Sejak kecil, kita diajarkan bahwa lampu merah berarti berhenti dan hijau berarti jalan. Aturan ini berlaku di hampir seluruh belahan dunia. Namun, jika kamu jalan-jalan ke Jepang, kamu mungkin akan menyadari satu hal yang unik. Saat berdiri di penyeberangan, lampu tanda jalan di sana memiliki rona kebiruan, dan masyarakat setempat pun menyebutnya biru (ao), bukan hijau (midori). Kok bisa, ya?
Melansir dari rangkuman laman Times of India dan Reader's Digest, yuk, simak alasan budaya dan sejarah di balik keunikan lampu lalu lintas di negeri Sakura ini!
(naq/naq)