Bukan Sekadar Festival Musik, Olivia Rodrigo Galang Rp354 M untuk Dukung Perempuan dan Anak Lewat Daisy Chain Fields

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Kamis, 03 Sep 2026 08:30 WIB
Ada 10 Organisasi yang Terlibat Dalam Festival Ini
Salah satu area organisasi nonprofit di Daisy Chain Fields/Foto: euphoriazine.com

Festival musik biasanya identik dengan lineup musisi besar, penampilan spektakuler, dan ribuan orang yang berkumpul untuk menikmati musik. Namun, Olivia Rodrigo kembali berbicara lewat seni dengan membawa konsep yang sedikit berbeda dengan festival yang digelarnya, Daisy Chain Fields.

Festival yang digelar di Great Park, Irvine, California, pada 29 Agustus 2026 ini, tidak hanya menghadirkan deretan musisi besar perempuan, tetapi juga membawa misi untuk mendukung kesejahteraan perempuan dan anak perempuan. Lantas, seperti apa festival yang dibawa oleh Olivia Rodrigo ini? Yuk, simak, Beauties! 

Daisy Chain Fields, Festival Musik dengan Misi Lebih Besar

Olivia Rodrigo tampil di Daisy Chain Fields, Great Park, Irvine/Foto: pbsnews.com

Daisy Chain Fields merupakan festival satu hari dengan lineup yang seluruhnya terdiri dari musisi perempuan yang diinisiasi oleh penyanyi muda dan terkenal asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Acara ini terinspirasi dari Lilith Fair, festival yang digagas Sarah McLachlan pada tahun 1997-1999, sebagai ruang bagi musisi perempuan. Menariknya, Sarah McLachlan juga turut hadir dalam festival Olivia dan menjadi salah satu musisi yang tampil bersama Olivia Rodrigo. 

The Guardian juga menyebutkan bahwa, bagi Olivia, Daisy Chain Fields bukan hanya tentang membuat pertunjukan musik baru, tetapi juga menciptakan ruang agar musik bisa terhubung dengan aksi sosial. Hal tersebut kemudian terlihat dari keterlibatan berbagai organisasi nonprofit serta dana yang berhasil dikumpulkan melalui festival tersebut. 

Dihadiri 45 Ribu Orang, Lineup-nya Hadirkan Musisi Lintas Generasi

45 ribu orang penonton memenuhi area festival Daisy Chain Fields/Foto: instagram.com/@daisychainfields

Alasan keberhasilan festival ini tidak hanya berpusat pada konsepnya yang menarik perhatian, tetapi Daisy Chain Fields juga menghadirkan lineup yang mempertemukan musisi perempuan dari berbagai generasi dan genre. Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, The Breeders, Santigold, Sarah McLachlan, Alanis Morissette hingga penyanyi rock legendaris tahun 1970-an, Stevie Nicks yang menjadi bagian dari festival yang dihadiri hingga 45 ribu orang tersebut.

Komposisi ini membuat Daisy Chain Fields terasa seperti pertemuan antara generasi yang berbeda. Nama-nama muda seperti Chappell Roan, Doechii hingga Mitski, berada dalam satu festival dengan musisi yang telah lebih dulu membuka jalan bagi perempuan di industri musik, seperti Stevie Nicks dan Sarah McLachlan.

Hal ini juga menjadi salah satu pesan yang Olivia ingin bawa melalui festivalnya, yaitu dengan tidak hanya mengumpulkan musisi yang sedang populer, tetapi juga perempuan-perempuan yang menjadi inspirasi dalam perjalanan bermusiknya. Olivia juga mewujudkan salah satu mimpinya dengan membawakan lagu bersama dengan para musisi perempuan inspiratif ini. 

Ada 10 Organisasi yang Terlibat Dalam Festival Ini

Salah satu area organisasi nonprofit di Daisy Chain Fields/Foto: euphoriazine.com

Selain menjadi festival, Daisy Chain Fields juga mencoba menjadikan ini sebagai ruang terutama bagi para perempuan, untuk berkenalan dan berinteraksi langsung dengan organisasi-organisasi tersebut. Kehadiran mereka membuat isu sosial tidak hanya menjadi pesan yang disampaikan dari atas panggung tetapi juga tempat di mana adanya lintas pertemuan antara musik, komunitas, dan aksi sosial. 

Beberapa organisasi yang terlibat di antaranya Planned Parenthood, National Women’s Law Center, Black Mamas Matter Alliance, Center for Reproductive Rights, Baby2Baby, Free From, Jhpiego, John Hopkins Center for Indigenous Health, National Institute for Reproductive Health, dan National Domestic Workers Alliance, yang memiliki fokus berbeda dalam mendukung hak perempuan dan anak perempuan dalam berbagai bidang. Dimulai dari bidang kesehatan perempuan, hak reproduksi, kesehatan maternal, hingga perlindungan dan pemberdayaan perempuan. 

Berawal dari 10 Juta USD, Donasi Daisy Chain Fields Jadi 20 Juta USD

Olivia Rodrigi bersama Melinda French Gates/Foto: instagram.com/@oliviarodrigo

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dari Daisy Chain Fields adalah jumlah dana yang berhasil dikumpulkan. Festival ini awalnya menggalang 10 juta USD (Sekitar Rp177 miliar) yang ditujukan untuk 10 organisasi nonprofit.

Pada akhir acara, Olivia kembali membagikan kabar gembira dengan bertambahnya jumlah donasi setelah Melinda French Gates memberikan matching donation sebesar 10 juta USD melalui Pivotal Ventures. Dengan tambahan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun menjadi 20 juta USD (sekitar Rp354 miliar), yang nantinya disalurkan kepada 10 organisasi tersebut. 

Angka donasi yang masuk adalah bentuk pembuktian bahwa Daisy Chain Fields lebih dari sekadar festival dengan pesan sosial. Olivia meningkatkan awareness melalui caranya sendiri sebagai seorang musisi, yaitu lewat festival dan hiburan yang menjadi pintu masuk untuk mempertemukan audiens muda dengan organisasi serta isu yang mungkin belum mereka kenal sebelumnya. 

Dari Stevie Nicks hingga Alanis Morissette, Ini Momen Menariknya

Olivia Rodrigo tampil bersama Stevie Nicks di Daisy Chain Fields/Foto: instagram.com/@oliviarodrigo

Daisy Chain Fields juga meninggalkan sejumlah momen yang membuat festival ini semakin berkesan. Olivia Rodrigo tampil bersama Sarah McLachlan, Stevie Nicks, dan Alanis Morissette dalam beberapa penampilan spesial. Bersama Stevie Nicks, Olivia Rodrigo membawakan lagu legendaris "Landslide”, sementara Alanis Morissette bergabung untuk membawakan “Ironic”, dan tidak lupa Olivia Rodrigo bersama Sarah McLachlan membawakan lagu "Angel" sebagai bentuk tribute untuk penyanyi country legendaris, Dolly Parton, yang pada 25 Agustus 2026 kemarin, menghembuskan nafas terakhirnya. 

Los Angeles Times juga ikut membongkar beberapa momen menarik dari musisi muda lainnya. Bikini Kill, misalnya, menggunakan panggung untuk berbicara tentang misogini, sedangkan Doechii memberikan penghormatan kepada sejumlah perempuan kulit hitam yang berpengaruh dalam sejarah musik. Momen-momen tersebut membuat pesan tentang perempuan tidak hanya hadir melalui konsep festival, tetapi juga melalui suara masing-masing artis.

Meski begitu, Daisy Chain Fields bukan tanpa kekurangan. Festival berlangsung di tengah cuaca yang sangat panas, dengan suhu mencapai sekitar 100°F atau lebih dari 37°C. Sejumlah laporan juga menyoroti kurangnya area teduh, keterbatasan titik air, dan antrean makanan yang panjang. Jadi, meski misi dan penampilannya mendapat banyak perhatian positif, penyelenggaraan festival secara teknis masih menyisakan beberapa catatan, walaupun tentu saja tidak mengurangi hal positif dan euphoria bagi para penonton yang hadir. 

Terlepas dari kekurangannya, Daisy Chain Fields berhasil menunjukkan bahwa festival musik tidak hanya berhenti sebagai ruang hiburan, tetapi juga mampu menggerak ribuan orang yang berkumpul untuk mengenal berbagai isu, mendukung organisasi, dan menggerakkan aksi bersama.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE