sign up SIGN UP

Cathy Sharon tentang Isu Kekerasan Terhadap Perempuan: Jangan Takut Bersuara, Kita Lawan Bersama-sama

Nadya Quamila | Jumat, 19 Nov 2021 11:45 WIB
Cathy Sharon tentang Isu Kekerasan Terhadap Perempuan: Jangan Takut Bersuara, Kita Lawan Bersama-sama
caption
Jakarta -

Di tahun 2020, Komnas Perempuan mencatat ada sebanyak 6.480 kasus kekerasan terhadap perempuan. Data tersebut bukan hanya angka semata; ada nyawa, kehidupan, dan masa depan perempuan yang dipertaruhkan.

Isu kekerasan terhadap perempuan semakin marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Dan yang sangat disayangkan adalah betapa kuatnya budaya victim blaming alias menyalahkan korban.

Dalam banyak kasus, ketika seorang perempuan dilecehkan, alih-alih membela korban, masyarakat masih gemar menyalahkan korban dengan berbagai alasan. Contoh alasan klasik yang paling sering digunakan adalah pakaian sang korban.

Di bulan November ini, tepatnya pada tanggal 25 November, diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Beautynesia melalui kampanye #BoldMyLips ingin mengajak perempuan di Tanah Air agar lebih sadar mengenai isu penting ini.

Kali ini, Beautynesia berkesempatan mengobrol dengan Cathy Sharon, yakni aktris, model, presenter, dan womanpreneur yang juga memiliki dedikasi pada gerakan Women Empowerment di Indonesia.

Yuk, simak tanggapan Cathy terhadap gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan!


Perempuan Harus Berani Bersuara

Menurut Cathy, perempuan harus berani bersuaraMenurut Cathy, perempuan harus berani bersuara/ Foto: Instagram/cathysharon

Cathy percaya bahwa perempuan harus bersuara dan tidak boleh takut untuk memberikan pendapatnya.

"I do believe kita sebagai perempuan harus bersuara dan tidak boleh takut untuk memberikan piece of our mind, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita inginkan untuk wanita ke depannya," ungkap Cathy saat ditemui di acara peresmian flagship store SADA Beauty Studio miliknya di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (15/11/).

Menurut Cathy, media memiliki peran yang sangat penting dalam mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan. Dan yang terpenting, jangan sampai pemberitaan terkait kasus kekerasan yang muncul malah memojokkan korban atau penyintas.

Kini, sudah cukup banyak gerakan, organisasi, maupun komunitas yang memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Namun, kita tahu bahwa hal itu saja tidak cukup. Dibutuhkan kesadaran dan pemahaman dari seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi isu tersebut.

Lebih lanjut ia menambahkan, "Perempuan Indonesia bisa seperti sekarang ini karena semua figur-figur wanita yang sudah berjuang supaya kita bisa seperti hari ini.

Jadi menurut aku, gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan adalah gerakan yang sangat luar biasa, yang harus didukung dan dengan melawannya bersama-sama, kita pasti akan lebih kuat."


Pengalaman Dilecehkan di Ruang Publik

Cathy Sharon suarakan pendapat terkait isu kekerasan terhadap perempuanCathy Sharon suarakan pendapat terkait isu kekerasan terhadap perempuan/ Foto: Instagram/cathysharon


Cathy diketahui pernah terlibat dalam project #16DAYSOFACTIVISM2017 milik Hannah Al Rashid, yakni Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Di video tersebut, Cathy membagikan pengalaman tak mengenakkan di ruang publik yang pernah dialaminya.

"Waktu itu saya sama Julie lagi liburan di Prancis. Saat kita jalan pulang, kita bertiga, ada satu teman pria. Tiba-tiba dari belakang, ada cowok segerombolan gitu. Padahal kita udah ngelewatin mereka, tapi salah satunya dari mereka ada yang megang pinggang saya, terus kayak manggil, 'hei cantik'," ungkap Cathy dalam video berdurasi 6 menit yang diunggah di channel YouTube Hannah Al Rashid.

"Saya refleks dong pasti langsung nepis, terus langsung kayak 'apa-apaan, nih?' Menurut saya peristiwa itu cukup membekas dan saya juga langsung ngerasa kok kita sebagai perempuan gampang banget dilecehkan ya," tutur ibu dari dua anak tersebut.


Pesan Bagi Para Korban dan Penyintas

Pesan Cathy Sharon bagi para korban dan penyintasPesan Cathy Sharon bagi para korban dan penyintas/ Foto: Instagram/cathysharon

Cathy berpesan pada seluruh perempuan di luar sana agar jangan pernah takut untuk bersuara dalam menyuarakan hal-hal yang menjadi hak dan mengungkapkan apa yang pernah dialami.

"Jangan pernah takut untuk bersuara, jangan pernah takut untuk mengatakan bahwa kamu pernah mengalami kekerasan," ungkap perempuan yang memiliki darah keturunan Sulawesi, Tionghoa, Melayu, dan Perancis.

Dengan bersuara dan berkomunikasi, menurut Cathy, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah hal yang benar-benar terjadi dan menjadi isu yang harus segera dicari solusinya.

"Karena dengan kita berkomunikasi dan membuat isu ini menjadi besar, semua orang bisa tahu bahwa this is really happening. Dan menurut aku, barulah pada saat itu benar-benar bisa terjadi perubahan," tutupnya.

Be brave and raise your voice, Beauties!

***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id