Bukan Soal Penampilan, 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menunjukkan Seseorang Dibesarkan dengan Didikan Berkelas

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 28 Aug 2026 21:30 WIB
Memerhatikan Nada dan Intonasi saat Berkomunikasi
Kebiasaan Sehari-hari Ini Menunjukkan Seseorang Dibesarkan dengan Didikan Berkelas/Foto: Pexels/RDNE Stock Project

Sebagian besar perilaku, nilai, prinsip, dan moral kita berakar pada cara orang tua membesarkan dan mendidik serta lingkungan tempat kita tumbuh. Mulai dari cara kita bersikap, berbicara, memperlakukan orang lain, hingga merespons konflik, semua ini sering kali merupakan cerminan dari didikan yang diberikan orang tua.

Seseorang yang dibesarkan dengan didikan berkelas oleh orang tuanya memberikan kesan anggun, elegan, dan bersahaja. Bukan soal harta dan penampilan, seseorang yang berkelas atau high class menunjukkan pesona itu melalui sikapnya dan caranya memperlakukan orang lain, termasuk dalam kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari.

Berikut ini kebiasaan yang bisa menunjukkan seseorang dibesarkan dengan didikan berkelas oleh orang tuanya, dilansir dari Your Tango.

Mengucapkan “Tolong” dan “Terima Kasih”

Orang high class rupanya punya teknik mengobrol yang bisa membuat mereka tampil elegan dan membuat lawan bicara merasa dihargai.

Kebiasaan Sehari-hari Ini Menunjukkan Seseorang Dibesarkan dengan Didikan Berkelas/Foto: Magnific.com/magnific

Dua kata ini mungkin terdengar seperti sesuatu yang wajar untuk diucapkan, tapi sebagian orang masih menganggapnya sepele. Padahal, maknanya sangat besar.

Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang berkelas tumbuh dalam lingkungan keluarga di mana tata krama ditekankan sebagai cerminan langsung dari karakter seseorang. Kalimat ini menunjukkan bahwa cara kita memperlakukan orang lain pada akhirnya akan berdampak pada diri kita sendiri.

Mengucapkan kata-kata seperti "tolong" dan "terima kasih" menunjukkan kepada orang lain bahwa kita menghargai waktu serta kehadiran mereka. 

“Sebuah sikap yang pasti akan diperhatikan. "Di sisi lain, tata krama yang baik merupakan cerminan dari 'Aturan Emas' (Golden Rule): jika Anda bersikap baik kepada saya, saya pun akan bersikap baik kepada Anda," jelas ahli saraf dan profesor Paul J. Zak, PhD.

Memerhatikan Nada dan Intonasi saat Berkomunikasi

Salah satu kalimat andalan orang high class saat mengakhiri obrolan adalah

Kebiasaan Sehari-hari Ini Menunjukkan Seseorang Dibesarkan dengan Didikan Berkelas/Foto: Pexels/RDNE Stock Project

Anak yang dibesarkan dengan didikan berkelas tidak hanya memerhatikan kalimat yang mereka gunakan, tapi juga cara berkomunikasi. Mereka sangat memerhatikan nada dan intonasi yang mereka gunakan.

Kita mungkin memiliki niat baik saat berbicara, tapi jika disampaikan dengan nada suara yang keras atau kasar, niat baik tersebut bisa jadi justru tertutupi.

"Menyadari nada suara serta penekanan khusus pada kata-kata tertentu merupakan faktor penting—namun sering kali tidak disadari—dalam membangun hubungan yang baik. Menemukan keseimbangan yang tepat dapat memastikan pesan Anda tersampaikan sesuai maksud sebenarnya, sekaligus memperlancar jalan menuju kepuasan yang lebih besar dalam berkomunikasi,” ungkap psikolog klinis Susan Krauss Whitbourne, PhD.

Diam Jika Tidak Punya Hal Baik untuk Diucapkan

Banyak ungkapan yang mereka gunakan dalam percakapan yang bertujuan untuk menjaga kelancaran diskusi. Kalimat ini mendukung dan mendorong percakapan untuk terus berkembang.

Kebiasaan Sehari-hari Ini Menunjukkan Seseorang Dibesarkan dengan Didikan Berkelas/Foto: Pexels.com

Mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang berkelas memahami bahwa tidak ada manfaatnya melontarkan ucapan kasar atau menyinggung perasaan orang lain. Prinsip ini mereka pegang teguh: jika mereka merasa apa yang ada di pikiran mereka tidak akan memberikan kontribusi positif bagi percakapan, mereka memilih untuk menyimpannya sendiri.

Mengucapkan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain hanya akan merusak hubungan dan memicu konflik yang tidak perlu. Hal ini menegaskan bahwa tidak semua pikiran yang melintas di benak kita harus diucapkan secara lantang, Beauties. Justru, ada baiknya kita membayangkan bagaimana perasaan kita sendiri jika seseorang melontarkan ucapan tersebut kepada kita sehingga kita pun tidak akan mengatakannya kepada orang lain.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mah

asiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE