Buku Merajalela di 2026, dari Demam BookTok hingga Jadi Inspirasi Fashion

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB
1. Fashion yang Obsesi dengan Buku
Coach x Penguin Random House/ Foto: penguinrandomhouse.com

Siapa bilang membaca buku itu ketinggalan zaman? Seiring dengan naiknya tren slowmaxxing, kegiatan-kegiatan yang memungkinkan kita jauh dari layar ikut populer. Membaca buku salah satunya yang kini menjadi primadona. Ketika dunia didominasi dengan digitalisasi, membaca buku bukan hanya menjadi hobi semata, tapi satu di antara banyaknya jalan keluar dari fenomena doomscrolling yang berdampak pada kesehatan mental.

Buku juga barang yang aksesibel, Beauties. Nggak harus selalu beli baru, tapi setiap orang bisa membacanya dengan cara beli buku bekas, pinjam di perpustakaan atau ke teman yang memilikinya. Jadi, nggak heran kalau kamu menjumpai semakin banyak orang yang membaca buku, termasuk di ruang publik.

Fenomena ini pun turut disorot brand hingga komunitas. Banyak komunitas yang memberikan wadah bagi para book lovers untuk saling bertemu, membaca bersama, dan ngobrol tentang buku favoritnya. Di sisi lain, brand fashion menggunakan buku sebagai bahan marketing hingga inspirasi desain mereka. Simak, yuk, bagaimana buku bisa merajalela tahun ini!

1. Fashion yang Obsesi dengan Buku

Coach x Penguin Random House

Coach x Penguin Random House/ Foto: penguinrandomhouse.com

Sejumlah rumah mode ternama menjamah buku sebagai daya tarik utama. Tengok Coach yang tahun ini berkolaborasi dengan Penguin Random House untuk merilis gantungan kunci miniatur buku-buku klasik yang bisa dibaca di perjalanan. Readable micro-book charms menawarkan sejumlah judul-judul populer, seperti I’ll Give You The Sun karya Jandy Nelson, Friday I’m in Love karya Camryn Garrett, Little Fires Everywhere karya Celeste Ng, I Know Why The Caged Bird Sings karya Maya Angelou, Sense and Sensibility karya Jane Austen, dan masih banyak lagi.

Selain Coach, Dior juga dikenal dengan tas Book Tote yang fungsional. Di bawah arahan direktur kreatif Jonathan Anderson, Dior Book Tote Book Cover Collection mengambil inspirasi desain dari buku-buku klasik. Beberapa judul yang ditemui yaitu Pride and Prejudice karya Jane Austen, The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle, Dracula karya Bram Stoker, Madame Bovary karya Gustave Flaubert, dan Bonjur Tristesse karya François Sagan.

2. Book Clubs Menjamur

Manifesto Library menghadirkan sekitar 100 buku yang berkaitan dengan tema sensor, kebebasan, identitas, dan ingatan.

Dua Lipa mewawancarai Margaret Atwood melalui salah satu program book club/Foto: instagram.com/Service95bookclub

Acara-acara yang berporos pada buku semakin sering diadakan. Book club yang mengajak komunitasnya untuk bertemu, membaca (silent reading), dan berdiskusi tentang buku mudah kamu temukan. Ada pula reading retreat yang menawarkan pengalaman lebih mendalam, menginap di suatu tempat selama akhir pekan sambil bersantai dan membaca bersama komunitasnya.

Tak hanya itu, banyak pula book clubs yang tidak terlalu mengikat, tapi tetap mengedukasi. Misalnya book club yang diinisiasi oleh selebritas, seperti Dua Lipa yang mendirikan Service95 Book Club dan mewawancarai penulis dalam bentuk podcast. Selebritas yang memiliki komunitas book club besar lainnya seperti Reese Witherspoon (Reese’s Book Club), Oprah Winfrey (Oprah’s Book Club), Emma Roberts (Belletrist), Laufey (The Laufey Book Club), dan lain-lain.

3. Serial dan Film Adaptasi Buku yang Hits

Off Campus (2026)/Foto: IMDb.com

Serial Off Campus (2026)/Foto: IMDb.com

Popularitas buku tak jarang berujung pada adaptasi di layar kaca ataupun layar lebar, Beauties. Bukan hanya tahun ini saja, banyak film atau serial adaptasi yang tidak kalah populer dengan bukunya. Serial Harry Potter yang paling legendaris, misalnya.

Beberapa karya adaptasi lainnya yang sempat jadi trending topic termasuk serial Off Campus yang diadaptasi dari novel karya Elle Kennedy, The Summer I Turned Pretty yang diadaptasi dari novel trilogi karya Jenny Han, serial House of the Dragon yang diadaptasi dari novel Fire & Blood karya George R.R. Martin, atau film yang baru-baru ini tayang yaitu The Odyssey yang merupakan adaptasi karya penulis Homer.

4. Demam BookTok

BookTok yang meningkatkan minat pembaca

BookTok yang meningkatkan minat pembaca/ Foto: tiktok.com

Beauties, di balik itu semua, ada faktor yang cukup signifikan mendongkrak popularitas buku, terlebih pada generasi muda. Yup! BookTok, jawabannya.

BookTok merupakan komunitas besar pembaca buku di media sosial TikTok. Konten kreator mengulas tentang buku-buku yang dibacanya dan langsung merekomendasikan buku yang menurutnya layak dibaca. Dengan estetika ciamik, siapa pun yang menonton video singkat itu pun langsung tertarik untuk membaca. Bahkan saat ini, ada toko buku yang secara khusus menyediakan rak diisi buku-buku populer BookTok.

Beberapa contoh judul yang berhasil dipopulerkan BookTok antara lain The Seven Husbands of Evelyn Hugo karya Taylor Jenkins Reid, The Invisible Life of Addie LaRue karya V.E. Schwab, Beach Read karya Emily Henry, I’m Glad My Mom Died karya Jenette McCurdy, Fourth Wing karya Rebecca Yarros, dan masih banyak lagi.

Mengutip data yang disajikan Forbes, pada tahun 2025, BookTok berhasil mengumpulkan 370 miliar penayangan, dengan lebih dari 52 juta karya. Dengan begitu, BookTok bukan cuma jadi alat pemasaran publikasi semata, tapi menjadi salah satu faktor penggerak kebiasaan membaca di kalangan anak muda sekaligus menyokong kehidupan penulis dan penerbit.

Bagaimana, Beauties? Kamu tertarik untuk rajin membaca juga?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE