Dokumenter ANTM Bongkar Sisi Gelap Reality Show, Tuai Kontroversi
Tayangan reality show America's Next Top Model atau dikenal sebagai ANTM belakangan tuai sorotan, Beauties. Serial dokumenter terbarunya di Netflix bertajuk Reality Check: Inside America's Next Top Model menilik kembali tayangan yang terdiri dari 24 siklus itu, termasuk sudut pandang kontestan dari balik layar.
ANTM sering kali menuai perdebatan karena komentar-komentar "pedas" para juri untuk para model, terkadang bermuatan body shaming. Melalui dokumenter, sisi gelap dunia modelling dan reality show semakin memperpanas perdebatan hingga menuai tudingan toksik. Bukan cuma dari ungkapan buruk oleh para juri, tapi juga mempertanyakan etika produksi tayangan reality show itu sendiri.
Kisah Shandi Sullivan
Shandi Sullivan, salah satu kontestan ANTM siklus 2. Dia menceritakan pengalaman buruknya saat syuting ANTM dalam serial dokumenter./ Foto: instagram.com/shandithecatlady
Reality Check: Inside America’s Next Top Model tak hanya menyoroti makeover ekstrem hingga konsep pemotretan yang dianggap tidak etis, seperti konsep gelandangan atau konsep yang rasis saja. Proses produksinya seolah mengaburkan batas moral demi konsumsi publik.
Dalam dokumenter, Shandi Sullivan diduga mengalami pelecehan seksual, Beauties. Ia mengungkapkan apa yang dialaminya pada siklus kedua ANTM. Pada sebuah pesta di Milan, Italia, Shandi yang sudah memiliki pacar terlihat mesra dengan pria lain dalam kondisi mabuk. Dalam pernyataannya, Shandi tidak sadarkan diri atau mengalami blackout sehingga tidak bisa mengingat atau memahami sepenuhnya bagaimana pria tersebut bisa berhubungan dengannya malam itu. Ia mengatakan, kru produksi seharusnya menghentikan syuting ketika melihat apa yang terjadi dan menolongnya karena itu sudah kelewatan.
Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Proses syuting tetap dilanjutkan. Kamera tetap mengikuti setiap pergerakan Shandi dan pria tersebut. Produser eksekutif ANTM, Ken Mok, berdalih bahwa mereka telah mengomunikasikan semua aturan kepada kontestan sejak awal bahwa kamera akan selalu mengikuti mereka 24/7 dan akan menangkap semua hal baik dan buruk.
Respon Tyra Banks
Tyra Banks, supermodel yang merupakan kreator dan eksekutif produser ANTM./ Foto: instagram.com/tyrabanks
Beauties, bukan cuma kisah Shandi Sullivan saja yang jadi kontroversi. Tindakan eksplotatif ANTM terhadap kontestan menuai kecaman, terutama ditujukan pada Tyra Banks selaku kreator dan produser eksekutifnya. Reality show TV memang menghibur dengan adanya drama, tapi sejauh mana mereka bisa melindungi para pesertanya dan tetap menghormati nilai-nilai moral yang ada?
Terkait pelecehan yang dialami Shandi, Tyra Banks mengakui produksi tidak dalam ranahnya sehingga sulit untuk memberikan keterangan tentang apa yang dialami Shandi. Di sisi lain, sang supermodel membela diri atas tudingan melakukan body shaming terhadap kontestan karena selain dari mendapat tekanan dari industri, dia juga mengaitkan dengan standar kecantikan kala itu.
Kendati demikian, mengutip dari Wolipop, Tyra Banks akhirnya mengakui dirinya bertindak terlalu jauh. “Saya tahu, saya terlalu jauh. Itu sangat, sangat intens, tetapi kalian menuntutnya, jadi kami terus mendorongnya lebih dan lebih lagi,” ucapnya dalam dokumenter.
Bagaimana menurut kamu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!