Cara Mengetahui Apakah Kamu "Magnet" bagi Drama Kehidupan

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 24 Apr 2026 19:30 WIB
Cara Mengetahui Apakah Kamu
Cara Mengetahui Apakah Kamu Magnet bagi Drama Kehidupan/Foto: Freepik/Drazen Zigic

"Apa pun yang aku lakukan, sepertinya setiap percakapan yang aku lakukan selalu berujung pada pertengkaran."

"Aku merasa bahwa semua temanku membenciku. Mereka selalu tampak tegang atau kesal saat berada di dekatku."

"Aku merasa drama selalu mengikutiku sepanjang hari. Aku mencoba menjadi penengah, tetapi entah bagaimana kekacauan selalu terjadi di sekitarku."

Beauties, bisa relate dengan kalimat-kalimat di atas? Kamu mungkin sering bertanya-tanya mengapa seolah-olah drama selalu ikut campur di dalam kehidupanmu. Adanya energi negatif ini memang bisa jadi sangat melelahkan.

Tapi pernahkah kamu berpikir bahwa kamu berperan dalam drama yang mengelilingi setiap aspek dalam hidupmu? Dilansir dari Forbes, para peneliti psikologi telah menemukan bahwa individu tertentu terkadang tanpa menyadarinya cenderung menarik situasi yang menimbulkan kekacauan, dan diam-diam menikmati perhatian yang didapatnya.

Apa yang Mendorong Kebutuhan akan Drama?

Cara Mengetahui Apakah Kamu Magnet bagi Drama Kehidupan

/Cara Mengetahui Apakah Kamu Magnet bagi Drama KehidupanFoto: Freepik/Dragos Condrea

Sama seperti drama di teater atau film, drama kehidupan nyata butuh penonton. Orang yang suka drama ingin ada orang lain yang melihat, mendengarkan, memihak, dan memberikan validasi. Tanpa ada orang yang memperhatikan (penonton), drama itu tidak akan seru bagi pelakunya.

Drama interpersonal bukan hanya tentang perselisihan atau konflik, melainkan melibatkan penciptaan atau peningkatan ketegangan secara sengaja, sering kali dengan tujuan menarik perhatian atau memengaruhi orang lain. Menurut penelitian, mereka yang memiliki kepribadian yang cenderung drama sering kali memiliki tiga kecenderungan yang sama:

Manipulasi interpersonal

Mengacu pada pola perilaku di mana individu secara sadar berupaya memengaruhi atau mengendalikan pikiran, perasaan, atau tindakan orang lain untuk memenuhi kepentingan mereka sendiri. Manipulasi ini dapat terwujud dalam berbagai bentuk, dari taktik halus, seperti membuat orang merasa bersalah atau melakukan gaslighting, hingga strategi yang lebih terang-terangan, seperti menyebarkan rumor atau mengadu domba orang.

Sifat impulsif dan blak-blakan

Di sisi lain, keterusterangan impulsif adalah kecenderungan untuk berbicara atau bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi potensial. Mereka yang memiliki sifat ini sering kali tidak memiliki filter, melontarkan pikiran dan pendapat mereka tanpa memperhatikan norma sosial maupun perasaan orang-orang di sekitar mereka.

Perasaan terus-menerus menjadi korban

Melibatkan kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai korban keadaan yang terus-menerus, terlepas dari apakah persepsi ini sesuai dengan realitas mereka yang sebenarnya. Mereka sering kali menafsirkan peristiwa netral atau yang paling ringan sekalipun sebagai penghinaan atau ketidakadilan pribadi, menuduh orang lain memiliki niat negatif dan sering kali mengambil sikap defensif atau merasa sebagai korban.

Cara Mengetahui Apakah Kamu Jadi Magnet bagi Drama Kehidupan

Cara Mengetahui Apakah Kamu Magnet bagi Drama Kehidupan

Cara Mengetahui Apakah Kamu Magnet bagi Drama Kehidupan/Foto: Freepik

Sering kali tanpa disadari, mereka yang jadi "magnet" pada drama menjadi mahir dalam menavigasi interaksi sosial untuk memenuhi keinginan mereka, bahkan terkadang mengabaikan dampaknya terhadap kesejahteraan orang lain. 

Kecenderungan mereka untuk melihat diri mereka sebagai korban dapat memperburuk situasi, karena hipersensitivitas mereka terhadap penghinaan atau ketidakadilan yang dirasakan semakin meningkatkan ketegangan antarpribadi.

Mengingat sifat kompleks individu yang tampaknya tertarik pada drama, para peneliti psikologi semakin berupaya untuk memahami motivasi di balik perilaku ini. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences mengarah pada pengembangan Skala Kebutuhan Drama, sebuah alat yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai kecenderungan individu yang menunjukkan sifat-sifat yang menunjukkan kecenderungan untuk drama.

Untuk menggunakan skala ini, responden menilai tingkat persetujuan mereka terhadap pernyataan berikut, dari "sangat tidak setuju" hingga "sangat setuju". Kamu bisa coba menilai pernyataan berikut ini dengan dua jawaban tersebut.

  1. Terkadang menyenangkan membuat orang marah.
  2. Terkadang aku mengatakan sesuatu yang buruk tentang seseorang dengan harapan mereka akan mengetahui apa yang kukatakan.
  3. Aku mengatakan atau melakukan sesuatu hanya untuk melihat bagaimana reaksi orang lain.
  4. Terkadang aku mempermainkan orang lain untuk mendapatkan apa yang kuinginkan.
  5. Aku tidak pernah menunggu sebelum mengungkapkan pendapatku.
  6. Aku selalu mengungkapkan pendapatku tetapi akan menanggung akibatnya nanti.
  7. Sulit bagiku untuk menahan pendapatku.
  8. Orang-orang yang bertindak seolah-olah temanku telah menusukku dari belakang.
  9. Orang sering membicarakan aku di belakangku.
  10. Aku sering bertanya-tanya mengapa hal-hal gila seperti itu terjadi padaku.
  11. Aku merasa ada orang-orang dalam hidupku yang ingin menjatuhkanku.
  12. Banyak orang telah berbuat salah padaku.

Drama sering kali dengan mudah masuk ke dalam kehidupan kita. Sesederhana kita sedang scrolling di media sosial, lalu terseret dalam gosip atau kontroversi terbaru yang terjadi, atau menyaksikan teman bertengkar karena hal sepele. 

Namun, saat kita tenggelam dalam drama, kita mungkin gagal menyadari dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan hubungan kita. Terus-menerus terlibat dalam konflik dan kontroversi dapat membuat kita merasa lelah, cemas, dan kelelahan secara emosional.

Pada saat-saat seperti itu, ada baiknya untuk mundur sejenak dan mengevaluasi peran drama dalam hidup kita. Apakah kita secara aktif mencarinya, ataukah kita tanpa sadar berkontribusi padanya? Pertanyaan lebih penting, apakah layak mengorbankan ketenangan pikiran dan kesejahteraan emosional kita demi "hiburan" semu yang kita dapat dari menyaksikan drama?

Beauties, jika kamu terus-menerus dikelilingi oleh drama dan hal-hal negatif, mungkin sudah saatnya untuk merenung sejenak, dan menilai apakah sudah waktunya untuk melindungi kedamaian diri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE