Cut Off! 5 Tanda Pertemanan Kamu Toksik yang Perlu Diperhatikan Menurut Psikolog

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Kamis, 01 Oct 2026 07:30 WIB
Cut Off! 5 Tanda Pertemanan Kamu Toksik yang Perlu Diperhatikan Menurut Psikolog
Cut Off! 5 Tanda Pertemanan Kamu Toksik yang Perlu Diperhatikan Menurut Psikolog/Foto: pexels.com/Vitaly Gariev

Beauties, punya teman memang menyenangkan karena akan ada tempat untuk saling berbagi kabar, bercerita, dan saling membantu untuk menghadapi masalah. Tetapi, hubungan pertemanan juga tidak selalu berjalan jadi pertemanan yang sehat.

Konflik dalam pertemanan tentu jadi hal yang wajar, namun kalau terus berulang, mungkin ada yang harus diperhatikan kembali dari circle pertemanan tersebut. Meski terkadang sulit diterima atau menyadarinya, tetapi jika ada rasa kesal berulang, bisa jadi pertemananmu sudah mulai toksik yang bisa mengganggu kesehatan mental.

Melansir dari verywellmind, Psikolog Dr. Patrice Le Goy menyebutkan beberapa tanda pertemanan kamu toksik dan perlu diperhatikan. Yuk, simak, Beauties!

1. Temanmu Berperilaku Egois

Tanda pertemanan kamu toksik. Temanmu berperilaku egois/Foto: pexels.com/Liza Summer

Teman yang toksik mungkin hanya fokus pada diri mereka sendiri. Mereka berperilaku egois dan hanya memikirkan kebutuhannya. Mereka tidak pernah bertanya tentangmu atau kebutuhanmu. Coba ingat-ingat lagi, Beauties, berapa banyak temanmu selalu membicarakan topik tentangnya. Padahal, persahabatan itu harus seimbang, saling menghargai dan mendengarkan.

2. Temanmu Terlalu Kompetitif

Tanda pertemanan kamu toksik. Temanmu terlalu kompetitif/Foto: pexels.com/cottonbro studio

Pertemanan bukan saling berkompetisi. Sahabat harus saling memberi dukungan dan mereka tentu menginginkan kesuksesanmu. Jika temanmu punya rasa iri saat kamu memberi kabar baik yang datang padamu atau jika mereka juga nggak mau kalah dengan terus menunjukkan keunggulan mereka yang lebih sukses, itu bisa jadi salah satu ciri teman yang toksik.

Jika kamu memiliki perasaan yang lebih buruk setelah kamu bercerita tentang keberhasilanmu, bukan merasa bahagia karena telah berbagi kegembiraan, itu juga tanda kalau ada yang salah dengan pertemananmu.

3. Tidak Bisa Dipercaya

Tanda pertemanan kamu toksik. Tidak bisa dipercaya/Foto: pexels.com/tsului

Dalam pertemanan, kepercayaan adalah hal yang utama. Kamu tentu berbagi rahasia kepada teman-temanmu dan tidak perlu mengkhawatirkan kalau rahasianya akan bocor. Namun, menurut Le Goy, teman yang toksik justru akan membagikan rahasiamu atau bergosip tentangmu kepada teman-teman yang lain. Perilaku tersebut bisa saja membuatmu kecewa dan tidak bisa mempercayai temanmu lagi.

4. Selalu Mengkritik

Tanda pertemanan kamu toksik. Selalu mengkritik/Foto: pexels.com/Bethany Ferr

Beauties, pernahkah setiap kali berbicara dengan teman, mereka selalu ada saja hal negatif yang dikatakan tentangmu? Mungkin termasuk kritik terhadap perilaku, penampilan, hubungan, keluarga atau banyak hal lainnya. Teman seharusnya bisa mendukungmu, bukan membuatmu khawatir tidak cukup baik.

5. Tidak Dapat Diandalkan

Tanda pertemanan kamu toksik. Tidak dapat diandalkan/Foto: pexels.com/Yaroslav Shuraev

Teman yang baik pasti saling mengandalkan. Jika temanmu sering membatalkan rencana, tidak ada di saat kamu membutuhkan dukungan, dan hanya menghubungi saat dia membutuhkan sesuatu, bisa jadi kamu berurusan dengan teman yang toksik. 

Setiap orang memang punya masalah masing-masing, tapi teman sejati pasti akan menyempatkan untuk memberi perhatian saat kamu membutuhkan, kamu pun juga akan melakukan hal yang sama untuk mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE