Bye Istilah Jadul! Ini 7 Transformasi Bahasa Dulu vs Sekarang yang Makin Kece

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Senin, 24 Aug 2026 13:00 WIB
2. Dari Bekas ke Preloved
Dari Bekas ke Preloved/Foto: Maagnific/luar biasa

Beauties, apakah kamu sering mendengar kata crush, hampers, thrifting atau slow living dalam keseharian? Kata-kata tersebut merupakan bentuk perubahan bahasa yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Sadar atau tidak banyak kosa kata lama yang kini digantikan dengan istilah baru, terutama serapan bahasa Inggris. Melansir dari BBC News, seiring dengan perubahan dunia yang cepat, bahasa yang kita gunakan pun bisa ikut beradaptasi.

Bukan sekedar ajang gaya-gayaan, perubahan bahasa justru merefleksikan pergeseran tren dan cara pandang generasi masa kini terhadap suatu hal. Apalagi  Gen Z  yang terkenal sangat kreatif dalam memodifikasi bahasa karena hidup di era digital.

1. Dari Parsel ke Hampers

Dari Parsel ke Hampers/Foto:Magnific/luar biasa

Salah satu tradisi manis masyarakat Indonesia adalah saling berkirim hadiah di moment-moment spesial. Dulu setiap menjelang hari raya, sudut rumah dipenuhi tumpukan parsel yang khas dengan isi sirup biskuit kaleng, dan wafer.

Sekarang, istilah itu bergeser menjadi hampers dengan bingkisan premium dan estetik yang memberikan kesan lebih personal, eksklusif, dan tidak terbatas pada hari raya saja.

2. Dari Bekas ke Preloved

Dari Bekas ke Preloved/Foto: Maagnific/luar biasa

Siapa di sini yang gengsi banget kalau disuruh pakai baju bekas atau tas bekas? Dulu, kata bekas identik dengan barang yang sudah turun temurun, usang, dan tidak layak dipakai.

Tapi, lihat sekarang Beauties! industri fashion global menghadirkan istilah preloved. Alih-alih terdengar murahan,  kata preloved justru menaikkan nilai jual barang karena biasanya kondisinya masih terawat.

3. Dari Loak ke Thrifting

Dari Loak ke Thrifting/Foto: Magnific/luar biasa

Beauties, apakah kamu suka berburu barang bekas dan unik di pasar tradisional? Dulu, berbelanja barang di pasar loak sering kali dipandang sebelah mata sebagai pilihan kalangan menengah ke bawah yang mencari harga murah

Sekarang, aktivitas ini bertransformasi menjadi thrifting. Jangan salah, di tangan Gen Z aktivitas ini naik kelas berubah menjadi gaya hidup yang keren dan menjadi bagian penting dari skena fesyen vintage.

4. Dari Gebetan ke Crush

Dari Gebetan ke Crush/Foto: Magnific/luar biasa

Generasi 90-an pasti akrab dengan istilah gebetan yang merujuk pada seseorang yang kita suka dan sedang didekati dalam ranah asmara. Nah,  masuk ke era Gen Z dan Alpha, istilah ini kini digantikan oleh kata crush yang terasa lebih kasual.

5. Sederhana ke Slow Living

Sederhana ke Slow Living/Foto: Magnific/benzoix

Dulu, kalau ada orang yang tidak muluk-muluk mengejar karir disebut hidup sederhana. Istilah ini seringkali pula disalahartikan sebagai kondisi finansial yang terbatas.

Namun, konsep tersebut sekarang dikemas ulang menjadi tren bernama slow living. Bukan lagi soal materi, konsep ini merupakan pilihan sadar seseorang untuk membatasi diri dari hiruk-pikuk dunia digital dan menikmati momen setiap momen dalam hidupnya dengan lebih bermakna.

6. Dari Pagar Ayu ke Bridesmaid

Dari Pagar Ayu ke Bridesmaid/ Foto: Magnific

Di dunia wedding, dulu kita mengenal istilah Pagar Ayu (untuk perempuan) dan Pagar Bagus (untuk laki-laki) yang bertugas menyambut tamu, dan mengiringi pengantin dengan membawa kembar mayang atau bunga dalam balutan pakaian adat yang formal.

Zaman sekarang, konsep ini bergeser menjadi bridesmaid dan groomsmen. Hubungannya pun jauh lebih intim dan personal, mulai dari bachelorette party, support system emosional pengantin, hingga tampil kompak dengan gaun estetik yang warnanya ditentukan lewat bridesmaid box.

7. Dari Ngamuk ke Tantrum

Dari Ngamuk ke Tantrum/Foto: Magnific/Pengguna15285612

Dari Ngamuk ke Tantrum/Foto: Magnific/user15285612

Siapa di sini yang sering melihat anak kecil yang tiba-tiba menangis histeris sampai guling-guling di lingkungan sekitar? Orang tua dulu melabelinya dengan kata 'ngamuk'.

Sekarang orang tua muda yang belajar ilmu parenting mengenalnya dengan istilah tantrum. Kata ini menggeser fokus para orang tua dari sekedar perilaku menjengkelkan menjadi pemahaman emosional.

Melalui sentuhan bahasa asing yang estetik dan modern, hal-hal yang dulunya dianggap biasa dan kuno, kini dikemas ulang menjadi istilah baru yang trendi. Kalau kamu lebih sering pakai istilah yang mana nih, Beauties? 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.