Mengenal Perbedaan Tatemae dan Honne, Dua Sisi "Keramahan" Orang Jepang

Justina Nur | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 11:00 WIB
Mengenal Perbedaan Tatemae dan Honne, Dua Sisi
Kenali Perbedaan Tatemae dan Honne, Dua Sisi ‘Keramahan’ Orang Jepang/ Foto: magnific.com

Jepang memang dikenal sebagai negara yang masyarakatnya menjunjung tinggi tata krama dan kesopanan. Akan tetapi, di balik keramahan tersebut, ada konsep budaya Jepang yang menarik perhatian banyak orang, yaitu tatemae dan honne.

Kedua norma budaya ini sama-sama bisa memengaruhi interaksi sosial kita dengan warga lokal Jepang. Selain itu, norma tersebut sering menjadi hal yang membingungkan, apalagi kalau dilihat dari sudut pandang kita yang bukan warga Jepang.

Lalu, apa sebenarnya tatemae dan honne tersebut? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, agar kita bisa menambah wawasan tentang budaya Jepang dan bias membaca situasi dengan tepat, Beauties!

Tatemae Adalah Sikap yang Ditunjukkan di Hadapan Publik

Tatemae secara umum bisa diartikan sebagai ‘tampilan luar’ atau ‘sikap di hadapan umum’./ Foto: magnific.com/benzoix

Seperti yang dilansir dari Japan Living Life, tatemae secara umum bisa diartikan sebagai ‘tampilan luar’ atau ‘sikap di hadapan umum’.

Itu artinya tatemae adalah sikap yang ditampilkan seseorang dalam situasi sosial yang bisa berwujud perkataan dan perilaku. Sikap tersebut akan disesuaikan dengan harapan masyarakat demi menjaga keharmonisan antar masyarakat.

Contoh ungkapan tatemae, seperti “Saya akan mempertimbangkannya”. Bagi orang-orang yang sudah biasa berbicara secara to the point, hal ini bisa jadi mereka menganggap warga Jepang akan mempertimbangkan pendapat lawan bicaranya. Padahal, kalimat tersebut justru jadi cara orang Jepang untuk menolak secara halus.

Selain itu, yang kerap terjadi adalah warga Jepang yang memuji bahasa Jepang yang diucapkan oleh orang asing, dengan kalimat seperti, “Bahasa Jepangmu bagus, ya!”.

Kalimat itu sebetulnya bukanlah berarti bahasa Jepang orang asing tersebut sudah sangat bagus hingga benar-benar membuat terkesan, tapi sebagai ungkapan ramah untuk menyemangati lawan bicara. 

Honne Adalah Suara atau Perasaan Sebenarnya

Honne bisa berupa suara hati, perasaan, keinginan, dan pendapat seseorang yang sesungguhnya./ Foto: magnific.com

Melansir dari Japan Living Life, istilah honne artinya perasaan, keinginan, dan pendapat seseorang yang sesungguhnya. Honne bisa berupa suara hati seseorang yang tidak setuju dengan pendapat dari atasan, atau alasannya saat tidak ingin menghadiri pesta perusahaan.

Biasanya, honne hanya diungkapkan kepada keluarga terdekat, pasangan, atau teman yang sudah dipercaya dalam situasi pribadi.

Contoh honne dalam pekerjaan misalnya adalah, saat atasan memberikan pekerjaan tambahan pada hari Jumat, honne-nya adalah “Aku tidak ingin mengerjakan pekerjaan ini karena ingin segera pulang”. 

Masyarakat Jepang Berkomunikasi dengan Konsep Kuuki Wo Yomu

Orang yang tinggal di Jepang diharapkan untuk bisa membaca situasi atau yang sering disebut sebagai kuuki wo yomu./ Foto: magnific.com

Mengutip dari Speakable Japanese, adanya konsep honne dan tatemae ini, orang yang tinggal di Jepang diharapkan untuk bisa membaca situasi atau yang sering disebut sebagai kuuki wo yomu atau yang secara harfiah berarti ‘membaca udara’.

Itu artinya, kita harus mampu memahami situasi dan menangkap perasaan seseorang yang sebenarnya (honne) melalui bahasa tubuh dan nada bicara mereka, serta mencoba mengetahui makna tersirat di balik kata-kata sopan yang mereka ucapkan (tatemae).

Contohnya, saat kamu mengajak seseorang untuk pergi bersama, mereka bisa jadi akan menjawab “Sepertinya akan sedikit sulit untuk pergi”. Honne dari orang yang mengucapkan kalimat tersebut adalah ‘Tidak’, atau orang tersebut tidak menyetujui ajakanmu.

Honne dan Tatemae Mengutamakan Keharmonisan

Konsep honne dan tatemae bukan semata-mata soal menyembunyikan sesuatu atau ketidakjujuran, tapi lebih mengutamakan keharmonisan kelompok./ Foto: magnific.com

Mungkin bagi kita yang tidak tinggal di Jepang, konsep honne dan tatemae ini cukup membingungkan dan menuntut usaha yang keras bagi kita untuk memahami lawan bicara.

Namun, sebetulnya honne dan tatemae bukan semata-mata soal menyembunyikan sesuatu atau ketidakjujuran, tapi lebih mengutamakan keharmonisan kelompok dan kepekaan sosial daripada mengungkapkan pendapat pribadi secara langsung.

Itu tadi Beauties, perbedaan antara honne dan tatemae, suatu konsep budaya di Jepang yang sering menimbulkan kesalahpahaman bagi orang asing.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE