Bukan Cuma Ikut Tren, Ini 5 Cara Gen Z Dukung Ekonomi Kreatif!

Justina Nur | Beautynesia
Rabu, 28 Oct 2026 09:15 WIB
Bukan Cuma Ikut Tren, Ini 5 Cara Gen Z Dukung Ekonomi Kreatif!
Bukan Cuma Ikut Tren, Ini 5 Cara Gen Z Dukung Ekonomi Kreatif!/ Foto: magnific.com/drobotdean

Beauties, siapa bilang Gen Z nggak bisa ikut mendukung pertumbuhan ekonomi? Padahal, setiap generasi termasuk Gen Z tetap punya cara tersendiri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mengekspresikan diri, salah satunya di bidang ekonomi kreatif.

Bahkan, tidak jarang tren gaya hidup yang akhir-akhir ini populer juga turut dipopulerkan oleh Gen Z. Seperti yang dilansir dari Quartz, Gen Z memang selalu kreatif menjadi kreator utama dari konten yang mereka konsumsi sendiri. 

Tidak mengherankan kalau itu terjadi, karena Gen Z sendiri memang kerap menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menikmati konten yang dibuat oleh teman sebaya mereka baik lewat YouTube, Instagram, TikTok, atau media sosial lainnya.

Nah, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan generasi muda seperti Gen Z juga bisa ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi terutama ekonomi kreatif. Yuk, cari tahu!

Membangun Bisnis Digital

Kamu bisa mencoba membuat bisnis di ranah digital, contohnya menjual template digital seperti planner, tracker habits, dan sebagainya./ Foto: magnific.com/benzoix

Seperti yang dilansir dari Ecobankers: Journal of Economy and Banking, Gen Z memang sangat tech savvy sehingga mudah beradaptasi dengan teknologi dan lebih kreatif dalam memanfaatkan berbagai peluang digital.

Hal ini bisa kamu manfaatkan sebagai Gen Z untuk membuat bisnis di ranah digital, karena lebih fleksibel tanpa mengganggu waktu kuliah atau pekerjaan lainnya.

Contoh bisnis digital yang bisa kamu bangun seperti membuat dan menjual template digital. Template tersebut bisa berupa planner, tracker habits, desain media sosial, dan sebagainya.

Membuat Karya yang Unik dan Personal

Kamu bisa membuat karya yang unik dan personal sehingga tidak pasaran, contohnya seperti strap tas dari jam bekas, charm lucu untuk tas, dan sebagainya./ Foto: instagram.com/macrae_and_co, tiktok.com/ddhivaaaa

Beauties, tentu kamu sering melihat berbagai pernak-pernik atau aksesori yang digantungkan di ponsel, tas, atau bahkan di leather journal.

Nah, kamu juga bisa mengeksplorasi bakatmu di dunia seni dan fashion ini dengan membuat barang-barang yang unik dan tidak pasaran sekaligus personal yang membuat banyak orang tertarik untuk membelinya.

Contoh usaha yang bisa kamu coba seperti membuka jasa pembuatan strap tas dari jam bekas, charm lucu dan elegan buat leather journal, journal dari kain perca, atau membuat case HP yang unik dan disesuaikan dengan pesanan pembeli.

Tak hanya menyalurkan bakat dan hobimu, kamu juga bisa mendapatkan uang tambahan dari usaha kreatif ini. Menarik, ‘kan?

Membuka Usaha Kreatif dan Ramah Lingkungan

Sebagai Gen Z, kamu bisa kreatif sekaligus ramah lingkungan dengan membuka usaha yang bertanggung jawab dan meminimalisir dampak lingkungan./ Foto: magnific.com/lookstudio

Gen Z memang dikenal sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan sekaligus berjiwa sosial. Oleh karena itu, kamu juga bisa tetap membuka usaha sesuai dengan passion-mu sekaligus memikirkan dampak terhadap lingkungan.

Contohnya, buat kamu yang ingin membuka usaha di dunia fashion, brand yang kamu bangun bisa terlihat memiliki value yang berbeda dengan mencoba menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan bisa terurai, seperti menjual produk fashion dari bahan linen dan menggunakan pewarnaan alami.

Selain itu, mengingat Gen Z adalah digital savvy, kamu bisa turut meningkatkan awareness tentang lingkungan dengan mengangkat dan membahas isu-isu seputar lingkungan di media sosial merek yang kamu buat. 

Menjadi Content Creator dan Digital Marketer yang Tetap Ramah Lingkungan

Kamu bisa menjadi content creator dan digital marketer, mempromosikan produk kreatif dari UMKM lokal, apalagi saat traveling ke daerah tertentu./ Foto: magnific.com/pressfoto

Gen Z seperti kamu tentu sangat ahli dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana memasarkan produk atau menyebarkan awareness tentang suatu isu. Nah, kamu bisa memanfaatkan hal ini untuk menjadi content creator dan digital marketer, membuat konten yang kreatif dan menarik tentang produk ramah lingkungan yang sedang kamu jual.

Kamu juga bisa memanfaatkan platform tersebut untuk mempromosikan brand kreatif lokal atau produk UMKM, apalagi saat traveling ke daerah tertentu. 

Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan traffic atau engagement ke media sosialmu, memudahkan calon pembeli mengetahui penjual karya kreatif di daerah tersebut, serta meningkatkan penjualan UMKM setempat. 

Mengangkat Nilai Lokal dan Menyebarkannya Lewat Industri Kreatif

Kalau kamu punya keahlian di bidang desain grafis, kamu bisa membuat stiker yang lucu yang mengangkat budaya dan kuliner lokal. / Foto: magnific.com/drobotdean

Siapa bilang budaya lokal tidak bisa dikemas menjadi barang kekinian yang kreatif sekaligus menggemaskan? Kalau kamu punya keahlian di bidang desain grafis, kamu bisa membuat stiker yang lucu yang mengangkat budaya dan kuliner lokal. Contohnya, stiker-stiker lucu dengan desain pangan lokal seperti pecel lele, klepon, sate ayam, nasi goreng, dan sebagainya.

Selain itu, kamu juga bisa menjual berbagai kartu pos atau notebook yang terbuat dari kertas daur ulang dengan desain stand penjual makanan atau street food yang kerap kita jumpai di pinggir jalan.

Nah itu tadi Beauties, beberapa cara yang bisa kamu lakukan sebagai Gen Z untuk ikut mendukung industri kreatif. Tertarik coba?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE