Catat Tanggalnya! Ini Keutamaan Melaksanakan Puasa Asyura di Bulan Muharram

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Senin, 22 Jun 2026 20:00 WIB
Puasa Asyura: Bagian Warisan Agama yang Berasal dari Nabi Ibrahim as dan Momen Bersejarah Diselamatkannya Nabi Musa as dari Bala Tentara Fir’aun
Keutamaan puasa Asyura/Foto: Magnific.com/Freepik

Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, peringatan Tahun Baru Islam alias 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Untuk pergantian tahunnya dimulai Senin, 15 Juni 2026 sejak terbenamnya matahari.

Sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt, umat Islam dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa selama bulan Muharram. Salah satunya dengan menunaikan puasa sunah Asyura.

Puasa Asyura dikerjakan setiap tanggal 10 Muharram berdasarkan penanggalan Hijriah. Dengan demikian, hari Asyura akan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Menurut beberapa hadis yang ada, puasa Asyura memberikan banyak keistimewaan bagi yang menjalankannya.

Sebelum mengetahui keutamaan menunaikan puasa Asyura, bagaimana puasa Asyura bisa menjadi tradisi umat Muslim di dunia hingga saat ini?

Puasa Asyura: Bagian Warisan Agama yang Berasal dari Nabi Ibrahim as dan Momen Bersejarah Diselamatkannya Nabi Musa as dari Bala Tentara Fir’aun

Keutamaan puasa Asyura/Foto: Magnific.com/Freepik

Merujuk laman resmi Muhammmadiyah, puasa Asyura yang kini dilaksanakan setiap tahunnya oleh umat Islam adalah bagian dari warisan agama Nabi Ibrahim as dan momen bersejarah diselamatkannya Nabi Musa as dari bala tentara Fir’aun atas pertolongan Allah Swt.

Pada masa Jahiliyah, orang Quraisy sudah melaksanakan puasa Asyura. Tradisi puasa Asyura yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy adalah warisan dari ajaran Nabi Ibrahim as. Rasulullah ketika masih berada di Mekah sebelum hijrah ke Madinah memerintahkan umat Islam untuk melanjutkan tradisi puasa tersebut.

“Dari Aisyah RA, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadan. Rasulullah (setelah wajibnya puasa Ramadan) berkata barang siapa yang menghendaki maka ia boleh berpuasa Asyura sedangkan yang tidak mau berpuasa tidak mengapa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah melakukan hijrah ke Madinah, Rasulullah mengetahui bahwa orang Yahudi juga menjalankan puasa pada hari Asyura. Tujuan puasa mereka adalah wujud syukur atas selamatnya Nabi Musa as dari kejaran Fir’aun.

“Nabi Muhammad saw ketika tiba di Madinah mendapati orang Yahudi melaksanakan puasa hari Asyura (10 Muharram), dan orang Yahudi berkata: 'Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah Swt menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu, Nabi Musa as menunaikan puasa Asyura sebagai wujud syukur kepada Allah Swt'.” (HR. Bukhari)

Mengetahui alasan orang Yahudi berpuasa di hari Asyura, Rasulullah merasa lebih berhak menunaikan puasa tersebut karena beliau adalah nabi terakhir dan menjadi penutup risalah para nabi dan rasul. Rasulullah memahami bahwa puasa Asyura merupakan bagian dari warisan agama yang berasal dari Nabi Ibrahim as dan momen bersejarah lainnya.

Keutamaan Puasa Asyura

Keutamaan puasa Asyura/Foto: Magnific.com/Freepik

Melansir Majelis Ulama Indonesia dan Nahdlatul Ulama Online, berikut tiga keutamaan puasa Asyura:

1. Menghapus Dosa Setahun Lalu

Dalam Hadis Riwayat Muslim No 1162, Nabi Muhamad saw pernah bersabda, “Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah Swt. agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.”

Apakah dosa yang dihapus, termasuk dosa besar? Imam an-Nawawi (w 676 H) menjelaskan bahwa maksud dosa yang diampuni pada hadis di atas adalah dosa kecil atau paling tidak mendapat keringanan atas dosa besar atau pengangkatan derajat seorang hamba. Jadi, bukan pengampunan dosa seluruhnya.

2. Mendapatkan Pahala Puasa 30 Hari

Dalam sebuah hadis, Rasulullah pernah bersabda bahwa umat Muslim yang melaksanakan puasa di bulan Muharram termasuk puasa Asyura akan mendapatkan pahala puasa setara 30 hari.

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ‘Rasulullah bersabda: orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa’.” (HR At-Thabarani dalam al-Mu’jamus Shaghir. Meskipun ini hadis Gharib, tetapi sanadnya tidak bermasalah)

3. Puasa Terbaik setelah Ramadan

Keutamaan lain yang didapatkan saat menunaikan puasa di hari Asyura adalah puasa terbaik setelah puasa di bulan Ramadan. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulannya Allah Swt, Muharram.” (HR Muslim)

Itulah beberapa fakta dan keutamaan di balik puasa sunah Asyura. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE