Pilihan hidup untuk childfree menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Yup, memilih hidup tanpa kehadiran seorang anak memang terlihat aneh, apalagi untuk masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, influencer dan YouTuber Gita Savitri berani mematahkan stigma aneh tersebut dengan memilih childfree.
Selain Gita Savitri, beberapa pembawa acara dan aktris Hollywood lebih dulu memilih untuk childfree lho, Beauties. Siapa saja? Simak artikel berikut.
1. Oprah Winfrey
Pembawa acara dan aktris hollywood yang pilih childfree/ Foto: Instagram @oprah |
Pembawa acara ternama, Oprah Winfrey, secara terang-terangan memilih untuk hidup tanpa anak biologis. Meskipun begitu, pembawa acara The Oprah Winfrey Show ini memiliki yayasan dan sekolah yang menaungi ratusan anak di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.
Menurut Oprah, pilihan seseorang untuk tidak melahirkan, tidak akan mengurangi nilainya sebagai seorang perempuan dan ibu. Keputusannya untuk tidak memiliki anak biologis pun mendapat dukungan dari suaminya.
2. Rachael Ray
Pembawa acara dan aktris hollywood yang pilih childfree/ Foto: Instagram @rachaelray |
Selain Oprah, Rachael Ray juga termasuk pembawa acara yang pilih childfree. Rachael Ray dikenal sebagai pembawa acara yang kerap membahas isu-isu perempuan. Keputusannya untuk tidak memiliki anak sudah dipertimbangkan dengan matang, salah satunya menyangkut pekerjaan.
Meskipun tidak ada kehadiran seorang anak di pernikahannya, Rachael dan suami merasa bisa lebih fokus meraih impian masing-masing. Agar tidak terlalu kesepian, mereka memelihara anjing dan itu sudah cukup memberikan kebahagiaan untuk mereka.
3. Jennifer Lawrence
Pembawa acara dan aktris hollywood yang pilih childfree/ Foto: Instagram @jenniferlawrence_ |
Saat menginjak usia 20an, Jennifer Lawrence menyatakan bahwa ia kehilangan keinginan memiliki anak. Menurutnya, ide tentang memiliki anak justru membuatnya khawatir. Pernyataannya ini sama seperti beberapa perempuan yang disurvei oleh The Guardian di negara-negara Barat.
Kekhawatiran tersebut meliputi kemampuan membesarkan anak secara psikologis dan finansial, jaminan kesejahteraan dari negara yang tidak jelas, hingga konsiderasi akan kerusakan lingkungan yang makin parah.