Emosi kamu sering meledak dan melampiaskannya kepada orang sekitar? Ternyata hal tersebut tidak baik, lho. Ketika kita bersosialisasi dengan khalayak, ada baiknya kita mampu mengontrol emosi.
Kecerdasan tidak semata-mata soal wawasan, tetapi kecerdasan juga termasuk kecerdasan emosi dan sosial. Ketika kita cerdas emosi, pasti kita mampu menghargai orang dan tentu akan menjaga tutur kata.
Menurut Psychology Today teori kecerdasan diperkenalkan pertama kali oleh Peter Salovey dan John D Mayor pada tahun 1990-an. Namun, dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat oleh Daniel Goleman.
Konsep Emotional Quotient atau yang biasa disingkat EQ telah diterima oleh masyarakat luas. Namun bagi sebagian psikolog berpendapat, bahwa kekuatan EQ tidak dapat diukur melalui tes psikometri (tes kecerdasan umum).
Melansir dari Help Guide ada empat komponen untuk menyadari kecerdasan emosi, yaitu:
1. Merasakan Emosi Tersebut
Ilustrasi saat merasakan emosi Foto: Pexels.com / David Garriss |
Hal yang paling pertama kali harus disadari ketika emosi adalah merasakannya secara nonverbal, seperti dari raut wajah dan gerak tubuh. Ketika kita sudah merasakan ada emosi yang tersebar dalam diri, maka kita akan mampu mengelola emosi tersebut.
2. Validasi
Komponen emosi selanjutnya adalah, validasi. Di mana kita harus menyadari dan menamakan emosi apa yang sedang kita rasakan. Pada proses ini dapat menyadarkan kita dalam tindakan apa yang akan kita lakukan.
3. Memahami Penyebab Emosi
Ketika emosi, kita harus memahami penyebabnya. Contohnya, atasan marah kepada kita, mungkin karena pekerjaan kita yang kurang baik di mata atasan, atau misalnya teman marah kepada kita, bisa jadi karena kita telah membuatnya salah paham.
4. Mengelola Emosi
Ilustrasi mengelola emosi dengan menangis/ Foto: Pexels / Kat Smith |
Komponen terakhir adalah mengelola emosi. Kita bisa berpikir, bagaimana cara mengeluarkan emosi yang baik dan aman tanpa harus melukai diri atau orang lain. Beauties bisa mencoba untuk mengonsumsi air mineral terlebih dahulu, tarik napas, bahkan berteriak hingga menangis.