Bukan Sekadar Cerdas, Ini 8 Cara Berpikir Dewasa yang Penting Dimiliki Setiap Orang

Yemima Prasetya Christiana Putri | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 10:30 WIB
5. Mampu Memisahkan Fakta dan Perasaan
Ilustrasi saat memisahkan fakta dan perasaan/Foto: pexels.com/mikhail-nilov

Beauties, kita sering mengira bahwa kecerdasan adalah puncak kualitas diri. Nilai akademis tinggi, kemampuan berpikir cepat, dan argumen yang tajam kerap dijadikan tolok ukur kecerdasan. Padahal, hidup tidak hanya menuntut kita untuk mampu menjawab soal atau memenangkan perdebatan.

Dalam kehidupan yang sesungguhnya, kita butuh cara berpikir dewasa untuk bisa bertahan dalam situasi apapun. Kedewasaan berpikir bukan tentang siapa yang paling pintar, itu sebabnya kita harus bisa berpikir dewasa dan mau belajar bagaimana cara bertahan dalam setiap kondisi. Inilah cara berpikir dewasa yang sangat penting untuk kehidupan kita. Simak!

1. Tidak Mengandalkan Logika Saja, Tapi Mampu Mengelola Emosi

Ilustrasi saat berusaha mengelola emosi/Foto: pexels.com/mikhail-nilov

Orang yang cerdas mampu berpikir cepat dan menemukan solusi, tetapi orang yang dewasa mampu mengelola emosinya saat menghadapi masalah. Artinya, kita tidak boleh langsung bereaksi saat marah, kecewa, atau tersinggung.

Memberi jeda, memahami perasaan, lalu memilih respons yang paling bijak adalah hal yang harus kita lakukan. Kedewasaan terlihat ketika seseorang tidak membiarkan emosi menguasai keputusan, tetapi juga tidak menyangkal perasaannya.

2. Mampu Menerima Ketidakpastian Tanpa Panik

Banyak orang pintar merasa harus selalu punya jawaban. Padahal, cara berpikir dewasa justru menyadari bahwa hidup penuh dengan hal-hal yang penuh misteri.

Tidak semua hal bisa dikendalikan atau dipahami secara instan. Orang yang matang secara psikologis bisa berkata, “Saya belum tahu,” tanpa merasa harga dirinya turun. Ia nyaman berada dalam proses, tidak tergesa-gesa mencari kepastian hanya demi merasa aman.

3. Tidak Haus Validasi dan Tidak Perlu Selalu Benar

Ilustrasi saat berusaha mengendalikan keadaan/Foto: pexels.com/edmond-dantes

Sering kali sering seseorang ingin membuktikan bahwa dirinya benar. Padahal, kita seharusnya harus lebih fokus pada kebenaran daripada ego.

Orang yang cerdas tidak merasa terancam ketika pendapatnya dikritik. Bahkan bisa mengakui kesalahan tanpa merasa runtuh. Cara berpikir ini jarang dimiliki karena membutuhkan kerendahan hati yang tinggi.

4. Bertanggung Jawab Penuh atas Pilihan Hidupnya

Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik kita bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Cara berpikir yang dewasa tidak bermain sebagai korban, tetapi mampu mengendalikan keadaan apapun situasinya.

5. Mampu Memisahkan Fakta dan Perasaan

Ilustrasi saat memisahkan fakta dan perasaan/Foto: pexels.com/mikhail-nilov

Cara berpikir dewasa tidak mencampuradukkan asumsi dengan kenyataan. Jika ingin memiliki pola pikir ini, kita harus mampu membedakan antara ‘apa yang benar-benar terjadi’ dan apa yang dirasakan tentang kejadian yang terjadi’. Kemampuan ini membuat kita tidak mudah tersulut konflik atau salah paham. Hal ini justru akan memproses situasi secara utuh, bukan sekadar reaksi emosional.

6. Tidak Menggunakan Kecerdasan sebagai Tameng

Ada orang yang menggunakan kecerdasannya untuk menghindari percakapan emosional, meremehkan orang lain, atau mengontrol situasi. Padahal, orang yang cerdas tidak memakai kepintaran untuk mendominasi.

Orang yang benar-benar cerdas menggunakan pengetahuannya untuk membangun, tidak menjatuhkan orang lain, dan tidak merasa perlu terlihat paling tahu.

7. Berani Menghadapi Ketidaknyamanan untuk Bertumbuh

Ilustrasi saat berani menghadapi ketidaknyamanan/Foto: pexels.com/karola-g

Pertumbuhan sering kali tidak nyaman. Orang dewasa yang cerdas tentu tidak akan lari dari kritik atau kegagalan. Ia justru melihatnya sebagai kesempatan refleksi.

Karena itu, jangan terlalu sibuk mempertahankan citra diri, tetapi fokuslah memperbaiki diri. Cara berpikir ini membutuhkan keberanian emosional yang tidak semua orang miliki.

8. Mampu Menjaga Batasan Tanpa Kehilangan Empati

Kedewasaan bukan berarti selalu mengalah atau selalu keras. Orang yang matang tahu kapan harus berkata ‘tidak’ tanpa rasa bersalah, dan tetap bisa menghargai orang lain. Itu sebabnya orang yang cerdas tidak menelan semua emosi orang lain, tetapi juga tidak menjadi dingin. Karena itu, kita harus seimbang antara empati dan ketegasan.

Kecerdasan memang bisa membuka banyak pintu kesempatan, tetapi kita harus bisa menentukan bagaimana cara melangkah setelah pintu itu terbuka. Tanpa kematangan berpikir, kepintaran bisa berubah menjadi ego, defensif, atau bahkan alat untuk menghindari pertumbuhan diri. Karena itu, menjadi dewasa bukan tentang terlihat paling tahu, melainkan tentang terus belajar, merefleksi diri, dan berani bertumbuh dalam setiap fase kehidupan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.