Dari Tugas Kuliah ke Festival Dunia, Film Pendek Indonesia 'Anak Macan' Juara di Flickerfest 2026
Film pendek asal Indonesia, Anak Macan atau My Plastic Mother, berhasil meraih penghargaan dalam ajang The Flickerfest International Short Film Awards yang digelar di Bondi Beach, Australia. Kemenangan ini menjadi pencapaian membanggakan bagi perfilman Indonesia, khususnya di ranah film pendek yang semakin menunjukkan kualitasnya di kancah internasional, Beauties.
Kabar tersebut dibagikan pada 1 Februari 2026 melalui akun Instagram resmi Podium Pictures, rumah produksi di balik karya sutradara Amar Haikal. Dalam unggahannya, Podium Pictures menuliskan, “Anak Macan (My Plastic Mother) wins the Best International Short Film competition at the 35th Flickerfest International Short Film Festival!” Unggahan itu juga menyebutkan bahwa festival berlangsung selama 10 hari dan menyampaikan apresiasi kepada dewan juri atas penghargaan yang diberikan.
Sebelum memenangkan penghargaan di Australia, Anak Macan lebih dulu menjalani pemutaran perdana di Leeds International Film Festival pada November 2025. Sejak saat itu, film ini aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya Festival Film Indonesia 2025 dalam kategori Cerita Pendek Terbaik serta Beirut Shorts International Film Festival, Beauties.
Berawal Dari Tugas Kuliah Amar Haikal
Berawal dari tugas kuliah Amar Haikal/Foto: instagram.com/@podium.pictures
Di balik capaian internasional tersebut, siapa sangka Anak Macan justru berangkat dari sebuah proyek tugas kuliah, Beauties. Film pendek berdurasi 18 menit karya Amar Haikal ini merupakan tugas akhir yang ia kerjakan saat menempuh studi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Amar mengungkapkan bahwa cerita dalam film ini terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya. Namun, dorongan terkuat untuk benar-benar mewujudkannya menjadi film muncul pada 2021, ketika ia tengah menyunting sebuah film dokumenter di kawasan TPA Bantar Gebang. Saat itu terjadi longsor besar yang menyebabkan ratusan makam tertimbun sampah plastik.
Sinopsis Anak Macan, Perjuangan Eki di Bantar Gebang
Sinopsis Anak Macan, perjuangan Eki di Bantar Gebang/Foto: instagram.com/@podium.pictures
Anak Macan mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Eki yang tinggal di kawasan TPA Bantar Gebang. Hidup di lingkungan tempat pembuangan akhir tentu bukan perkara mudah, terlebih ketika ia harus menghadapi dilema menjelang perayaan Hari Ibu di sekolahnya. Dalam perayaan tersebut, setiap anak diminta membawa barang kesukaan sang ibu.
Tugas itu terasa begitu berat karena Eki tumbuh tanpa kehadiran seorang ibu, Beauties. Kerinduan yang selama ini dipendam mendorongnya untuk mencari kenang-kenangan terakhir milik almarhumah sang ibunda. Di tengah segala keterbatasan, ia harus berjuang menghadapi berbagai rintangan, mulai dari deru mesin pengangkut sampah, hujan deras, hingga ancaman longsor, demi menemukan kembali potongan ingatan yang tersisa.
Istilah “Anak Macan” sendiri merujuk pada sebutan bagi anak-anak yang bermain di area TPA. Julukan itu menggambarkan sifat mereka yang kerap dianggap ceroboh dan liar, tetapi di baliknya tersimpan keberanian serta daya juang yang besar untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!