Di Balik Air Matanya, Ini 5 Kepribadian Orang yang Mudah Menangis Menurut Psikolog

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 22 Mar 2026 22:00 WIB
5. Berjiwa Tangguh secara Mental
Ilustrasi berjiwa tangguh/Freepik: freepik

Tidak sedikit orang merasa malu ketika dirinya mudah menangis. Dalam banyak budaya, air mata sering dianggap sebagai tanda kelemahan atau ketidakmampuan mengendalikan emosi. Padahal sebenarnya, menangis adalah respons alami tubuh terhadap berbagai perasaan, mulai dari sedih, haru, stres, hingga empati terhadap orang lain.

Menariknya, para psikolog menemukan bahwa orang yang mudah menangis sering memiliki karakter tertentu yang justru menunjukkan kedalaman emosi dan kepekaan sosial yang tinggi.

Lalu sebenarnya, kepribadian apa saja yang sering dimiliki oleh orang yang mudah meneteskan air mata? Simak!

1. Memiliki Empati Tinggi dan Berhati Lembut

Ilustrasi memiliki empati tinggi/Freepik: freepik

Salah satu sifat yang paling sering ditemukan pada orang yang mudah menangis adalah tingkat empati yang tinggi. Mereka cenderung lebih mudah merasakan emosi orang lain, bahkan ketika hanya mendengar cerita atau melihat situasi yang menyentuh.

Dijelaskan oleh Psychology Today bahwa orang dengan empati tinggi sering merasakan emosi orang lain seolah-olah itu adalah pengalaman mereka sendiri. Ketika seseorang memiliki empati yang kuat, otaknya akan merespons perasaan orang lain secara lebih intens. Itulah sebabnya orang yang sensitif terhadap emosi di sekitarnya sering lebih mudah tersentuh dan akhirnya meneteskan air mata.

2. Sensitif

Ilustrasi sensitif/Freepik: DC Studio

Air mata sering muncul karena seseorang merasakan emosi dengan intensitas yang tinggi. Orang yang mudah menangis biasanya memiliki kemampuan merasakan perasaan secara lebih dalam, baik itu kebahagiaan, kesedihan, maupun rasa haru.

Profesor psikologi dari Tilburg University, Ad Vingerhoets menjelaskan dalam penelitiannya bahwa menangis merupakan respons emosional yang kompleks dan sering dialami oleh orang yang memiliki sensitivitas emosi tinggi. Orang yang lebih emosional cenderung merespons pengalaman hidup dengan lebih kuat. Hal ini membuat mereka lebih mudah menangis ketika menghadapi situasi yang menyentuh atau bermakna secara emosional.

3. Penyayang dan Mudah Terharu

Ilustrasi mudah terharu/Freepik: DC Stuido

Karakter lain yang sering ditemukan pada orang yang mudah menangis adalah sifat penyayang. Mereka biasanya memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh oleh hal-hal sederhana, seperti kisah menyentuh, tindakan baik dari orang lain, atau momen kebahagiaan yang penuh makna.

Psikolog dari Stony Brook University, Elaine Aron menjelaskan dalam wawancaranya dengan The Guardian bahwa individu dengan sensitivitas tinggi sering memiliki kemampuan merasakan emosi positif maupun negatif secara lebih mendalam.

Aron menyebut orang dengan sensitivitas tinggi ini sebagai “highly sensitive person”, yaitu individu yang memproses pengalaman emosional dengan sangat intens. Hal ini membuat mereka lebih mudah terharu, baik karena kisah sedih maupun momen yang menghangatkan hati.

4. Memiliki Ikatan Emosional yang Kuat

Ilustrasi punya ikatan emosional/'Freepik: freepik

Air mata juga sering muncul karena seseorang memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap orang atau pengalaman tertentu. Ketika hubungan emosional tersebut tersentuh, respons emosional yang muncul juga menjadi lebih besar.

Menurut The Atlantic, manusia secara alami memiliki kebutuhan kuat untuk membangun hubungan emosional dengan orang lain. Ketika hubungan tersebut memiliki makna besar, emosi yang muncul juga akan lebih intens. Hal ini membuat seseorang lebih mudah menangis ketika menghadapi momen yang menyentuh.

5. Berjiwa Tangguh secara Mental

Ilustrasi berjiwa tangguh/Freepik: freepik

Banyak orang mengira bahwa mudah menangis berarti seseorang tidak kuat secara mental. Padahal, beberapa penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Psikolog klinis dari University of Minnesota, William Frey menjelaskan dalam penelitiannya bahwa air mata emosional mengandung hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh.

Frey menjelaskan bahwa menangis dapat membantu mengurangi stres dan memberikan efek lega setelah emosi dilepaskan. Karena itu, orang yang mampu mengekspresikan emosinya, termasuk melalui tangisan, sering kali memiliki kemampuan lebih baik dalam memproses perasaan yang sulit.

Pada akhirnya, Beauties, mudah menangis bukanlah tanda kelemahan seperti yang sering dianggap banyak orang. Di balik air mata sering tersimpan empati, kasih sayang, dan kepekaan emosional yang membuat seseorang lebih mampu memahami perasaan orang lain. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE