di atmosfer.
Kondisi atmosfer di atas mendukung peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan sehingga memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan.
Yap, tak cuma wilayah Jabodetabek, namun hal ini juga terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat, hingga Sulawesi Barat.
Berikut adalah peringatan dini cuaca di Jabodetabek pada 23 - 27 Januari 2026. Simak!