Bukan Cuma IQ, Tanda Kecerdasan Tertinggi Juga Dilihat dari Hal Ini Menurut Ahli

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 06 Jan 2026 15:00 WIB
Bukan Cuma IQ, Tanda Kecerdasan Tertinggi Juga Dilihat dari Hal Ini Menurut Ahli
Bukan Cuma IQ, Tanda Kecerdasan Tertinggi Juga Dilihat dari Hal Ini Menurut Ahli/ Foto: Pexels.com/Monstera Productions

Beauties, mungkin kamu sering mendengar bahwa intelligence quotient (IQ) digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang metakognisi?

Tak hanya IQ, metakognisi juga bisa digunakan untuk melihat kecerdasan lho! Bahkan disebut-sebut sebagai tanda kecerdasan tertinggi pada seseorang. Sebab, berdasarkan jurnal The Intersection of Metacognition and Intelligence (2024), dijelaskan bahwa "setiap ekspresi kecerdasan membutuhkan pemantauan dan pengendalian metakognitif untuk mengetahui di mana seseorang berada, seberapa jauh seseorang dari tujuannya, dan perilaku apa yang membawanya ke tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia."

Hal senada juga disampaikan oleh psikolog Kyle Walker yang merujuk pada penelitian ahli ilmu saraf Anil Seth dan psikolog Robert Sternberg tentang metakognisi dalam Linkedinnya, yakni "bentuk kecerdasan tertinggi sebenarnya adalah kemampuanmu untuk mengamati pemikiranmu sendiri." Lantas, apa sih metakognisi itu?

Apa Itu Metakognisi?

Metakognisi jadi salah satu penentu tingkat kecerdasan seseorang. Metakognisi dikenal pula sebagai “berpikir tentang pemikiran kamu sendiri”.

Metakognisi jadi salah satu penentu tingkat kecerdasan seseorang. Metakognisi dikenal pula sebagai “berpikir tentang pemikiran kamu sendiri”./ Foto: Pexels.com/George Pak

Metakognisi dikenal juga sebagai “berpikir tentang pemikiran kamu sendiri”, sebagaimana dijelaskan dalam situs Columbia University. Metakognisi mengacu pada pengetahuan tentang pikiran dan proses kognitif seseorang, serta regulasi kognitif dalam mengarahkan pembelajaran seseorang.

Selain kemampuan refleksi diri, proses metakognisi mengharuskan individu untuk menilai dan memonitor pembelajaran mereka sendiri. Oleh karena itu, self-awareness atau kesadaran akan pemikiran sendiri dan kemampuan untuk mengamatinya sangat penting dalam metakognisi.

Merujuk jurnal The Intersection of Metacognition and Intelligence, metakognisi terbagi menjadi dua, yaitu monitor (pemantauan) dan kontrol atau pengendalian. Pemantauan metakognitif adalah pemikiran kita tentang pemikiran kita sendiri, atau penilaian diri kita tentang apa yang kita ketahui, apa yang dapat kita lakukan, seberapa baik kita telah mempelajari sesuatu, seberapa banyak yang dapat kita ingat, keyakinan bahwa kita berada di jalur yang benar dengan suatu solusi, keyakinan pada suatu jawaban, perkiraan berapa lama suatu tugas akan memakan waktu, dan banyak lagi.

Sementara pengendalian adalah perilaku yang diatur sendiri yang mengikuti dari pemantauan, seperti mencari informasi, mengajukan pertanyaan, mengulang perhitungan, mengubah strategi, belajar lebih banyak, dan meluangkan waktu untuk bekerja tanpa gangguan.

Manfaat Metakognisi

Metakognisi membantu seseorang mengekspresikan kecerdasannya dengan lebih baik. Beberapa manfaatnya seperti bisa membuat keputusan lebih baik, belajar lebih cepat, bisa mengontrol emosi.

Metakognisi membantu seseorang mengekspresikan kecerdasannya dengan lebih baik. Beberapa manfaatnya seperti bisa membuat keputusan lebih baik, belajar lebih cepat, bisa mengontrol emosi./ Foto: Pexels.com/George Pak

Walaupun ada beberapa orang yang mungkin memiliki tingkat kecerdasan yang sama, metakognisi membedakan cara mereka mengekspresikan kecerdasan itu. Ketika seseorang memiliki metakognisi yang baik, yaitu mampu memantau pikiran mereka sendiri dan dapat mengontrolnya, maka mereka akan mengeskrepsikan kecerdasan lebih baik pula.

Kyle Walker menyebutkan sejumlah contohnya seperti kamu bisa mengamati emosi yang muncul tanpa harus terikat pada emosi tersebut. Kamu dapat menyadari sebuah keyakinan yang justru membatasimu dan menghentikannya. Kamu juga bisa menyadari bahwa kamu membuat asumsi tentang masa depan berdasarkan rasa takut. Dengan menyadari ini, kamu bisa langsung menghentikan dan mengubah asumsi ke yang lebih positif.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE